Senin, 20 November 2017

Pertanyaan Mantan Pendeta yang Tak Bisa Dijawab Pendeta Lain Ini Bikin Ayahnya Masuk Islam

View Article

Ayahnya masih tidak terima sang anak masuk Islam. Sebagai pensiunan tentara berdarah Manado, ia merasa terhina ada keturunannya keluar dari agama mereka. Apalagi, anaknya itu telah menjadi pendeta besar.

Hari itu, ia mencecar anaknya dengan berbagai pertanyaan. Namun, pertanyaan-pertanyaan itu justru berbalik meragukannya. Hingga pertanyaan puncak dari sang anak tak bisa dijawabnya.

“Menurut Bapak, apakah Tuhan pernah mati?”

“Gila kamu, Yahya. Masa Tuhan mati?”

“Bapak percaya Yesus Tuhan?”

“Sampai hari ini Yesus adalah Tuhan saya”

“Sekarang saya mau tanya, Yesus pernah mati nggak?”

Demikian di antara dialog mereka yang diceritakan Mantan Pendeta Yahya Waloni. Ayahnya tak bisa menjawab pertanyaan “skak mat” itu.

Dialog itu juga salah satu wasilah yang membuat sang ayah akhirnya masuk Islam. Meskipun awalnya ia sangat marah pada Yahya Waloni. Saat Waloni masih kecil ketahuan tertarik masjid saja ayah menghajarnya, apalagi setelah tahu ia masuk Islam pada tahun 2006.

Namun, dialog-dialog seperti di atas membuat hati ayahnya terbuka. Akhirnya mendapat hidayah dan masuk Islam.

Berikut ini video saat yahya Waloni menceritakan dialog dengan sang ayah:

Sabtu, 18 November 2017

Bagaimana Mendapatkan Wanita Sholihah? Jawaban Ustadz Abdul Somad Menyegarkan Jamaah

View Article

Dalam kajian Subuh bertema “Kiat-kiat Membangun Keluarga Islami” pagi ini, salah seorang jamaah bertanya kepada Ustadz Abdul Somad.

“Bagaimana mendapatkan wanita sholihah?” Demikian pertanyaan tertulis dari salah seorang jamaah yang dibaca oleh Ustadz Abdul Somad.

“Dicari,” jawab ustadz Abdul Somad langsung disambut tawa jamaah.

Jangan hanya menunggu dengan berdalih “kalau jodoh tak akan ke mana.”

“Carilah, teman kita, teman orang tua kita. Orangtua juga membantu. Tanya kepada ustadz, minta tolong dicarikan.”

Memang rezeki itu dari Allah, namun kita diwajibkan ikhtiar.

Jika berusaha yang baik, niatnya baik, doanya baik, dapat wanita shalihah, bersyukur.

Jika sudah berusaha yang baik, niatnya baik dan doanya baik namun dapatnya istri belum shalihah, harus bersabar.

Ciri wanita shalihah: menyenangkan jika dipandang suaminya, taat atas perintah suaminya dan bisa menjaga diri dan kehormatan.

Berikut ini selengkapnya, dengan beberapa contoh dan penjelasan yang berkali-kali membuat jamaah tertawa. []

Membanggakan! Bertemu Ibu-Ibu Kelaparan, Kopassus yang Bebaskan Sandera OPM Ini Berikan Bekalnya

View Article

Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menuai pujian netizen. Pasalnya, seorang Kopassus terjepret kamera sedang memberikan bekal logistiknya kepada ibu-ibu yang kelaparan.

Padahal, Kopassus itu telah bergerak 5 hari 5 malam untuk membebaskan sandera OPM dan perbekalannya sangat terbatas.

“bertemu Ibu - Ibu yg kelaparan, walaupun sudah bergerak 5 hari 5 malam Dantim Parako Kopassus (yang bertugas bebaskan sandera OPM), bagikan bekal logistiknya walaupun terbatas,” tulis Kodam III/Siliwangi melalui akun Twitter resmi @kodam3siliwangi, Jumat (17/11/2017) malam, sembari menyertakan foto saat Kopassus tersebut memberikan bekalnya.
Aksi Kopassus itu menuai banyak pujian dari netizen. Mereka mengungkapkan kebanggaannya kepada Kopassus dan TNI.

“Kopassus memang tiada duanya,” kata @arwidodo.

“We love TNI,” kata @Tri_Sis78 sembari mentag delapan temannya.

“Sukses parako KOPASSUS.. kalian msh tetap yg terbaik di dunia....!! Salam KOMANDO !!” kata @AzharMatang.

“Terimakasih TNI,” kata @nekerein.

“Tetap pegang teguh SAPTA MARGA dan SUMPAH PRAJURI,” kata @wentira2. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Liputan6.com Gunakan Gambar Anak Muslim Baca Juz Amma Soal Intoleransi, Aleg Muslim Protes Keras

View Article


Liputan6.com melansir berita berjudul “Tren Sekolah Agama Picu Intoleransi pada Anak?” dengan menampilkan gambar sejumlah anak Muslim sedang membaca Juz Amma.

Gambar tersebut diprotes keras oleh sejumlah anggota DPR RI. Di antaranya Mardani Ali Sera.

Politisi PKS itu minta redaksi Liputan6.com mengganti gambar tersebut.

“Dear Redaksi. Tolong framing gambaran anak-anak Muslim yang sedang belajar Alquran diganti. Saya protes keras. Sakit hati ini lihatnya. Salam,” tulisnya melalui akun Twitter @MardaniAliSera, Jumat (17/11/2017).
Tak hanya Mardani, Tifatul Sembiring juga memprotes framing tersebut. Ia pun meretwit tulisan Mardani tersebut.

Selain protes dari anggota DPR RI, Liputan6 juga menuai protes dari banyak pihak terutama netizen yang langsung melayangkan kecaman melalui akun masing-masing.

Hasil pantauan Tarbiyah.net, Liputan6 telah mengganti gambar tersebut. Kini gambarnya adalah siluet tiga anak yang sedang bermain bola.

Namun, jejak di media sosial termasuk Twitter masih ada. Gambar anak muslim belajar juz Amma itu tidak terhapus. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Jumat, 17 November 2017

MUI Tolak Aliran Kepercayaan di Kolom Agama KTP

View Article

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma'ruf Amin menyatakan sikap menolak putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penghayat aliran kepercayaan di Undang-Undang Administrasi Kependudukan. Keputusan itu diambil bersama organisasi masyarakat (Ormas) Islam tingkat pusat.

"MUI bersama Ormas menolak putusan MK, yang tidak memperhatikan kesepakatan politik sebagai dasar dari solusi kebangsaan," ujarnya di Jakarta pada Rabu (15/11/2017).

Putusan MK memang sudah bersifat final, tapi MUI memilih menolak putusan tersebut karena mempunyai dampak dan implikasi yang fundamental terhadap tatanan kehidupan beragama.

MUI bersama Ormas-Ormas Islam memang belum menginformasikan secara umum mengenai sikap penolakannya terhadap putusan MK tersebut. "Rencananya besok kita akan berdialog dengan Kementerian Agama mengenai itu," katanya usai Rapat Forum Ukhuwah di Kantor MUI.

MK mengeluarkan putusan mengenai aliran kepercayaan agar masuk dalam kolom agama di KTP sebagai identitas adalah hal yang menyalahi kesepakatan.

