Minggu, 24 September 2017

Begini Sebaiknya Sikap Muslim Menyikapi Perayaan "Ulang Tahun"?

View Article

Ada hari yang dirasa spesial bagi kebanyakan orang. Hari yang mengajak untuk melempar jauh ingatan ke belakang, ketika saat ia dilahirkan ke muka bumi, atau ketika masih dalam buaian dan saat-saat masih bermain dengan ceria menikmati masa kecil. Ketika hari itu datang, manusia pun kembali mengangkat jemarinya, untuk menghitung kembali tahun-tahun yang telah dilaluinya di dunia. Ya, hari itu disebut dengan hari ulang tahun.

Nah sekarang, pertanyaan yang hendak kita cari tahu jawabannya adalah: bagaimana sikap yang Islami menghadapi hari ulang tahun?

Jika hari ulang tahun dihadapi dengan melakukan perayaan, baik berupa acara pesta, atau makan besar, atau syukuran, dan semacamnya maka kita bagi dalam dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, perayaan tersebut dimaksudkan dalam rangka ibadah. Misalnya dimaksudkan sebagai ritualisasi rasa syukur, atau misalnya dengan acara tertentu yang di dalam ada doa-doa atau bacaan dzikir-dzikir tertentu. Atau juga dengan ritual seperti mandi kembang 7 rupa ataupun mandi dengan air biasa namun dengan keyakinan hal tersebut sebagai pembersih dosa-dosa yang telah lalu. Jika demikian maka perayaan ini masuk dalam pembicaraan masalah bid’ah. Karena syukur, doa, dzikir, istighfar (pembersihan dosa), adalah bentuk-bentuk ibadah dan ibadah tidak boleh dibuat-buat sendiri bentuk ritualnya karena merupakan hak paten Allah dan Rasul-Nya. Sehingga kemungkinan pertama ini merupakan bentuk yang dilarang dalam agama, karena Rasul kita Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Orang yang melakukan ritual amal ibadah yang bukan berasal dari kami, maka amalnya tersebut tertolak” [HR. Bukhari-Muslim]

Perlu diketahui juga, bahwa orang yang membuat-buat ritual ibadah baru, bukan hanya tertolak amalannya, namun ia juga mendapat dosa, karena perbuatan tersebut dicela oleh Allah. Sebagaimana hadits,

أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ ، لَيُرْفَعَنَّ إِلَىَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لأُنَاوِلَهُمُ اخْتُلِجُوا دُونِى فَأَقُولُ أَىْ رَبِّ أَصْحَابِى . يَقُولُ لاَ تَدْرِى مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga). Dinampakkan di hadapanku beberapa orang di antara kalian. Ketika aku akan mengambilkan (minuman) untuk mereka dari al haudh, mereka dijauhkan dariku. Aku lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, ini adalah umatku.’ Lalu Allah berfirman, ‘Engkau sebenarnya tidak mengetahui bid’ah yang mereka buat sesudahmu.’ “ (HR. Bukhari no. 7049)

Kemungkinan kedua, perayaan ulang tahun ini dimaksudkan tidak dalam rangka ibadah, melainkan hanya tradisi, kebiasaan, adat atau mungkin sekedar have fun. Bila demikian, sebelumnya perlu diketahui bahwa dalam Islam, hari yang dirayakan secara berulang disebut Ied, misalnya Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat merupakan hari Ied dalam Islam. Dan perlu diketahui juga bahwa setiap kaum memiliki Ied masing-masing. Maka Islam pun memiliki Ied sendiri. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا

“Setiap kaum memiliki Ied, dan hari ini (Iedul Fitri) adalah Ied kita (kaum Muslimin)” [HR. Bukhari-Muslim]

Kemudian, Ied milik kaum muslimin telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya hanya ada 3 saja, yaitu Iedul Fitri, Iedul Adha, juga hari Jumat. Nah, jika kita mengadakan hari perayaan tahunan yang tidak termasuk dalam 3 macam tersebut, maka Ied milik kaum manakah yang kita rayakan tersebut? Yang pasti bukan milik kaum muslimin.

Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

Maka orang yang merayakan Ied yang selain Ied milik kaum Muslimin seolah ia bukan bagian dari kaum Muslimin. Namun hadits ini tentunya bukan berarti orang yang berbuat demikian pasti keluar dari statusnya sebagai Muslim, namun minimal mengurangi kadar keislaman pada dirinya. Karena seorang Muslim yang sejati, tentu ia akan menjauhi hal tersebut. Bahkan Allah Ta’ala menyebutkan ciri hamba Allah yang sejati (Ibaadurrahman) salah satunya,

والذين لا يشهدون الزور وإذا مروا باللغو مروا كراما

“Yaitu orang yang tidak ikut menyaksikan Az Zuur dan bila melewatinya ia berjalan dengan wibawa” [QS. Al Furqan: 72]

Rabi’ bin Anas dan Mujahid menafsirkan Az Zuur pada ayat di atas adalah perayaan milik kaum musyrikin. Sedangkan Ikrimah menafsirkan Az Zuur dengan permainan-permainan yang dilakukan adakan di masa Jahiliyah.

Jika ada yang berkata “Ada masalah apa dengan perayaan kaum musyrikin? Toh tidak berbahaya jika kita mengikutinya”. Jawabnya, seorang muslim yang yakin bahwa hanya Allah lah sesembahan yang berhak disembah, sepatutnya ia membenci setiap penyembahan kepada selain Allah dan penganutnya. Salah satu yang wajib dibenci adalah kebiasaan dan tradisi mereka, ini tercakup dalam ayat,

لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya” [QS. Al Mujadalah: 22]

Kemudian Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin –rahimahullah– menjelaskan : “Panjang umur bagi seseorang tidak selalu berbuah baik, kecuali kalau dihabiskan dalam menggapai keridhaan Allah dan ketaatanNya. Sebaik-baik orang adalah orang yang panjang umurnya dan baik amalannya. Sementara orang yang paling buruk adalah manusia yang panjang umurnya dan buruk amalannya.

Karena itulah, sebagian ulama tidak menyukai do’a agar dikaruniakan umur panjang secara mutlak. Mereka kurang setuju dengan ungkapan : “Semoga Allah memanjangkan umurmu” kecuali dengan keterangan “Dalam ketaatanNya” atau “Dalam kebaikan” atau kalimat yang serupa. Alasannya umur panjang kadang kala tidak baik bagi yang bersangkutan, karena umur yang panjang jika disertai dengan amalan yang buruk -semoga Allah menjauhkan kita darinya- hanya akan membawa keburukan baginya, serta menambah siksaan dan malapetaka” [Dinukil dari terjemah Fatawa Manarul Islam 1/43, di almanhaj.or.id].