"Negara ini diatur melalui kesepakatan, kita sepakat untuk membentuk NKRI, munculnya Pancasila dan UUD 1945 serta berbagai kesepakatan lain seperti solusi-solusi kebangsaan," ujar dia setelah dilansir Tempo.

Pernyataan sikap tersebut akan dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh seluruh Ormas Islam di Indonesia dan akan dikirimkan kepada MK. [BersamaDakwah]

Mengapa Saya Tidak Sepakat dengan Prof. Rhenald Kasali

View Article
(From Disruption to Abundance, from Paranoid to Optimism)

Akhir2 ini saya sering dapat broadcast WA, postingan FB, dan pembicaraan simpang siur yg isinya adalah semacam peringatan, bahkan ancaman tentang bahaya "Era Disruption". Terakhir bahkan ada seorang penulis yg mungkin karena semangat sekali, menyatakan bahwa saking mengkhawatirkannya era disruption ini, “bisa membuat anak cucu kita mati berdiri sambil memeluk kitab suci yg entah akan menolong dengan cara apa”. Maka saya terpaksa bikin tulisan ini, walaupun sedang musim ujian di program MBA saya di UK & USA.

Setelah saya lacak, histeria dan demam “Disruption” ini sepertinya salah satunya berawal dari buku, ceramah dan tulisan2 Prof. Rhenald Kasali, Guru besar FE UI, dan salah satu "World Management Guru", khususnya dibidang Change Management.

Saya sangat setuju dan menghormati beliau sebagai salah satu tokoh penggerak perubahan yg saya kagumi dan ikuti tulisan2nya. Dan sampai saat inipun saya masih menghormati beliau. Tulisan ini sama sekali "nothing personal", hanya sekedar perimbangan wacana saja, agar perspektif kita lebih utuh untuk menyikapi gegap gempita demam "disruption era" yg salah kaprah.

Saya merasa ada yg kurang lengkap dari pemaparan beliau yg akhirnya bikin banyak orang ketakutan dan salah paham.  Banyak orang awam yang akhirnya jadi panik nanti masa depan anak2nya bagaimana jika pekerjaan2 yang ada sekarang bakal lenyap. Banyak eksekutif perusahaan jadi panik jangan2 mereka akan jadi korban "disruption" berikutnya dan akhirnya tergopoh2 mau bertindak tapi jadi mati gaya karena bingung entah mau melakukan apa.

Saya bisa memahami jika Prof. Rhenald bikin banyak orang jadi ketakutan. Bahkan di acara bedah buku beliau di Periplus yg saya tonton lewat Youtube, sang moderator sendiri sampai bertanya, "Prof, Ini kita kesini mau cari ide bisnis di era disruption, tapi kok malah pada pesimis nih menatap masa depan, setelah mendengar pemaparan profesor.. Dan Prof. Rhenald masih juga belum memberikan jawaban yg tegas bagaimana menyikapi perubahan drastis ini.

Saya juga memahami mengapa Prof. Rhenald di buku2nya, tulisan2 dan ceramah2nya banyak menghasilkan kepanikan dan ketakutan. Mungkin ini berawal dari paradigma "Change Management" yg menjadi bidang keahlian beliau. Dalam ilmu manajemen perubahan, salah satu tokoh utamanya adalah Professor Emeritus Harvard Business School, John P. Kotter, dengan teori beliau tentang "8 Steps to change". Dalam teori ini, langkah pertama untuk bikin sebuah organisasi (dan individu) mau berubah adalah dengan "increase urgency" alias bikin orang2 merasakan urgensitas perubahan. Dan cara paling ampuh untuk itu adalah dengan bikin mereka "ketakutan" apa dampaknya jika tidak mau berubah. Mungkin dengan niat baik inilah Prof. Rhenald hendak menyadarkan masyarakat agar segera “berubah”.

Saya sepakat dengan niat baik untuk menggugah kesadaran masyarakat agar berubah, tapi saya tidak sepakat dengat pendekatan yang entah disadari atau tidak oleh beliau telah menebarkan banyak ketakutan dan kegalauan. Mengapa saya tidak sepakat? Berikut ini alasannya:

A) Sebenarnya cara “menebarkan ketakutan dan kekhawatiran” ini baik2 saja diterapkan untuk jenis perubahan yang tidak membutuhkan kreativitas, tapi jadi tidak produktif jika tujuan kita adalah untuk melahirkan inovasi, kreatifitas, dan terobosan2 baru. Padahal untuk survive dan Berjaya di era disruption, salah satu syarat utamanya adalah: KREATIVITAS.

B) Tidak pernah (atau setidaknya jarang sekali) ide2 kreatif dan terobosan2 inovatif terlahir dari rasa takut. Buku babon setebal hampir 800 halaman tentang kreativitas, The Encyclopedia of Creativity menyebutkan bahwa salah satu penghalang utama kita untuk menghadirkan solusi kreatif adalah jika kita sedang mengalami “emotional barrier”. Dan diantara semua jenis emosi penghalang kreativitas ini, rasa takut adalah yg paling melumpuhkan. Jadi anda tidak bisa memaksa orang yg sedang dilanda ketakutan tentang bahaya era disruption untuk mencari solusi kreatif tentang bagaimana sukses mengatasinya. Anda hanya akan berhasil membuat mereka ketakutan, merasa terpaksa harus berubah, semangat ikut trainingnya, tapi bingung dan mati gaya harus melakukan apa.

C) Cara yg lebih pas untuk bikin orang terbuka pintu hatinya untuk mau berubah, sekaligus terinspirasi untuk jadi kreatif menemukan solusi adalah dengan memberikan mereka rasa OPTIMISME akan hadirnya kesempatan yang sangat besar menanti di depan mata.

1) Bill Gates melahirkan Microsoft bukan karena ketakutan kehilangan pekerjaan, tapi terinspirasi sekali akan hadirnya komputer, dan optimis bahwa dia bisa bikin software bagus. Akhirnya dia telpon ibunya bahwa dia bakal 6 bulan tidak pulang untuk mengerjakan proyek MS-DOS dari IBM.
2) Mark Zuckerberg bikin Facebook bukan berangkat dari ketakutan akan masa depannya. Bahkan dia pertaruhkan masa depannya dengan DO dari Harvard demi mengejar impian "menghubungkan tiap orang di muka bumi". Pada saat ceramah di acara wisuda di Harvard, dia mengatakan, yg bikin dia bisa melahirkan Facebook, karena dia merasa tenang, tidak takut apapun. Dan dia ingin menekankan pentingnya setiap orang untuk “bebas dari rasa takut”, untuk mencoba hal2 baru yg inovatif.
3) Steve Jobs, Thomas Alfa Edison, Elon Musk, Jeff Bezos, sebutkan semua inovator kreatif yg bikin perubahan2 radikal abad ini, hampir semuanya tidak ada yg melahirkan inovasinya dalam suasana batin ketakutan akan ancaman situasi masa depan. Mereka semua adalah para OPTIMISTS yg melihat kesempatan besar ditengah kebanyakan orang yang sedang kalut dan takut menghadapi tantangan zamannya.
4) Terakhir, di level lokal, Trio Unicorn Indonesia (Startup bernilai diatas 14 Trilyun rupiah: Gojek, Traveloka & Tokopedia) tidak ada yg dilahirkan dari orang2 yg ketakutan akan masa depan. Mereka semua mendirikan perusahaan2 tersebut dengan suasana batin optimis dan terinspirasi akan peluang besar di depan mata.
5) Singkat kata: Takut & pesimis = Bingung & Mati Gaya, Tenang & Optimis = Kreatif & Solutif

D) Era Disruption adalah era yg seharusnya bikin kita optimis, bukannya malah ketakutan. Mengapa? Karena ini hanyalah era transisi menuju era abundance (keberlimpahan). Minggu lalu saya baru pulang dari training di Singularity Univeristy. Ini adalah salah satu lembaga yg meneliti, mengajarkan dan mempopulerkan istilah “Disruption Era”. Lembaga ini di disponsori oleh NASA, Google, dan perusahaan2 teknologi paling top di Silicon Valley, bahkan bertempat di pusat penelitian NASA disana. Di pusatnya sini, Istilah “disruption era” itu menimbulkan aura positif, optimis, dan penuh semangat. Saya ndak tahu lha kenapa begitu sampai di Indonesia malah diartikan salah kaparah sebagai istilah yg menakutkan dan penuh ancaman. Mungkin karena Prof. Renald sebagai juru bicara utamanya menyampaikannya sepenggal saja (sisi seramnya), jadi banyak orang salah paham, panik dan ketakutan. Itulah mengapa belajar setengah2 itu berbahaya, “little bit learning is dangerous”.

E) Era disruption adalah fase ke-3 dari 6 fase Exponential Growth. Yg menelorkan teori ini adalah Peter Diamandis (Co-founder dari Singularity University tersebut). Menurut beliau, abad ini akan ditandai perubahan besar2an yg terjadi dalam 6 fase (6D's of Exponential Growth):

1) Digitalization (Transformasi dari analog menjadi Digital. Misal: Kodak menemukan Foto Digital. Atau Musik, Film, Buku, dll dijadikan bentuk digital MP3, MP4, PDF, dll)

2) Deception (Kodak tertipu karena dikira ini teknologi amatir yg ndak bakal bisa menggantikan keindahan dan ketajaman foto manual, karena saat itu resolusinya masih 0,1 Mega Pixel).

3) Disruption (Diluar kendali Kodak, tiap 18 bulan, ketajaman foto digital naik 2x lipat secara eksponensial. Dan pada saat ketajamannya mencapai 2 Mega Pixel, kualitasnya sudah sama dengan foto analog. Saat itulah Kodak mulai terdisrupsi.) Fase inilah yg bikin kehebohan disana sini, karena di fase ini, Uber mendisrupt perusahaan taxy, AirBnB mendisrupt Hotel, dll. Terjadi kepanikan masal karena dipikir dunia (minimal bisnis kita) akan runtuh.

4) Dematerialization (semua produk digital akhirnya tidak perlu wadah "material" karena tiba2 semua bisa disimpan di Cloud yg siap diunduh kapanpun dan dimanapun. Jadi silahkan dibuang Semua hardisk yg beirisi koleksi Foto digital anda. Upload aja ke Google Foto yg gratis penyimpanannya, kapanpun, dimanapun, pake alat apapun yg kompatibel, jika anda perlu foto itu tinggal download)

5) Demonetization (Begitu semua tidak dalam wadah material, maka harganya makin lama makin turun. Dan satu saat bisa sangat murah dan terjangkau buat semua. Begitu buku sudah di .Pdf kan, harganya nyaris Nol. Silahkan aja ke koleksi 300 juta buku gratis di: www.pdfdrive.net. Sekarang semua Musik, foto, buku, film, serial tv sudah dibikin versi digitalnya, yg kita masih diminta bayar, tapi ini makin lama makin murah, karena tidak ada lagi "biaya cetak".

6) Democratization (Pada puncaknya, semua produk akan menjadi murah dan tersedia buat semua orang. Anda telah merasakan sebagian, Video call gratis, HP Murah, Belajar & Baca Buku, Nonton Film dan dengar musik gratis, dll. Inilah fase Abundance for All: Keberlimpahan buat semua). Peter Diamandi menulis buku khusus yg menjelaskan fenomenna “Abundance” ini. Sekedar intermezzo: Saat Bill Clinton mempromosikan buku ini, Peter ditanya sama Bill, “mengapa anda jadi orang kok sangat optimis?” Peter menjawabnya, “Karena saya tidak pernah baca berita (apalagi hoax), dan saya hanya percaya sama data2 ilmiah. Dan semua data ilmiah ini mengarah kesana, bahwa kita semua akan berkelimpahan, abundance for all”. Mungkin ada baiknya kita tiru kebiasaaan Peter Diamandis ini agar kita tidak serba pesimis dan ketakutan: Jangan banyak baca berita, mulailah baca data2 ilmiah.

Maka mestinya, era disruption itu tidak perlu ditakuti atau bikin panik, cuman perlu dipahami bahwa ini bagian dari revolusi kemajuan peradaban yg makin lama akan makin cepat dan insya Allah mengarah pada perbaikan buat semua.. the greatest good for the greatest number of people. Kalau dalam revolusi ada korban2 yg bergelimpangan karena ndak cukup paham dan tanggap, itu hal yg biasa. Nanti juga mereka akan belajar. Dan kita semuapun perlu belajar lebih tuntas untuk menyambut Era Baru yang sangat menjanjikan ini.

Kesimpulan:

Terimakasih Prof. Renald Kasali, yang atas jasa bapak telah menggugah banyak orang dan perusahaan untuk shock dan mau berubah. Tapi semoga ini jangan kebablasan jadi ketakutan dan kekhawatiran massal. Karena itu perlu dilengkapi juga dengan wacana penyeimbang yang menyuntikkan optimisme dan harapan.

Karena ide2 besar kreatif dan terobosan2 baru inovatif untuk survive dan Berjaya di era disruption ini tidak akan pernah lahir dari rasa takut dan panik, tapi akan tumbuh subur di pikiran orang2 dan perusahaan2 yg tenang dan optimis.

Salam takdzim buat Prof. Rhenald Kasali dan kawan2 semua yg membaca tulisan ini.


Bloomington, 14 November 2017

Ahmad Faiz Zainuddin
Mahasiswa MBA
Warwick Business School, UK
Indiana University, USA
Alumni Singularity University, Silicon Valley, USA
Indonesiabelajar.org

32 Dosa Suami yang Meresahkan Hati Istri

View Article

Setelah menikah, semestinya kita panen pahala. Pandangan lebih terjaga, hati lebih mudah terkontrol dan ibadah meningkat.

Namun nyatanya, ada dosa-dosa yang bisa menjangkiti laki-laki setelah ia menikah. Syaikh Muhammad bin Ibrahim Al Hamd menguraikan dosa-dosa itu dalam bukunya, Min Akhtha’il Azwaj yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul 32 Dosa Suami yang Meresahkan Hati Istri.