Jika demikian, sikap yang Islami dalam menghadapi hari ulang tahun adalah: tidak mengadakan perayaan khusus, biasa-biasa saja dan berwibawa dalam menghindari perayaan semacam itu. Mensyukuri nikmat Allah berupa kesehatan, kehidupan, usia yang panjang, sepatutnya dilakukan setiap saat bukan setiap tahun. Dan tidak perlu dilakukan dengan ritual atau acara khusus, Allah Maha Mengetahui yang nampak dan yang tersembunyi di dalam dada. Demikian juga refleksi diri, mengoreksi apa yang kurang dan apa yang perlu ditingkatkan dari diri kita selayaknya menjadi renungan harian setiap muslim, bukan renungan tahunan. Wallahu’alam.


Penulis: Yulian Purnama

Rujukan:
Artikel http://www.almanhaj.or.id/content/1584/slash/0
Artikel http://www.saaid.net/Doat/alarbi/6.htm
Artikel https://muslim.or.id/3793-sikap-yang-islami-menghadapi-hari-ulang-tahun.html
Artikel https://almanhaj.or.id/498-perayaan-hari-kelahiran-ulang-tahun.html

Jumat, 22 September 2017

Runtuhnya Kerajaan Granada, Kerajaan Islam Terakhir di Spanyol

View Article

Pada tahun 711, umat Islam mulai memasuki semenanjung Iberia. Dengan misi mengakhiri kekuasaan tiran, Raja Roderick. Umat Islam di bawak kepemimpinan Thariq bin Ziyad menyeberangi lautan yang memisahkan Maroko dan daratan Spanyol. Tujuh tahun kemudian, sebagian besar wilayah semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal sekarang) berhasil diduduki oleh umat Islam. Dan kekuasaan tersebut berlanjut selama lebih dari 700 tahun.

Pada tahun 900-an M, Islam mencapai puncak kejayaannya di tanah Andalusia. Lebih dari 5 juta muslim tinggal di daerah tersebut, dengan prosentase mencapai 80% penduduk. Kerajaan yang kuat kala itu, Dinasti Umayah II menjadi penguasa tunggal di daerah tersebut dan menjadi kerajaan yang paling maju dan palign stabil kondisi sosialnya di daratan Eropa. Namun, masa keemasan sosial dan politik ini tidaklah abadi. Pada tahun 1000-an M, kerjaan ini runtuh dan terpecah-pecah menjadi beberapa negara kecil yang disebut tha-ifah.

Thaifah-thaifah muslim ini adalah wilayah yang memiliki otonomi masing-masing sehingga sangat rentan diserang oleh kerajaan-kerajaan Kristen Eropa yang berada di wilayah Utara. Sepanjang dua ratus tahun berjalan, satu per satu thaifah berhasil ditaklukkan oleh kerajaan-kerajaan Kristen Eropa (Reconquista). Dan akhirnya pada tahun 1240-an M, hanya tersisa satu kerajaan Islam saja di benua biru tersebut, di ujung Selatan tanah Andalusia, itulah Kerajaan Granada.

Tulisan yang singkat ini akan memaparkan bagaimana kerajaan Islam terakhir di Eropa ini runtuh.

Emirat Granada

Selama terjadinya reconquista, kerajaan Islam satu per satu jatuh ke wilayah kekuasaan kerajaan Kristen yang melakukan penyerangan dari Utara. Dimulai dari tahun 1000-an hingga 1200-an, kota-kota utama semisal Cordoba, Sevilla, Toledo bergiliran dikuasai. Gerakan al-Murabitun dan Muwahidun (yang kemudian menjadi sebuah daulah pen.) di Afrika Utara, turut memiliki andil membantu Kristen Eropa, meskipun perpecahan umat Islam adalah faktor utama yang menyebabkan keruntuhan Islam di Eropa.

Pegunungan Sierra Nevada yang menjadi benteng alami Kerajaan Granada

Pada era tersebut, tahun 1200-an, Granada sempat berhasil menghindarkan diri dari penaklukkan kerajaan-kerajaan Eropa. Setelah jatuhnya Kota Cordoba, Granada menyepakati perjanjian dengan Kerajaan Castile, salah satu kerajaan Kristen yang terkuat di Eropa. Perjanjian tersebut berisikan kesediaan dan ketundukan Granada dengan membayar upeti berupa emas kepada Kerajaan Castile setiap tahunnya. Timbal baliknya, Castile menjamin independensi Granada dalam urusan dalam negeri mereka dan lepas dari ancaman invasi Castile.

Selain membayar upeti, faktor lain yang membantu Granada terhindar dari penklukkaan adalah letak geografisnya. Kerajaan ini terletak di kaki pegunungan Sierra Nevada yang menjadi benteng alami melindungi kerajaan dari invasi pihak-pihak luar.

Peperangan Kerajaan Granada

Selama lebih dari 250 tahun, Granada tetap tunduk kepada Castile dengan membayar upeti. Namun dikelilingi oleh kerajaan-kerajaan Kristen yang tidak bersahabat tetap saja membuat Granada dalam keadaan terancam. Mereka tidak pernah aman dari ancaman penaklukkan.

Suratan takdir tentang keruntuhan Granada pun dimulai, ketika Raja Ferdinand dari Aragon menikah dengan Putri Isabella dari Castile. Pernikahan ini menyatukan dua kerajaan terkuat di semenanjung Iberia yang merajut cita-cita yang satu, menaklukkan Granada dan menghapus jejak-jejak Islam di benua biru.

Tahun 1482 pertempuran antara Kerajaan Kristen Spanyol dan emirat Granada pun dimulai. Meskipun secara jumlah dan kekuatan materi Granada kalah jauh, namun semangat juang masyarakat muslim Granada sangatlah besar, mereka berperang dengan penuh keberanian. Sejarawan Spanyol mengatakan, “Orang-orang muslim mencurahkan seluruh jiwa raga mereka dalam peperangan, mereka layaknya seseorang pemberani dengan tekad yang kuat mempertahankan diri mereka, istri, dan anak-anak mereka.” Demikian juga masyarakat sipil Granada, mereka turut serta dalam peperangan dengan gagah berani, mempertahankan tanah air mereka dan mempertahankan eksistensi Islam di tanah Eropa.

Saat itu, orang-orang Kristen bersatu padu, tidak lagi berpecah belah sebagaimana keadaan mereka di masa lalu. Beda halnya dengan Granada yang malah menghadapi pergolakan politik. Para pemimpin muslim dan para gubernur cenderung saling
sikut, memiliki ambisi yang berbeda-beda, dan berusaha saling melengserkan satu sama lain. Di antara mereka ada yang berperan sebagai mata-mata Kristen dengan iming-iming imbalan kekayaan, tanah, dan kekuasaan. Lebih parah dari itu, pada tahun 1483, Sultan Muhammad, anak dari Sultan Granada, mengadakan pemberontakan terhadap ayahnya sehingga memicu terjadinya perang sipil.

Raja Ferdinand benar-benar memanfaatkan situasi ini untuk membuat Granada kian lemah, ia mendukung pemberontakan Sultan Muhammad melawan ayah dan anggota keluarganya. Pasukan-pasukan Kristen dikerahkan oleh Ferdinand turut berperang bersama Sultan Muhammad menghadapi anggota keluarganya. Akhirnya Sultan Muhammad berhasil menaklukkan anggota kerajaan dan menguasai Granada. Namun kekuasaannya ini hanya terbatas di wilayah Kota Granada saja, karena pasukan Kristen menekan dan mengambil wilayah-wilayah pedesaannya.

Akhir dari Granada

Tidak lama setelah menguasai Granada, Sultan Muhammad mendapat surat dari Raja Ferdinand untuk menyerahkan Granada ke wilayah kekuasaannya. Sang sultan pun terkejut dengan permintaan Raja Ferdinand, karena ia menyangka Raja Ferdinand akan memberikan wilayah Granada kepadanya dan membiarkannya menjadi raja di wilayah tersebut.

Akhirnya Sultan Muhammad sadar bahwa ia hanya dimanfaatkan sebagai pion oleh Ferdinand untuk melemahkan dan mempermudah jalan pasukan Kristen menaklukkan Granada. Muhammad berusaha untuk menggalang kekuatan dengan bersekutu bersama prajurit Islam di Afrika Utara dan Timur Tengah untuk memerangi kekuatan Kristen Eropa. Namun bantuan yang diharapkan Muhammad tidaklah sesuai dengan harapannya. Turki Utsmani hanya mengirimkan sekelompok kecil angkatan laut yang tidak berpengaruh banyak terhadap kekuatan Kristen Eropa.

Pada tahun 1491, Granada dikepung oleh pasukan-pasukan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Dari menara istananya, Muhammad melihat pasukan Kristen dalam jumlah yang besar telah mengepung dan bersiap menyerang Granada. Muhammad pun dipaksa untuk menandatangani surat penyerahan Granada kepada pasukan sekutu Kristen. Peristiwa ini terjadi pada November 1491.

Akhir dari granada

Pada tanggal 2 Januari 1492, pasukan Kristen memasuki Kota Granada. Pasukan-pasukan ini memasuki istana Alhambra, mereka memasang bendera-bendera dan simbol-simbol kerajaan Kristen Eropa di dinding-dinding istana sebagai tanda kemenangan, dan di menara tertinggi istana Alhambra mereka pancangkan bendera salib agar rakyat Granada mengetahui siapa penguasa mereka sekarang. Keadaan saat itu benar-benar mencekam, rakyat muslim Granada tidak berani keluar dari rumah-rumah mereka dan jalanan pun lengang dari hiruk pikuk manusia.

Setelah itu, Sultan Muhammad diasingkan. Beberapa saat perjalanan, di puncak gunung, ia menoleh kepada bekas wilayahnya sambil menitikkan air mata. Ibunya yang melihat keadaan itu tidak simpatik kepada putranya, bahkan ia memarahinya dengan mengatakan, “Jangan engkau menangis seperti perempuan, karena engkau tidak mampu mempertahankan Granada layaknya seorang laki-laki”.

Orang-orang Kristen menjanjikan toleransi dan kedamaian terhadap masyarakat Islam Granada, walaupun kemudian perjanjian itu mereka batalkan sendiri. Ribuan umat Islam terbunuh dan yang lainnya mengungsi menyeberang lautan menuju wilayah Afrika Utara.

Itulah akhir dari peradaban Islam di Spanyol yang telah berlangsung lebih dari tujuh abad lamanya. Cahaya Islam menghilang dari daratan tersebut dengan terusir dan tewasnya umat Islam di sana, kemudian diganti dengan pendatang-pendatang Kristen yang menempati wilayah tersebut.


Sumber: lostislamichistory.com
Artikel: http://kisahmuslim.com/4075-runtuhnya-kerajaan-granada-kerajaan-islam-terakhir-di-spanyol.html

Ada Upaya Membredel Hafalan Ayat dan Hadits, agar Mudah Dimuktazilah Liberalkan

View Article
Ustaz Hartono Ahmad Jaiz secara spontan diminta oleh Ustaz Dr Muhammad Arifin Badri untuk menyampaikan pengalaman dakwahnya kepada para mahasiswa STDI dan jamaah yang memenuhi masjid lantai satu dan dua, Masjid STDI Imam Syafi’i , Jember, Jawa Timur, pad


Ada upaya pembredelan hafalan ayat dan hadits agar mudah dimu'tazilahkan dan bahkan diliberalkan (menganggap semua agama relatif sama benarnya). Sehingga ketika mahasiswa diajari bahwa tokoh non Islam yang dinilai baik (oleh kaum liberal) maka dia pun dianggap akan masuk surga.

Peringatan itu disampaikan oleh Ustaz Hartono Ahmad Jaiz di Masjid STDI (Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah) Imam Syafi’i Jember Jawa Timur, malam Jumat 24 Zulhijjah 1438/ 14 September 2017.

Hartono bersama rombongan Yayasan Abu Bakar Shidiq Bintaro Tangerang pimpinan Nugraha dan Adang mengunjungi STDI Imam Syafi’i. Saat itu secara spontan dia diminta oleh Ustaz  Dr Muhammad Arifin Badri pemimpin lembaga pendidikan tinggi Islam ini, untuk memberi tausiyah dan pengalaman dakwah kepada para mahasiswa dan jamaah shalat yang memenuhi masjid lantai satu dan dua itu, seusai Dr Syafiq Riza Hasan Basalamah (tampak bersorban merah) menyampaikan kajiannya ba’da maghrib hingga ba’da ‘isya’.

Adanya upaya mengikis hafalan ayat dan hadits itu, menurut Ustadz Hartono Jaiz, dimotori oleh tokoh yang mengubah kurikulum pendidikan tinggi Islam se-Indonesia, dari Ahlus Sunnah ke Mu’tazilah tahun 1980-an. Ustadz Hartono menyampaikan, dirinya mewawancarai langsung Prof Harun Nasution pengubah kurikulum itu. Harun mengaku bahwa diubahnya kurikulum dari Ahlussunnah ke (aliran sesat) Mu’tazilah itu dengan alasan, kalau tetap di Ahlus Sunnah maka tidak akan maju-maju, karena masih percaya takdir. Adapun Mu’tazilah diklaim sebagai aliran rasionalis. (Padahal  percaya taqdir adalah satu rukun dari enam rukun iman) .

Oleh karena itu, Ustadz Hartono Ahmad  Jaiz  menulis buku Ada pemurtadan di IAIN (maksudnya Perguruan Tinggi Islam se-Indonesia). Untuk menulis buku itu bahannya sudah dikumpulkan dengan mengumpulkan makalah-makalah para dosen se-Indonesia yang ditatar Harun Nasution di Yogyakarta, sejak 1977, kemudian buku itu baru ditulis dan diterbitkan tahun 2006. Kemudian buku itu dibedah di berbagai perguruan tinggi Islam, dari UIN Jakarta,  Serang Banten, Lampung, Medan, Semarang, sampai Makassar dan lainnya.