Apa saja dosa-dosa itu? Berikut ini poin-poinnya:

1. Lalai berbakti kepada orang tua setelah menikah

2. Kurang serius dalam mengharmoniskan antara istri dan orang tua

3. Ragu dan buruk sangka kepada istri

4. Kurang memiliki sikap cemburu terhadap istri

5. Meremehkan kedudukan istri

6. Melepaskan kendali kepemimpinan dan menyerahkannya kepada istri

7. Memakan harta istri secara batil

8. Kurang semangat dalam mengajari istri ajaran ajaran agamanya

9. Bersikap pelit terhadap istri

10. Datang secara tiba-tiba setelah lama pergi

11. Banyak mencela dan mengkritik istri

12. Kurang berterima kasih dan memotivasi istri

13. Banyak bersengketa dengan istri

14. Lama memutus hubungan dan meninggalkan istri tanpa sebab yang jelas

15. Sering berada di luar rumah dan jarang bercengkerama dengan keluarga

16. Interaksi yang buruk dengan istri

17. Tidak menganggap penting berdandan untuk istri

18. Kurang perhatian terhadap doa yang dituntunkan ketika menggauli istri

19. Kurang memperhatikan etika hikmah dan hukum berhubungan badan

20. Menyebarkan rahasia ranjang

21. Tidak mengetahui kondisi biologis perempuan

22. Menggauli istri ketika haid

23. Menggauli istri pada tubuhnya

24. Memukul istri tanpa alasan

25. Kesalahan tujuan poligami

26. Tidak bersikap adil antara beberapa istri

27. Terburu-buru dalam urusan talak

28. Tidak mau mentalak padahal sudah tidak mungkin ada perbaikan dan kecocokan

29. Mencela istri setelah berpisah dengannya

30. Menelantarkan anak setelah mentalak istri

31. Kurang setia terhadap istri

32. Kurang puas dan selalu melirik perempuan lain

Semoga kita semua dihindarkan dari 32 dosa tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Video Guru Ngajar Sambil Main HP Lalu Tendang Muridnya, Netizen Kecam Keras

View Article

Sebuah video menggegerkan dunia maya. Di-share lebih dari 10.000 kali. Pasalnya, seorang guru melakukan tindak kekerasan terhadap siswanya. Ia menendang siswa yang telah dihukumnya melakukan push up.

Netizen pun menanyakan identitas guru tersebut, barangkali ada yang tahu.

“Adakah yang tahu, siapakah bapak guru di video ini???? Yang mengajar di kelas dengan bermain HP, menghukum muridnya push up, namun juga terjadi kekerasan dengan menendang murid tersebut. Ini jelas salah... Bagaimana mengajar dengan bermain HP sudah melanggar etika sebagai pendidik , ditambah dengan kekerasan,” tulis Ridwan Se Bungsu sembari mengunggah video tersebut, Raby (15/11/2017).

“#Tolong pihak sekolah yang merasa punya guru pengajar ini, memberi klarifikasi dan menindak lanjut tentang kejadian Ini. #Tolong diinfokan bagaimana kondisi murid yang dihukum dan diperlakukan dengan kekerasan juga diinfokan dan sejauh mana tindakan yang diambil sekolah,” lanjutnya sembari menyertakan tagar KPI, Polri dan Kemendikbud.

Video tersebut telah mengundang banyak kecaman dari netizen. Bahkan, ada netizen yang menangis menyaksikan tindakan guru dalam video tersebut.

“Nangis liat video nya, ngrasain anak kita d gituin guru Songong Uneducated,” kata Mya.

“Itu si adik push up sampe seratus, sudah cukup seratus kegirangan dan disuruh ulang lagi dari satu. Si adik kelelahan dan ada sedikit protes langsung ditendang. Ya ampun,” kata Oswatun Hasana sembari menyertakan emoticon menangis.

Video tersebut bisa anda lihat di tautan ini.

Takbir Bukti Teroris? Ini Jawaban Telak Hidayat Nur Wahid

View Article

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyesalkan adanya pernyataan takbir sebagai salah satu bukti teroris. Hidayat pun menjelaskan bahwa para pahlawan seperti Bung Tomo juga meneriakkan takbir. Selain itu, setiap hari jutaan Muslim Indonesia juga bertakbir.

“Berantas terorisme? Pakailah akal sehat. Agar tak malah jadi teror yang lain. Menyebut takbir sebagai salah satu bukti teroris, bentuk laku bukan akal sehat. Tiap hari jutaan Muslimin Indonesia bertakbir. Takbir juga pekik Bung Tomo. Beliau pahlawan. Segera tarik dan minta maaflah,” kata Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter pribadinya, @hnurwahid, Kamis (16/11/2017), sembari mengunggah link berita berjudul Sebut Takbir sebagai Bukti Teroris, Kapolres Dharmasraya Layak Disanksi.

Sebelumnya, Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution meminta Pimpinan Polri mengambil tindakan tegas terhadap Kapolres Dharmasraya.

"Sulit untuk menghindari persepsi publik bahwa sudah terjadi bias dalam penyebutan "teroris" dan sejenisnya. Bias yang bertitik pusat pada stigmasasi terhadap kelompok agama tertentu. Sanksi organisasi dan sanksi pidana, saya kira, layak dipertimbangkan (bahkan dijatuhkan) bagi Kapolres tersebut," ujar Maneger Nasution dalam pernyataan tertulis seperti dikutip SINDOnews, Rabu (15/11/2017).
Menurutnya, selain diproses masalah disiplin, Kapolres Dhamasraya juga dijerat dengan pidana/KUHP dan UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM.

Pernyataan terkait takbir sebagai bukti teroris itu terlontar saat Roedy diwawancarai live di TvOne.

“Pak Kapolres sempat menyatakan bahwa para pelaku diduga merupakan jaringan kelompok teroris. Atas dasar bukti apa, selain kertas yang ditemukan dalam jenazah para pelaku kalau memang tergabung dalam jaringan teroris?” tanya TvOne.

“Iya, baik. Bahwa dalam proses kami melumpuhkan kedua pelaku tersebut, pelaku meneriakkan takbir kemudian menyatakan bahwa saya yang membakar kemudian menyatakan bertanggungjawab terhadap pembakaran, mengatakan taghut. Kemudian setelah kami lumpuhkan, dalam badan tersangka kita temukan selembar surat tulisannya bolak-balik. Jadi saya luruskan, bukan dua lembar tetapi satu lembar bolak-balik. Lembar pertama kemudian lembar kedua. Yang intinya berisi kalimat-kalimat jihad,” jawab Roedy.

Berikut videonya bisa anda lihat disini. []

Sebut Takbir Sebagai Bukti Teroris, Kapolri Diminta Tindak Tegas Kapolres Dhamasraya

View Article

Pernyataan Kapolres Dharmasraya AKBP Roedy Yoelianto tentang dasar bukti teroris dinilai menyudutkan umat Islam. Pasalnya, ia menyebut teriakan takbir saat menjawab pertanyaan dasar bukti pelaku tergabung dalam jaringan teroris.

Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution menilai Pimpinan Polri layak mengambil tindakan tegas terhadap Kapolres Dharmasraya.

"Sulit untuk menghindari persepsi publik bahwa sudah terjadi bias dalam penyebutan "teroris" dan sejenisnya. Bias yang bertitik pusat pada stigmasasi terhadap kelompok agama tertentu. Sanksi organisasi dan sanksi pidana, saya kira, layak dipertimbangkan (bahkan dijatuhkan) bagi Kapolres tersebut," ujar Maneger Nasution dalam pernyataan tertulis seperti dikutip SINDOnews, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, selain diproses masalah disiplin, Kapolres Dhamasraya juga dijerat dengan pidana/KUHP dan UU Nomor 39 tahun 1999 tentang HAM.