Di antara jalan untuk memuluskan pemu’tazilahan yang ujungnya peliberalan itu adalah membredel hafalan ayat dan hadits. Dan itu pernah dihadapi langsung oleh Ustadz Hartono.

Dituturkan, dalam seminar di Masjid IAIN Medan, Sabtu 11 Maret 2006M/ 10 Shafar 1427 H, Ikbal Irham seorang dosen IAIN Medan yang mengaku muridnya mendiang Harun Nasution di Pasca Sarjana IAIN (kini UIN) Jakarta mengemukakan, Harun Nasution mengajarkan dalam perkuliahan bahwa Bunda Theresia (Nasrani) kelak masuk surga. Dan itu ada ayatnya:

لَيْسُوا سَوَاءً مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ أُمَّةٌ قَائِمَةٌ يَتْلُونَ ءَايَاتِ اللَّهِ ءَانَاءَ اللَّيْلِ وَهُمْ يَسْجُدُونَ(113) يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِينَ(114)

Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang). (QS Ali Imran: 113).

Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan mereka menyuruh kepada yang ma‘ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (QS Ali Imran: 114).

Dosen yang murid Harun Nasution itu mengemukakan hal tersebut dalam seminar di Masjid IAIN Medan, Sabtu 11 Maret 2006M/ 10 Shafar 1427 H. Dia juga berupaya membela Nurcholish Madjid di hadapan Dr Masri Sitanggang, seorang pembicara dalam seminar ini. Karena Dr Masri menegaskan bahwa Nurcholish Madjid dulu tidak mampu mempertahankan pendapatnya tentang Islam bukan nama agama, ketika dibantah oleh Masri dalam seminar di Medan, 27 Juli 1993. Saat itu, Masri membantah Nurcholish Madjid dengan makalah berjudul Kajian Kritis terhadap Makalah Nurcholish Madjid Berjudul: Beberapa Renungan tentang Kehidupan Keagamaan untuk Generasi Mendatang.

Murid Harun Nasution dijawab

Ungkapan dosen yang murid Harun Nasution tentang Ahli Kitab itu saya (Hartono Ahmad Jaiz) jawab: Nah itulah buktinya. Karena pelajaran hafalan (ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) sudah dibredel di IAIN, maka mahasiswa (walaupun di pasca sarjana) tidak hafal ayat, tidak hafal hadits, tidak tahu tafsir ayat, dan tak kenal asbabun nuzulnya. Maka ketika dikemukakan hal yang sebenarnya bertentangan dengan isi ayat dan hadits, mahasiswa hanya ikut saja, tidak bisa membantahnya. Padahal kalau tahu asbabun nuzulnya, bahwa ayat itu berkaitan dengan Raja Najasyi, maka tahu bahwa Ahli Kitab di situ orang yang sudah masuk Islam. Sebagaimana orang yang beriman dari kalangan Fir’aun masih disebut min ali fir’aun, dari kalangan Fir’aun, tetapi sudah beriman, keyakinannya tidak seperti Fir’aun.

Di samping itu, kalau hafal hadits, maka akan menyanggah pernyataan Harun Nasution itu, karena ada hadits sohih riwayat Muslim, siapa saja yang sudah mendengar seruan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kemudian mati dalam keadaan tak beriman kepadanya maka pasti termasuk penghuni-penghuni neraka.

Haditsnya:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ.(رواه مسلم).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa shallallahu ‘alaihi wa sallam ilaa jamii’in naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).

Untuk menjelaskan sesatnya paham Harun Nasution mengenai ayat laisu sawaa’ perlu kita merujuk kepada penjelasan ulama, di antaranya penafsiran Imam Ibnu Taimiyyah dalam Kitab Daqoiqut Tafsir juz 1 halaman 313-319.

Dari pengalaman itu, lanjut Ustaz Hartono Ahmad Jaiz, dirinya merasa bergembira, kini tumbuh penggalakan hafalan Al-Qur’an dan Hadits di mana-mana di dalam pendidikan Islam. Bahkan ada musabaqoh hafalan Qur’an dan hadits (MHQH) tingkat nasional bahkan internasional. Semoga hal itu besar manfaatnya dan mendorong untuk mampu menghafal dan memahami dengan baik. Karena ternyata yang dihadapi adalah keadaan yang sangat memerlukan adanya generasi yang hafal ayat dan hadits serta mengerti tafsirnya dan kaitan-kaitannya. Sehingga tidak mudah untuk diliberalkan yang membahayakan agama karena merelatifkan kebenaran Islam disamakan dengan agama-agama lainnya.

Oleh karena itu, perlu disadari bahwa menuntut ilmu ini adalah tugas mulia yang ayatnya disandingkan atau diimbangkan dengan jihad.

{وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ} [التوبة: 122]

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. [At Tawbah: 122]

لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ 

untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama, itu harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Dalam pepatah Arab, kata Hartono ada ungkapan:
قبل الرِّماء تُملأُ الكنائن 

Sebelum kamu berburu dengan panah maka wajib menyiapkan panah-panah lebih dulu dan memenuhi wadah dengan panah.

Ini pepatah digunakan untuk mengingatkan pentingnya persiapan dalam menghadapi perkara apapun sebelum terjadinya peristiwa yang akan dihadapi.

Dicontohkan dalam nasihat singkat itu, seorang Ustaz di Purbalingga, Jawa Tengah, untuk menyampaikan pengajian tafsir di Masjid Agung Purbalingga ba’da maghrib selama setengah jam, dikatakan perisapannya sampai tujuh jam. Itu agar yang disampaikan benar-benar shahih...

Oleh karena itu, lanjutnya, para thullabul ‘ilm hendaknya menggunakan waktu sebaik-baiknya, sungguh-sungguh dalam belajar, sehingga ketika menjalankan tugas:

وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ} [التوبة: 122]

dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. [At Tawbah: 122]

telah punya bekal sebaik-baiknya. Hingga mampu memberi peringatan kepada Ummat, sekaligus mampu menghadapi persoalan-persoalan yang mengitarinya.

Demikian nasihat yang disampaikan, dalam kunjungan rombongan dari Jakarta ke STDI Imam Syafi’i Jember untuk bertemu para Ustadz yang rata-rata doktor dari Madinah ini.

Dalam perbincangan dengan Pemimpin STDI, Ustadz Muhammad Arifin Badri (baju kotak-kotak) didampingi Dr Muhammad Nur Ihsan (berpeci putih, kanan) banyak hal mengenai pendidikan Islam dan dakwah yang disampaikan secara familier. Keakraban pun tampak terasa, seakan seperti saudara kandung yang sudah lama tidak ketemu. Kenikmatan persaudaraan Islam dengan saling mengunjungi seperti ini tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. [suara-islam/berdakwah]

Baca: Apa Itu Jaringan Islam Liberal (JIL)?