Sebelumnya, Roedy diwawancarai live di TvOne.

“Pak Kapolres sempat menyatakan bahwa para pelaku diduga merupakan jaringan kelompok teroris. Atas dasar bukti apa, selain kertas yang ditemukan dalam jenazah para pelaku kalau memang tergabung dalam jaringan teroris?” tanya TvOne.

“Iya, baik. Bahwa dalam proses kami melumpuhkan kedua pelaku tersebut, pelaku meneriakkan takbir kemudian menyatakan bahwa saya yang membakar kemudian menyatakan bertanggungjawab terhadap pembakaran, mengatakan taghut. Kemudian setelah kami lumpuhkan, dalam badan tersangka kita temukan selembar surat tulisannya bolak-balik. Jadi saya luruskan, bukan dua lembar tetapi satu lembar bolak-balik. Lembar pertama kemudian lembar kedua. Yang intinya berisi kalimat-kalimat jihad,” jawab Roedy.

Berikut ini videonya:

Kamis, 16 November 2017

Keanehan Dan Kejanggalan Pada Vonis Buni Yani

View Article

Putusan Pengadilan Negeri Bandung yang memidana Buni Yani dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan telah menimbulkan distorsi penegakan hukum yang tidak sehilir dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memidana Basuki T. Purnama alias Ahok.

Pernyataan Ahok yang menodai agama Islam adalah hulu dari semua kegaduhan yang terjadi. Terhadap kegaduhan tersebut sudah sepantasnya dilakukan proses penegakan hukum. Di sisi lain, apa yang dilakukan oleh Buni Yani sejatinya bukanlah merupakan sebab timbulnya kegaduhan tersebut. Ketika Buni Yani dilaporkan dan kemudian dituntut serta dijatuhkan hukuman pidana, maka memiliki konsekuensi yuridis berupa adanya dua putusan Pengadilan yang saling berseberangan.

Tegasnya putusan Pengadilan Negeri Bandung telah menegasikan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Seharusnya Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara menentukan perkara yang sedang dihadapi oleh Buni Yani, dan oleh karenanya menjadi patokan bagi Pengadilan Negeri Bandung.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memutuskan – dan telah memperoleh kekuatan hukum tetap – bahwa pidato Ahok bukan termasuk perbuatan yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dakwaan alternatif kedua Pasal 156 KUHP. Pidato Ahok termasuk perbuatan menodai agama Islam sebagaimana dimaksudkan dalam dakwaan alternatif kesatu Pasal 156a huruf a KUHP. Dengan demikian, video yang unggah oleh Pemprov DKI Jakarta, maupun video yang ditransmisikan oleh Buni Yani bukanlah termasuk perbuatan pidana.

Penting untuk dipahami, tidaklah mungkin ada perbuatan mentransmisikan tanpa sebelumnya ada perbuatan mendistribusikan. Ketika seseorang dilaporkan - untuk kemudian diproses secara hukum – telah melakukan penyebaran konten ilegal, di sisi lain pihak yang mendistribusikan tidak diproses secara hukum, adalah suatu bentuk penyimpangan dan mencederai nilai-nilai keadilan (equality before the law). Logika hukumnya, apabila suatu konten dianggap ilegal, maka selain pihak yang turut mentransmisikan, maka kepada pihak yang mendistribusikan (in casu Pemprov DKI Jakarta) seharusnya juga dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE.

Putusan Pengadilan yang menyatakan bahwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik dengan mengacu kepada dakwaan Penuntut Umum yakni Pasal 32 UU ITE,  menurut penulis sangat tidak beralasan hukum dan bahkan bertentangan dengan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara, disebutkan bahwa video resmi Diskominfo Pemprov DKI sebagai barang bukti. Disebutkan pula, bahwa berdasarkan pemeriksaan secara laboratorium kriminalistik di Puslabfor Mabes Polri, ternyata tidak ditemukan adanya penyisipan ataupun pengurangan frame dan telah pula dibenarkan oleh Ahok.  Menjadi aneh jika, Buni Yani didakwa dan kemudian dipidana dengan dasar telah melakukan perbuatan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 32 UU ITE.  Merujuk pada Pasal 28F UUD 1945, setiap orang (in casu Buni Yani) berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia, termasuk melalui sistem elektronik.

Lebih aneh lagi, disebutkan bahwa apa yang dilakukan oleh Buni Yani dipandang sebagai perbuatan pidana, terkecuali adanya izin terlebih dahulu dari Pemprov DKI. Disini terjadi kesalahan penerapan hukum oleh Pengadilan. Perihal izin/persetujuan yang dimaksudkan dalam UU ITE menunjuk kepada kewajiban sebagaimana ditentukan pada Pasal 26 ayat (1) UU ITE.

Bahwa penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Adapun perihal data pribadi seseorang, dijelaskan pada Penjelasan Pasal 26 ayat (1), bahwa perlindungan data pribadi merupakan salah satu bagian dari hak pribadi (privacy rights). Hak pribadi mengandung pengertian : hak pribadi merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan, hak pribadi merupakan hak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa tindakan memata-matai, hak pribadi merupakan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang. 

Dari rumusan tersebut tidaklah relevan mengaitkan video pidato Ahok yang didistribusikan oleh Pemprov DKI dengan data pribadi seseorang (baca: Ahok). Apa yang dinyatakan oleh Ahok bukanlah termasuk data pribadi sebagaimana dimaksudkan Pasal 26 ayat (1).

Terkait tiadanya kata “pakai”, bukan kali pertama timbul dalam putusan Pengadilan Negeri Bandung, melainkan pernah menjadi polemik sebelum Ahok ditetapkan menjadi tersangka hingga berlanjut dalam proses pemeriksaan di Pengadilan. Namun, Pengadilan Negeri Jakarta Utara tidak mempermasalahkannya.

Seluruh Saksi yang telah didengar keterangannya di persidangan tidak ada satu pun Saksi yang mengatakan bahwa informasi tentang adanya dugaan penodaan agama itu diperoleh dari unggahan Buni Yani. Dari informasi yang beredar, yang diunggah oleh Buni Yani adalah tidak ada kata “pakai”, sedangkan informasi yang diperoleh para Saksi ada kata “pakai”, yaitu dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu. Demikian pula yang dipersoalkan oleh para Saksi dan dilaporkan kepada Kepolisian adalah ucapan yang dilihat oleh para Saksi di video YouTube yang diunggah oleh Pemprov DKI Jakarta yang juga ada kata “pakai”,  yaitu “dibohongi pakai Surat Al Maidah 51 macam-macam itu.”

Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan tegas menyatakan bahwa timbulnya keresahan di masyarakat adalah akibat dari adanya ucapan Ahok tentang Surat Al Maidah : 51  yang ada di video youtube yang diunggah oleh Pemprov DKI Jakarta. Dengan demikian, Buni Yani bukanlah sumber keresahan atau kegaduhan di masyarakat, justru sumber satu-satunya ucapan adalah sang terpidana Basuki T. Purnama.