Reportase dan foto: Kru Yayasan Abu Bakar Shiddiq Bintaro Jakarta-Tangerang.

Wajib Baca! Ternyata Suku-Suku Indian Sudah Memeluk Islam

View Article

Assalamuallaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saya ingat dengan ceramah bpk Rizky waktu sedang bedah buku “Knight Templar knight of christ”, waktu itu bpk sempat bercerita sekilas tentang penemuan benua Amerika oleh christoper colombus dan tindakan colombus yang membantai habis suku-suku indian, waktu itu kalau tidak salah bpk menyebut bahwa sebab colombus membantai suku-suku indian dikarenakan suku indian sudah memeluk islam.

yang ingin saya tanyakan bagaimana Islam masuk ke benua Amerika tersebut dan pada tahun berapa perkiraannya..?

mohon dijelaskan
terima kasih
wasalam mualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Wa’alaikumusalam warahmatullahi wabarakatuh,

Saudara RAD yang senantiasa berada dalam rahmat dan hidayah Allah Subhanahu Wa Ta'ala, Christoforo Colombo (lidah Barat menyebutnya “Christophorus Colombus”) merupakan anggota Knights of Christ, organisasi payung bagi pelarian Templar yang diburu para penguasa Eropa yang dipimpin Puas Clement IV dan Raja Perancis, King Felipe V, sejak tanggal 13 Oktober 1307.

Semasa mudanya, Colombus menjadi orang kepercayaan dari penguasa Italia, Rene d’Anjou yang merupakan Grandmaster Biarawan Sion. Biarawan Sion sendiri merupakan “Bapak” dari organisasi Knights Templar. Mereka inilah cikal-bakal gerakan Zionisme sekarang ini. Di dalam buku saya, “Knights Templar Knights of Christ” (2006), asal-muasal Colombus dipaparkan dengan lengkap.

Colombus menjejakkan kakinya di Amerika di akhir abad ke-15 Masehi. Lima abad sebelum Colombus tiba, para pelaut Muslim dari Granada dan Afrika Barat sudah menjejakkan kaki di daratan-benua yang masih perawan dan hanya ditinggali oleh suku-suku asli yang tersebar di beberapa bagiannya.

Imigran Muslim pertama di daratan ini tiba sekira tahun 900 Masehi sampai setengah abad kemudian pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Salah satunya bernama Khasykhasy Ibn Said Ibnu Aswad dari Cordova. Orang-orang Islam inilah yang mendakwahkan Islam pada suku-suku asli Amerika. Sejumlah suku Indian Amerika pun telah memeluk Islam saat itu antara lain suku Iroquois dan Alqonquin.

Lalu, setelah jatuhnya Granada tahun 1492, yang kemudian disusul oleh gerakan Inkuisisi yang dilakukan Gereja terhadap orang-orang Islam dan Yahudi di Spanyol, maka imigran kedua tiba di Amerika sekira pertengahan abad ke-16 Masehi. Tahun 1539, Raja Spanyol, Carlos V, melarang bagi Muslim Spanyol hijrah ke Amerika.

Menurut prasasti berbahasa Arab yang ditemukan di Mississipi Valey dan Arizona, dikatakan jika orang-orang Islam yang datang ke daratan ini juga membawa gajah dari Afrika.

Colombus sendiri datang ke Amerika lima abad kemudian. Dalam ekspedisi pertamanya, Colombus dibantu dua nakhoda Muslim bersaudara bernama Martin Alonzo Pizon yang memimpin kapal Pinta dan Vicente Yanez Pizon yang ada di kapal Nina. Kedua bersaudara ini masih kerabat dari Sultan Maroko dari Dinasti Marinid, Abuzayan Muhammad III (1362-1366).

Catatan harian Colombus menyatakan jika pada hari Senin, 21 Oktober 1492, ketika berlayar di dekat Gibara di tenggara pantai Kuba, mereka mengaku telah melihat sebuah masjid dengan menaranya yang tinggi yang berdiri di atas puncak bukit yang indah.

Doktor Barry Fell dari Oxford University juga menemukan jika berabad sebelum Colombus tiba di Amerika, sekolah-sekolah Islam sudah tersebar di banyak wilayah. Antara lain di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, Mesa Verde di Colorado, Hickison Summit Pass di Nevada, Mimbres Valley di Mexico, dan Tipper Canoe-Indiana. Di berbagai kota besar Amerika Serikat. Di tengah kota Los Angeles, terdapat daerah bernama Alhambra, juga nama Teluk El-Morro dan Alamitos. Juga nama-nama seperi Andalusia, Aladdin, Alla, Albani, Alameda, Almansor, Almar, Amber, Azure, dan La Habra. Semuanya nama Islam.

Di tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois, terdapat nama-nama kota kecil seperti Albany, Atalla, Andalusia, Tullahoma, dan Lebanon. Di negara bagian Washington juga ada nama daerah Salem. Di Karibia yang juga berasal dari kata Arab, terdapat nama Jamaika dan Kuba, yang berasal dari bahasa Arab “Quba”. Ibukota Kuba, Havana juga berasal dari bahasa Arab “La Habana”.

Seorang sejarawan bernama Dr. Yousef Mroueh menghitung, di Amerika Utara ada sekurangnya 565 nama Islam pada nama kota, sungai, gunung, danau, dan desa. Di Amerika Serikat sendiri ada 484 dan di Canada ada 81.

Dua kota suci umat Islam, Mekkah dan Madinah, nama keduanya juga telah  ditorehkan para pionir Muslim di tanah Amerika jauh sebelum Colombus lahir. Nama Mecca ada di Indiana, lalu Medina ada di Idaho, New York, North Dakota, Ohio, Tenesse, Texas, Ontario-Canada. Bahkan di Illinois ada kota kecil bernama Mahomet yang berasal dari nama Muhammad.

Suku-suku asli Amerika ternyata juga banyak yang berasal dari nama Arab, antara lain Suku Apache, Anasazi, Arawak, Cherokee, Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mohigan, Mohawk, Nazca, Zulu dan Zuni. Bahkan kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Se-quo-yah yang menciptakan silabel huruf Indian yang disebut Cherokee Syllabari pada 1821 ternyata seorang Muslim dan senantiasa mengenakan sorban, bukan ikat kepala dari bulu burung seperti yang ada di film-film wild-west ala Hollywood.

Beberapa kepala suku Indian yang juga selalu mengenakan sorban di antaranya Sioux, Chippewa, Yuchi, Iowa, Sauk, Creek, Kansas, Miami, Potawatomi, Fox, Seminole, dan Winnebago. Foto-foto para kepala suku Indian tersebut yang bersorban saat ini masih disimpan di berbagai museum dan arsip nasional Amerika, antara lain yang ada di Philadelphia. Foto-foto itu berasal dari tahun 1835 dan 1870.