Kekeliruan penerapan hukum oleh Pengadilan menunjukkan Hakim terpaku pada penghilangan kata ”pakai” dalam transkrip yang diunggah Buni Yani, tanpa memperhatikan nilai-nilai keadilan lainnya. Kemampuan hakim demikian sebagaimana yang telah didengungkan dalam “the judge as a la bouchede la loi, as the mouth piece of the law” yang dikemukakan oleh Montesquieu yaitu hakim hanyalah menjadi corong undang-undang. []


Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H
Tim Ahli KAPPU Partai Bulan Bintang
Dipublikasikan pertama kali oleh Suara-islam.com

Letak Jalan Berpikir Dan Masalahnya Ada Di Hati

View Article

Jika hati baik, maka baiklah anggota badan yang lain. Jika hati rusak, maka rusak pula yang lainnya. Baiknya hati dengan memiliki rasa takut, rasa cinta pada Allah dan ikhlas dalam niat. Rusaknya hati adalah karena terjerumus dalam maksiat, keharaman dan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya).

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Tergantung pada Baiknya Hati

Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah mengisyaratkan bahwa baiknya amalan badan seseorang dan kemampuannya untuk menjauhi keharaman, juga meninggalkan perkara syubhat (yang masih samar hukumnya, -pen), itu semua tergantung pada baiknya hati. Lihat Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 210.

Para ulama katakan bahwa walaupun hati (jantung) itu kecil dibandingkan dengan bagian tubuh yang lain, namun baik dan jeleknya jasad tergantung pada hati. (Lihat Syarh Muslim, 11: 29).

Para ulama katakan bahwa hati adalah malikul a’dhoo (rajanya anggota badan), sedangkan anggota badan adalah junuduhu (tentaranya). Lihat Jaami’ul ‘Ulum, 1: 210.

Letak Jalan Berpikir adalah Di Hati

Hadits ini juga merupakan dalil bahwa akal dan kemampuan memahami, pusatnya adalah di hati. Sumbernya adalah di hati, bukan di otak (kepala). Demikian disimpulkan oleh Ibnu Batthol dan Imam Nawawi rahimahullah.

Apa yang Dimaksud Baiknya Hati?
Para ulama berselisih pendapat mengenai maksud baiknya hati, berikut pendapat yang ada:
1- Yang dimaksud baiknya hati adalah rasa takut pada Allah dan siksanya.
2- Yang dimaksud adalah niat yang ikhlas karena Allah, ia tidak melangkahkan dirinya dalam ibadah melainkan dengan niat taqorrub pada Allah, dan ia tidak meninggalkan maksiat melainkan untuk mencari ridho Allah.
3- Yang dimaksud adalah rasa cinta pada Allah, juga cinta pada wali Allah dan mencintai ketaatan.
Intinya, ketiga makna ini semuanya dimaksudkan untuk baiknya hati. Demikian penjelasan guru kami, Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri dalam Syarh Al Arba’in, hal. 68-69.

Bagaimana Cara Baiknya Hati?

Guru kami, Syaikh Sholih Al Fauzan –semoga Allah memberkahi umur beliau dalam kebaikan dan ketaatan- mengatakan, “Baiknya hati adalah dengan takut pada Allah, rasa khawatir pada siksa-Nya, bertakwa dan mencintai-Nya. Jika hati itu rusak, yaitu tidak ada rasa takut pada Allah, tidak khawatir akan siksa-Nya, dan tidak mencintai-Nya, maka seluruh badan akan ikut rusak. Karena hati yang memegang kendali seluruh jasad. Jika pemegang kendali ini baik, maka baiklah yang dikendalikan. Jika ia rusak, maka rusaklah seluruh yang dikendalikan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaklah meminta pada Allah agar dikaruniakan hati yang baik. Jika baik hatinya, maka baik pula seluruh urusannya. Sebaliknya, jika rusak, maka tidak baik pula urusannya.” (Al Minhah Ar Robbaniyah fii Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, hal. 109).

Karenanya, yang sering Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam– minta dalam do’anya adalah agar hatinya terus dijaga dalam kebaikan. Beliau sering berdo’a,

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”

Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kenapa do’a tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya menjawab,

يَا أُمَّ سَلَمَةَ إِنَّهُ لَيْسَ آدَمِىٌّ إِلاَّ وَقَلْبُهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللَّهِ فَمَنْ شَاءَ أَقَامَ وَمَنْ شَاءَ أَزَاغَ

“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.” (HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Dalam riwayat lain dikatakan,

إِنَّ الْقُلُوبَ بِيَدِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ يُقَلِّبُهَا

“Sesungguhnya hati berada di tangan Allah ‘azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya.” (HR. Ahmad 3: 257. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini qowiy atau kuat sesuai syarat Muslim).

Bagaimana Hati Bisa Rusak?

Syaikh Sholih Al Fauzan mengutarakan bahwa rusaknya hati adalah dengan terjerumus pada perkara syubhat, terjatuh dalam maksiat dengan memakan yang haram. Bahkan seluruh maksiat bisa merusak hati, seperti dengan memandang yang haram, mendengar yang haram. Jika seseorang melihat sesuatu yang haram, maka rusaklah hatinya. Jika seseorang mendengar yang haram seperti mendengar nyanyian dan alat musik, maka rusaklah hatinya. Hendaklah kita melakukan sebab supaya baik hati kita. Namun baiknya hati tetap di tangan Allah. Lihat Al Minhah Ar Robbaniyah, hal. 110.

Moga setiap langkah kita senantiasa berada di atas kebaikan.

Al Hasan Al Bashri rahimahullah mengatakan, “Aku tidaklah memandang dengan pandanganku, tidak pula mengucap dengan lisanku, begitu pula tidak menyentuh dengan tanganku, dan tidak bangkit untuk melangkahkan kakiku melainkan aku melihat terlebih dahulu apakah ini semua dilakukan karena ketaatan ataukah maksiat. Jika dalam ketaatan, barulah aku mulai bergerak. Jika dalam maksiat, aku pun enggan.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 1: 213).

Ya muqollibal quluub, tsabbit quluubana ‘ala tho’atik (Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas ketaatan). Wallahul muwaffiq.



Referensi:
  • Al Minhah Ar Robbaniyah fii Syarh Al Arba’in An Nawawiyah, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan, terbitan Darul ‘Ashimah, cetakan pertama, tahun 1429 H.
  • Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ihya’ At Turots, cetakan kedua, 1392 H.
  • Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab Al Hambali, tahqiq Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Ibrahim Bajis, terbitan Muassasah Ar Risalah,cetakan kedelapan, tahun 1419 H.
  • Syarh Al Bukhari, Ibnu Batthol, Asy Syamilah
  • Syarh Al Arba’in An Nawawiyah Al Mukhtashor, Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy Syatsri, terbitan Dar Kunuz Isybiliya, cetakan pertama, tahun 1431 H.
Oleh: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, M.Sc
@ Sakan 27 Jami’ah Malik Su’ud, Riyadh-KSA, 26 Muharram 1434 H
Artikel: https://rumaysho.com/3028-jika-hati-baik.html

Rabu, 15 November 2017

Jhody: Udahlah, Ngapain Sih Loe Isi Kehidupan dengan Semua yang Semu. Udah Basi

View Article

Hidup itu cuma seperti lembaran kertas, jadi waktu loe corat coret otomatis sudah tertoreh.

Loe mau menghapusnya?
Ga akan bisa.