Saya yakin, bukan karena mereka sudah Islam maka Colombus datang dan membantai mereka. Tapi lebih didorong motivasi lain, yakni EMAS. Sama seperti kedatangan penjajah Eropa-Kristen ke Nusantara yang didorong 3G (Triji, bukan dua-ji, he he he) yaitu Gold (Emas), Glory (Kekuasaan), dan Gospel (Kejayaan Agama Kristen). Demikian paparan saya. [eramuslim]

Wallahu’alam bishawab. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 19 September 2017

Nobar Film G30S/PKI, Panglima TNI: Itu Perintah Saya, Mau Apa?

View Article

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa pihaknya akan tetap menggelar pemutaran film G30S/PKI. Nobar film tersebut adalah perintahnya dan tidak ada yang bisa melarangnya memutar film sejarah itu kecuali pemerintah.

"Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah," tandas Jenderal Gatot seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK) Blitar, Senin (18/9/2017), seperti dikutip Detik.

Jenderal bintang empat itu menyatakan Mendagri sudah mengizinkannya memerintahkan seluruh anggota TNI menonton film tersebut.

Ketika ditanya mengenai materi film itu masih menjadi polemik, Jenderal Gatot mengatakan menonton film tersebut justru merupakan upaya meluruskan sejarah dan menunjukkan fakta kepada generasi muda.

“Saya hanya ingin menunjukkan fakta yang terjadi saat itu. Karena anak-anak saya, prajurit saya, masih banyak yang tidak tahu,” terangnya.

Ketegasan Jenderal Gatot untuk memutar film G30S/PKI mengundang pujian banyak netizen.

“Mantab panglima TNI... bravo TNI,” kata Wahyu Nugroho.

“Gw demen jendral kaya begini.. lanjutkan Pak..,” kata Hardiansyah.

“Betul pak, jangan lupakan/hapus sejarah. Kalo anak-anak tidak tahu para pahlawannya gimana bisa menghargai sejarah negeri ini,” kata Edho Kusuma.

“Mantap jendral Gatot. Tegas sama kedaulatan NKRI. Ganyang kalo ada yang macam-macam..,” kata Fasihal Amien.

“Demi sejarah dan demi anak bangsa, saya berharap film G30SPKI dan film sejarah lainnya diputar kembali. Agar menumbuhkan jiwa patriot dan cinta tanah air di anak muda tumbuh kembali,” kata Luthfi alfatah. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Zeng Wei Jian: Ritual Bulan September Tujuannya Untuk Membuat Sejarah Versi Mereka Sendiri

View Article

Jelang G30S-PKI, di bulan September, setiap tahunnya, ada semacam ritual rutin. Mereka bikin seminar. Teatrikal. Orasi. Sok “ungkap kebenaran”. Salahkan Pa Harto dan TNI, terutama Angkatan Darat.

Mereka bilang PKI ngga salah. Pa Harto adalah dalang di balik G30S. Serem. Parah. Mereka bikin stigma: Sejarah dibikin Jenderal yang menang. Karena itu, narasi baru hendak diciptakan. Sejarah versi mereka sendiri. Pa Harto dan TNI divonis: “Guilty” (yang bersalah).

Dari sekian banyak rasionalisasi, andai-andai, pelintiran, bahkan fitnah terhadap Jenderal Suharto dan ABRI, ada banyak loophole kecil dan kebocoran dari klaim: PKI innocent (tak bersalah).

Misalnya, mengapa pasca pasukannya ditekuk Jenderal Suharto di Lubang Buaya, DN Aidit kabur ke Jawa Tengah. Kalau ngga terlibat G30S, mestinya dia ngga kabur.

Bukannya jelas, Pasukan Pasopati, Bima Sakti, Gatot Kaca adalah penculik dan pembunuh 6 jenderal. Mereka bukan pasukannya Pa Harto. Tapi satuan dari Batalyon Cakrabirawa pimpinan Letkol Untung Syamsuri. Pa Harto pernah bilang Letkol Untung sudah dikader Alimin (Tokoh PKI) sejak 1945.

Demi membunuh karakter, mereka tuding Pa Harto ambisius, kudeta merangkak, melawan Presiden Sukarno dan sebagainya. Macem-macem, intinya: Pa Harto jahat.

Faktanya, Pa Harto rendah hati. Punya falsafah: ‘Mikul Duwur, Mendem Jero’. Selalu ngaku anak petani. Sekali pun, body language dan tata krama-nya, jelas dia “darah biru”. Menurut saya, dia Ngga ambisi jadi presiden. Buktinya dia hanya mau terima posisi “Pejabat Presiden”. Baru ditetapkan sebagai presiden setelah melalui proses berbelit dan MPRS bulat. Sebabnya, karena Pa Harto menolak. Merasa ngga mempersiapkan diri sebagai presiden.

Ngga masuk logika dan akal saya, bila Pa Harto dikatakan melakukan crawling coup d’etat (kudeta merayap).

Lah wong, yang melakukan kudeta itu Letkol Untung Syamsuri cs kok. Dari pukul 7 pagi, tanggal 1 Oktober 65, Letkol Untung sudah menyiarkan adanya Gerakan 30 September via RRI. Jam 1 siangnya, dia mengeluarkan Dekrit Dewan Revolusi dan menyatakan Kabinet Dwikora demisioner. Dia juga melikuidasi pangkat militer di atas Letnan Kolonel. Melikuidasi kabinet ya makar.

Kudeta komunis ini ditumpas Pa Harto. Patah. Buyar. Bonyok. DN Aidit dieksekusi di Sumur Tua. NKRI tidak jadi negara komunis. Tapi kok 50 tahun kemudian, Pa Harto dan TNI dituding sebagai pihak yang jahat??? [gemarakyat]

Rekaman Suara Asli Jendral Besar AH Nasution… Yang Selamat dari G30S/PKI

View Article

Pada dini hari 1 Oktober 1965, pasukan yang menyebut diri mereka Gerakan 30 September (G30S) mencoba untuk menculik tujuh perwira Angkatan Darat anti-komunis termasuk AH Nasution.

AH Nasution selamat saat hendak diculik di rumahnya oleh pasukan Cakrabirawa (pengawal presiden) yang mengerahkan empat truk dan dua mobil militer.

Namun enam jenderal lain tewas dibunuh PKI:

1. Ahmad Yani, Letnan Jenderal (Menteri dan Panglima Angkatan Darat)
2. R. Soeprapto, Mayor Jenderal (Deputi II Menpangad)
3. MT. Harjono, Mayor Jenderal (Deputi III Menpangad)
4. S. Parman, Mayor Jenderal (Asisten I Menpangad)
5. D. Isac Panjaitan, Brigardir Jenderal (Deputi IV Menpangad)
6. Soetojo Siswomihardjo, Brigardir Jenderal (Oditur Jenderal/ Inspektur Kehakiman AD)

Keenam jenderal ini dan satu perwira menengah ajudan AH Naustion, Lettu Pierre Andreas Tendean jasadnya dibuang di Lubang Buaya pada 1 Oktober dan akhirnya ditemukan dan berhasil diangkat dari sumur Lubang Buaya pada 4 Oktober.