Pasti akan ada bekasnya, dan torehan yang sudah loe garisin udah pasti akan menjadi kenangan. Kenangan itu ga jauh dari bayangan. Bayangan itu sesuatu yang tidak dapat dilupakan karena sudah tercoret.

Anda mengira kalau hidup saya itu cuma sampai disini aja?
Ternyata tidak.

Siapa yang bisa menjamin hidup kita akan lebih baik setelah kematian?
Apa yang kita miliki : anak, istri, rumah, mobil, menantu, cucu, semua ga ada yang dibawa. Bahwa jasad kita sendiripun kita tinggalkan.

Terus apa yang menjamin kalau kehidupan kita akan lebih baik disana? Tidak ada.

Yah, kita akan menghadapi kematian dan tidak ada yang bisa menjamin kehidupan itu lebih baik atau lebih buruk dialam kubur. Kecuali kalian mendekatkan diri kepada Dzat yang Maha Agung.

Ingat, loe ga akan pernah kenyang dengan apa isi dunia ini.
Ketika loe kurang, loe akan minta lagi.
Ketika loe dapat, loe akan minta lebih lagi.
Jadi ga akan pernah habis.

Udahlah, ngapain sih loe isi kehidupan dengan semua yang semu. Udah basi.
Sekarang yang lebih penting lagi adalah mari kita fikirkan kehidupan yang lebih abadi, yang lebih lama lagi dengan lebih mencintai Allah subhanahu wataala. []

Jhody

Alhamdulillah, Jhody "Super Bejo" Memutuskan Untuk Berhijrah

View Article

Salah satu artis papan atas Jhody Sumantri atau yang lebih dikenal dengan nama Jhody Super Bejo akhirnya memutuskan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan menyatakan hijrah.

Keputusan Jodhy untuk hijrah tak lepas dari rangkaian pengalaman hidupnya. Saat dalam kondisi jauh dari Allah, sholat sudah jarang, tiba-tiba Jhody berada didalam kondisi yang akhirnya ikut Sholat berjamaah.

"Saya saat itu syuting di daerah puncak, jujur saat itu saya sudah lama banget ga Sholat. Alhamdulillah semua kru sinetron tersebut pada Sholat, hingga kemudian saya iseng ikut Sholat juga" kenang Jhody.
Setelah menunaikan Sholat itu, Jhody menceritakan bahwa dirinya ingin menangis dan aneh tidak tau apa penyebab utamanya dirinya menangis. Sejak saat itu ada kerinduan yang mendalam untuk lebih dekat lagi dengan Allah.

Jhody juga menceritakan sempat mendapat teguran dari Allah terkena sakit jantung dengan dipasang 3 buah ring ditubuhnya.

"Kalau bukan karena peringatan dan Allah sayang, mungkin sudah dipanggil. Tapi mungkin kembali lagi bahwa Allah memberikan kesempatan" papar Jhody.

Seiring perjalanan waktu kehidupan Jhody semakin berubah, hingga kini Jhody lebih aktif mengikuti kegiatan masjid dan dipercaya menjadi Muadzin. [islamedia/berdakwah]


Ini 10 Bahaya di Balik Makan Nasi Dicampur Mie Instan

View Article

Menyatukan nasi dengan mie instan dalam satu piring atau mangkok memang menyenangkan dan barangkali cukup enak. Aktivitas seperti ini tidak hanya dilakukan oleh anak kost, tapi juga mereka yang lagi pengin atau memang lagi mager.

Memang tak bisa disangkal juga bahwa makan seperti ini mengenyangkan dan sangat cukup untuk sekadar mengganjal perut.

Tapi, tahukah bahaya makan nasi yang dicampur dengan mie instan? Menurut Dr. Oz Indonesia, memakan mie dicampur nasi ternyata sangat tidak baik bagi kesehatan  tubuh. Berikut alasannya:

1. Potensi kencing manis
Kalori dalam nasi dan efek samping mie instan tidak sedikit. Jika semuanya diolah, maka hasil olahan yang berupa gula tersebut akan membuat penuh tubuh. Kerja organ pankreas menjadi lebih keras. Bahkan mampu terjadi kerusakan di pankreas. Bila sudah terjadi seperti itu, maka pankreas yang harusnya mampu memisahkan antara gula dan darah, yang terjadi adalah kedua zat tersebut menyatu dan tak bisa terfilter. Ketika anda kencing, masih ada dan mengandung gula

2. Meninggikan hormon insulin
Bmie dengan nasi akan menghasilkan sekitar 750  kalori. Secara kesehatan hal ini sangat baik untuk tubuh. Ketika makanan yang mengandung karbohidrat masuk dalam tubuh, ia akan di cerna menjadi gula atau amilum. Lalu hasil dari proses pencernaan nanti akan memasuki pankreas, dan di olah menjadi hormone insulin. Jika dalam porsi banyak, hormone juga akan terproduksi banyak.

3. Merusak pankreas
Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat nanti akan membuat rusak pankreas. Sebab hasil produksi gula yang nantinya akan di olah menjadi hormon insulin, organ tubuh yang paling banyak berperan adalah pankreas. Jika terlalu banyak gula, maka pankreas juga akan bekerja lebih keras dari biasanya, sehingga lama kelamaan pankreas anda mengalami kelelahan dan kerusakan.

4. Terlalu kaya karbohidrat
Keduanya sama-sama makanan yang mengandung karbohidrat. Jika terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat, maka rasa lapar anda akan hilang. Sehingga kecukupan gizi lain yang harusnya anda penuhi menjadi tidak terpenuhi. Padahal tubuh anda juga memerlukan kebutuhan nutrisi lain yaitu protein, lemak, dan mineral

5. Meningkatkan kerusakan organ hati
Zat karbohidrat yang ada dalam tubuh yang berlebih akan di pecah menjadi zat lain. Misalnya anda kekurangan nutrisi lemak. Maka karbohidrat tersebut juga akan di pecah menjadi lemak. Nah pemrosesan lemak ini akan di transfer ke organ hati sebagai pembantu sistem pencernaan metabolisme. Anda masih bisa tersenyum lega jika hati menjadi tempat menumpuknya sel lemak yang baik. Namun, jika ternyata yang menumpuk di hati anda adalah lemak jahat, siapa yang tahu?

6. Melebarkan volume perut
Orang yang terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat, maka volume atau lingkar perut akan menjadi lebih lebar. Anda bisa melihat dari kebanyakan orang yang mengalami obesitas, memiliki lingkar perut yang luar biasa bundar bukan?

7. Pemicu penyakit lain
Dengan keadaan karbohidrat yang terlalu banyak, maka tubuh bagian perut anda akan menjadi lebih lebar. Jika ukuran perut anda adalah setengah dari tinggi badan, hal ini akan mampu meningkatkan resiko bahaya obesitas menjadi sarang berbagai macam penyakit.

8. Risiko obesitas
Bahaya makan mie dengan nasi yang dikonsumsi dalam taraf yang berlebihan, tanpa anda mengimbangi dengan makanan yang mengandung protein dan vitamin lainya, mampu meningkatkan obesitas. Sebab karbohidrat mampu di pecah menjadi lemak. Nah dari sumber inilah yang menyebabkan anda beresiko memiliki berat badan lebih atau obesitas.