Keesokan harinya, tepat pada peringatan HUT TNI ke-20, 5 Oktober 1965 ketujuh jenazah yang terdiri dari enam jenderal TNI AD dan satu perwira menengah korban kebiadaban PKI dimakamkan.

Jenderal Abdul Haris Nasution berpidato saat sebelum pemakaman yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta. Dengan terbata-bata dan sesekali menitikkan air mata, Jenderal AH Nasution membacakan pidatonya dengan suara berat dan bergetar.

Berikut video rekaman suara Jenderal AH Nasution saat melepas jenazah korban G30S/PKI pada 5 Oktober 1965.

JAS MERAH.. JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN SEJARAH…

Senin, 18 September 2017

MUI Kecam "Fight of Gods", Game Karakter Dewa, Nabi dan Tuhan

View Article

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Saadi, mengapresiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang bertindak cepat memblokir game “Fight of Gods”.

Game Fight of Gods merupakan game baku hantam yang menyuguhkan ragam karakter dengan wujud dewa, nabi, dan Tuhan dari suatu agama, termasuk Yesus dan Buddha. Game tersebut biasa dimainkan di PC dan dijual melalui platfrom steam.

Zainut mengatakan, MUI berpandangan bahwa game tersebut tidak layak untuk konsumsi masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan berfalsafahkan Pancasila.

Indonesia blokir game Fight of Gods

“Simbol-simbol agama bukan untuk dipermainkan, apalagi dipertarungkan. Ini bisa menimbulkan gesekan yang berbau SARA,” kata Zainut Tauhid kepada VIVA.co.id, Jumat, 15 September 2017.

Agar kejadian serupa tidak terjadi, MUI meminta Kepolisian RI untuk ikut mengawasi semua peredaran game yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat dan menindak tegas kepada para pihak yang bertanggung jawab khususnya pihak distributor gamenya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika sebelumnya memproses blokir game kontroversial Fight of Gods. Game ini memang sedang memicu polemik, sebab menampilkan pertarungan karakter simbol agama dari berbagai agama dan keyakinan.

“Kami kemarin sudah mengirimkan surat untuk segera dilakukan geo blocking untuk wilayah Indonesia. Sesuai aturan kami dalam waktu 2×24 mereka harus melaksanakan. Kalau tidak, kami akan memblok distributor channel,” tutur Dirjen Aplikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan kepada VIVA.co.id, Kamis 14 September 2017.

Dia mengatakan, game tersebut sangat tidak pantas dimainkan oleh pengguna di Indonesia, sebab menawarkan konten yang kontroversial.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa game ini sengaja dibuat untuk para pengguna (gamers) yang Atheis.

Baca: Kenapa Wajah Nabi Muhammad Tidak Boleh Dilukis? Ini Penjelasanya
Baca: Heboh! Ada Game Pertarungan Antar Tuhan: Ada Yesus, Budha, Dan Nabi Musa

Berikut Video Pertarungan Yesus VS Buddha dalam Game Fight of god

Harga Diri Seorang Lelaki Adalah Bekerja

View Article

Bagi laki-laki khususnya suami, jangan sampai anda tidak bekerja dan berpangku tangan terus-menerus.

“Tetaplah bekerja walaupun tidak punya pekerjaan tetap”

Terkadang “Rasa gengsi” dan “tidak mau memulai” itulah yang membuat laki-laki menganggur lama dan tidak bekerja. Jika direnungi sangat banyak pekerjaan yang bisa menghasilkan harta walaupun sedikit. Paling minimal bisa memberikan makan keluarga. Misalnya

-Memulai bisnis sederhana menjual nasi kuning pagi-pagi pinggir jalan
-Memulai menjadi karyawan pembantu warung pinggir jalan
-Dan usaha lainnya dengan modal seadanya yang ada pada saat itu

Perhatikan hadits berikut, yaitu seorang yang bekerja seadanya mencari kayu di hutan kemudian menjualnya untuk penghidupannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻷَﻥْ ﻳَﺄْﺧُﺬَ ﺍََﺣَﺪُﻛُﻢْ ﺍَﺣْﺒُﻠَﻪُ ﺛُﻢَّ ﻳَﺎْﺗِﻰ ﺍﻟْﺠَﺒَﻞَ ﻓَﻴَﺎْﺗِﻰَ ﺑِﺤُﺰْﻣَﺔٍ ﻣِﻦْ ﺣَﻄَﺐٍ ﻋَﻠَﻰ ﻇَﻬْﺮِﺥِ ﻓَﻴَﺒِﻴْﻌَﻬَﺎ ﻓَﻴَﻜُﻒَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ﺧَﻴْﺮٌﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺍَﻥْ ﻳَﺴْﺄَﻝَ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ ﺍَﻋْﻄَﻮْﻩُ ﺍَﻭْ ﻣَﻨَﻌُﻮْﻩُ .

“Sesungguhnya, seorang di antara kalian membawa tali-talinya dan pergi ke bukit untuk mencari kayu bakar yang diletakkan di punggungnya untuk dijual sehingga ia bisa menutup kebutuhannya, adalah lebih baik daripada meminta-minta kepada orang lain, baik mereka memberi atau tidak”. [1]

Yang paling penting  adalah tawakkal, sebagaimana tawakkal burung. Burung bergerak dahulu, keluar dahulu untuk mencari makan, padahal burung tidak tahu di mana makanannya, tetapi poinnya adalah: tetap bergerak dan tetap bekerja [2]

Bisa saja Allah akan bukakan pintu rezeki selanjutnya, misalnya:

-Warung nasi kuningnya berkembang pesat, punya nama dan punya banyak cabang dan berhasil
-Setelah menjadi karyawan warung, ia bisa mempelajari dan membuka warung sendiri kemudian berkembang san sukses dengan banyak cabang

Perhatikan bagaimana Nabi Dawud, seorang raja, akan tetapi makan dari hasil usahanya sendiri.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻛَﺎﻥَ ﺩَﺍﻭُﺩُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻻَﻳَﺄْﻛُﻞُ ﺍِﻻَّ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞِ ﻳَﺪَِْﻩِ .

 “Nabi Daud tidaklah makan, melainkan dari hasil usahanya sendiri”.[3]

Demikian juga nabi Zakaria yang seorang tukang kayu, meskipun beliau adalah Nabi dan memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah, beliau tidak malu menjadi tukang kayu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻛَﺎﻥَ ﺯَﻛَﺮِﻳَّﺎ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺴَّﻼﻡُ ﻧَﺠَّﺎﺭًﺍ .