9. Kandungan mie instan yang tidak baik
Mie instan merupakan salah satu makanan yang tidak bergizi. Dalam istilah kedokteran lebih terkenal dengan istilah junk food atau makanan sampah. Bahaya junk food di dalam mie instan, tak ada kandungan protein dan vitamin, apalagi serat. Hanya ada lemak dan karbohidrat saja.

10. Risiko tekanan darah yang meninggi
Bahaya makan mie instan memang sangat tidak baik untuk tubuh. Terdapat zat sodium yang mampu meningkatkan tekanan darah dalam tubuh. Bahkan mampu meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti jantung.

Lalu, bagaimana sebaiknya?

Daripada mencampurkan mie dengan nasi untuk menciptakan kenyang,  lebih baik untuk mengolahnya lebih lanjut. Misalnya dengan mencampur sayuran, potongan daging atau kornet, juga di tambah dengan telur ceplok. Selain sebagai penyeimbang kebutuhan nutrisi tubuh, juga kandungan jahat mie tidak akan terlalu merusak tubuh. Bahkan bila perlu, tidak menggunakan bumbu dari mie instan tersebut. []

Gadis Bercadar yang Jadi Duta Bahari, Siapakah Dia?

View Article

Duta secara lahiriah biasanya rupawan atau minimal menonjolkan bagian tubuh yang dinilai menarik. Namun bagaimana jika duta tapi mengenakan cadar?

Adalah Jumiati Wahab yang membuktikan bahwa bercadar tidak menjadi penghalang baginya untuk mengaktualisasikan diri. Muslimah itu terpilih sebagai Duta Bahari dan siap mengenalkan Maluku Utara kepada sesama peserta dari seluruh Indonesia.

Seusai dinobatkan sebagai Duta Bahari dalam Kapal Pemuda Nusantara (KPN) ia tidak dapat menyembunyikan ekspresi semringahnya. Bersama Suratman Dano Mas'ud dan Sabar Wahyudi, tiga anak muda ini didapuk mewakili Maluku Utara dalam ajang tahunan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Proses seleksinya dilakukan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi dan Korps Alumni KPN," ungkap  Jumi, begitu ia akrab disapa, kepada Malut Post pada Kamis (9/11).

Penetapan Duta Bahari sendiri dilakukan sejak Juni lalu. Kegiatannya baru akan dimulai pada 14 November nanti. Waktu yang ada dimanfaatkan Jumi dan dua rekannya untuk menyiapkan diri sebaik mungkin.

“Pada hari-H nanti, kami berkumpul untuk bertukar gagasan serta saling memperkenalkan potensi yang dimiliki daerah masing-masing,” tuturnya.

KPN sendiri bertujuan mendukung terbentuknya pemuda Indonesia yang memahami keberagaman budaya, juga memberi ruang untuk bertukar gagasan mengenai kontribusi pemuda dalam mempelajari dan mengelola potensi sumberdaya alam di daerah.

“Nantinya kami akan dikumpulkan di Jakarta dan berangkat bersama peserta KPN se-Indonesia menuju Sabang, Aceh, dengan menggunakan KM Kelud," sambung mahasiswa Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) itu.

Ia dan kedua partnernya sudah menyiapkan sejumlah hal yang akan ditampilkan selama KPN berlangsung. Mulai dari budaya, pariwisata, hingga potensi maritim. Ajang itu sendiri akan berlangsung sejak 14 November sampai 10 Desember 2017.

“Tugas kami, perwakilan Duta Bahari Maluku Utara, di sana yaitu turut memeriahkan puncak Sail Sabang pada tanggal 1-2 Desember 2017, juga mempromosikan kebudayaan, pariwisata dan kemaritiman Maluku Utara. Di sana nanti akan ada penampilan budaya dan video pemaparan daerah Maluku Utara. Kami bertiga juga akan membawakan tarian Kapita dan Cakalele,” jabarnya.

Waktu pelaksanaan KPN yang cukup lama diharapkan Jumi dapat menjadi kesempatan bagus untuk memperkenalkan Malut.

“Semoga kami bertiga bisa membawa nama baik Maluku Utara di ajang ini dan memperkenalkan budaya serta pariwisata Maluku Utara, menambah jejaring, dan memperkaya wawasan tentang budaya Indonesia melalui Kapal Pemuda Nusantara ini," sambung kelahiran 18 Desember 1992 ini.

Ia memang sudah laman ingin bertandang ke provinsi paling barat Indonesia itu. Sebagai muslimah, baginya Aceh merupakan daerah yang paling menarik untuk didatangi guna memperdalam pengetahuan tentang Islam.

“Aceh yang sering disebut Serambi Makkah adalah kota yang menerapkan hukum Islam. Saya berharap bisa mempelajari lebih banyak tentang Islam di sana," tambah anak ketiga dari empat bersaudara itu. [BersamaDakwah]

Baca jugaIni Hukum Memakai Cadar dalam Pandangan 4 Madzhab

Hina Hadist Shahih, Ananda Sukarlan: Masih Percaya Janji Masuk Surga?

View Article

Setelah pidatonya yang kontroversial di acara peringatan 90 tahun Kanisius, netizen menemukan pernyataan kontroversial lainnya dari Ananda Sukarlan.

Ia mempertanyakan apakah masih percaya dengan janji masuk surga yang dilayani 72 bidadari.

“Btw kalo janji2 satu2 gak ditepatin, masih percaya janji yg masuk surga yg diladenin 72 bidadari itukah bro? Masih kali ya, msh lama soalnya,” cuit Ananda Sukarlan melalui akun Twitter @anandasukarlan, Ahad (5/11/2017) lalu.

Entah siapa yang dimaksud oleh Ananda Sukarlan tidak menepati janji. Namun, twit itu dinilai kontroversial oleh netizen. Bahkan ditanyakan apakah Ananda Sukarlan ingin mengikuti idolanya berwisata ke Hotel Prodeo.

“Ternyata Ananda Sukarlan alumni Kolose Kanisius yang walk out saat Anies Baswedan pidato itu pernah nulis tweet kontroversial. *mau ngikut jalan idolanya kayaknya, berwisata ke hotel prodeo,” kata Mirza Husni melalui akun Facebook pribadinya, Selasa (14/11/2017), sembari mengunggah screenshoot cuitan Ananda Sukarlan tersebut.
Entah siapa pula yang dimaksud oleh Ananda Sukarlan, yang menjanjikan surga dengan 72 bidadari. Namun yang jelas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjanjikan surga dengan 72 bidadari kepada para syuhada’.

إِنَّ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ سِتَّ خِصَالٍ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِهِ وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنْ الْجَنَّةِ وَيُحَلَّى حُلَّةَ الْإِيمَانِ وَيُزَوَّجَ مِنْ الْحُورِ الْعِينِ وَيُجَارَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَيَأْمَنَ مِنْ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ

“Bagi orang yang mati syahid di sisi Allah enam keutamaan, ia diampuni tatkala pertama kali darahnya muncrat, ia melihat tempat duduknya di surga, ia dihiasi dengan gaun keimanan, ia dinikahkan dengan 72 bidadari, ia diselamatkan dari azab qubur, dan diamankan tatkala hari kebangkitan” (HR Ahmad dan Tirmidzi; shahih)

Para ulama juga menjelaskan, penduduk surga bisa mendapatkan bidadari sesuai permintaan mereka atas izin Allah. [Ibnu K/Tarbiyah.net]