 “Nabi Zakaria Alaihissalam adalah seorang tukang kayu”.[4]

Jadi, jangan sampai kita hanya berpangku tangan saja, tidak mau bekerja hanya karena gengsi dan terlalu banyak rencana dan ingin kesempurnaan sehingga tidak mau memulai.


Penyusun: Raehanul Bahraen
Artikel www.muslimafiyah.com

Catatan Kaki:
[1] HR Bukhari, no. 1471
[2] Silahkan baca penjelasan selengkapnya tulisan kami:
https://muslimafiyah.com/maksud-tawakkal-seperti-burung.html
[3] HR Bukhari, no.2073
[4] HR Muslim, no. 2379; Ahmad II/296, 405, 485

Jumat, 15 September 2017

Manusia Diganti Jadi Mesin, Gerakan Nasional Nontunai Lahirkan PHK 20.000 Pekerja Tol

View Article

Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) mengatakan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Pemerintah melalui Bank Indonesia sejak Agustus 2014 akan menimbulkan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap 20.000 pekerja tol di Indonesia.

"Pada Oktober 2017, GNNT akan menyasar industri jalan tol di mana Pemerintah akan memaksakan pemberlakuan 100% gardu tol otomatis dan hanya menerima pembayaran non tunai/elektronik. Ribuan gardu tol yang selama ini dioperasikan oleh manusia akan berganti dengan mesin. Sehingga puluhan ribu pekerja diperkirakan ter-PHK dan akan kehilangan pekerjaannya," ujar Presiden Asosiasi Serikat Pekerja Indonesia (ASPEK Indonesia) Mirah Sumirat dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Dia mengatakan, kondisi ini sangat ironis di saat masih ada 7,7 juta pengangguran dan justru Pemerintah yang mengeluarkan regulasi yang berpotensi menimbulkan jutaan pengangguran baru.

"Ada kejahatan kemanusiaan atas nama otomatisasi jalan tol. Akan ada lima nyawa yang akan hilang yaitu pekerja, istri dan ketiga orang anak," kata Mirah.

Saat ini, lanjutnya, PT Jasa Marga dan perusahaan jalan tol lainnya semakin gencar membangun gardu tol otomatis.

Terkait tudingan bahwa pekerja gardu yang menyebabkan kemacetan di gerbang tol, dia mengatakan bahwa tudingan itu tidak benar.

"Kemacetan gerbang tol disebabkan tiga hal pertama, volume kendaraan meningkat sedangkan jalur tol tidak nambah. Kedua, antara jalur keluar tol dengan jalur arteri itu dekat. Ketiga, kendaraan truk itu penyumbang terbesar karena dia bergerak lamban," kata dia.

Selain itu, setiap pekerja gerbang tol mempunyai standar pelayanan minimum yaitu bersikap jujur, ramah dan cepat.

"Cepat itu pekerja tol harus melayani setiap yang mau masuk gerbang gardu itu tiga sampai empat detik, kalau lebih dari itu akan dikenakan penalti. Jadi tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa pekerja gardu tol melayaninya antara 15 detik," kata dia.

Mirah juga mengingatkan masyarakat untuk kritis karena pemilik dan pengguna kartu e-toll, tanpa sadar sesungguhnya telah diambil paksa uangnya oleh pihak pengelola jalan tol dan oleh bank yang menerbitkan kartu e-toll.

Mirah mencontohkan apabila masyarakat membeli kartu e-toll seharga Rp50.000 sesungguhnya hanya mendapatkan saldo sebesar Rp40.000. "Ke mana selisih uang yang Rp10.000? Konsumsen dipaksa untuk merelakan kehilangan dananya, bahkan sebelum kartu e-toll digunakan untuk transaksi," ujarnya.

Dia menambahkan belum lagi dana saldo e-toll yang mengendap di bank karena tidak dipergunakan oleh pemilik kartu, yang kemudian dapat diputar oleh bank untuk kepentingan bisnisnya. "Bayangkan, berapa triliun dana masyarakat yang akan diambil paksa dari sistem 100% GNNT dan gardu tol otomatis (GTO) ini?," pungkas dia. [okezone]

Kejam! Bukti Baru Amnesty Internasional Tunjukkan Pasukan Myanmar Sengaja Singkirkan Etnis Rohingya

View Article

Kelompok pembela hak asasi manusia, Amnesty International (AI), merilis citra satelit terbaru yang menunjukkan adanya kampanye terorkestrasi untuk membakar desa-desa etnis minoritas Rohingya di Rakhine, Myanmar. AI menuduh pasukan Myanmar berupaya menyingkirkan Rohingya.

Sedikitnya 389 ribu etnis Rohingya di Rakhine, melarikan diri ke Bangladesh sejak kekerasan meletus pada 25 Agustus. Insiden tersebut dipicu oleh serangan ke pos-pos perbatasan di Rakhine oleh kelompok militan. Tentara Myanmar lalu membalas serangan dengan menggelar agresi militer.

Pemerintah Myanmar mengatakan, saat ini sekira 30% desa-desa di Rakhine kosong melompong ditinggal penghuninya. Etnis Rohingya yang mendominasi di Rakhine selama ini dianggap sebagai imigran ilegal karena Pemerintah Myanmar menolak memberikan status kewarganegaraan.

AI mengklaim memiliki data baru berdasarkan data deteksi api, citra satelit, foto dan video, serta wawancara dengan saksi mata. Semua bukti itu menunjukkan adanya kampanye terorkestrasi dari pembakaran sistematis dengan target desa-desa etnis Rohingya selama tiga pekan terakhir.

“Bukti-bukti tidak dapat dibantah. Pasukan keamanan Myanmar tengah membakar wilayah utara Rakhine State dalam sebuah kampanye yang ditargetkan untuk mendorong orang-orang Rohingya keluar dari Myanmar,” ujar Direktur Respons Amnesty International, Tirana Hassan, dilansir dari BBC, Jumat (15/9/2017).

Negara yang dulu bernama Burma itu tengah menghadapi kecaman dari dunia internasional atas kekerasan dan aksi pilih kasih di Rakhine. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Rex Tillerson yang berada di London, Inggris, mengatakan bahwa demokrasi di Myanmar saat ini tengah menghadapi momen krusial.

“Saya pikir sangat penting agar komunitas internasional berbicara untuk mendukung apa yang semua tahu harapannya adalah untuk memperlakukan orang dengan setara tanpa memandang etnis mereka. Kekerasan ini harus berhenti,” ujar Rex Tillerson

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan, etnis Rohingya saat ini menghadapi situasi kemanusiaan yang mengerikan. Pria asal Portugal itu menambahkan, serangan ke desa-desa di Rakhine sangat tidak bisa diterima. Dewan Keamanan PBB sendiri sudah mendesak dilakukan langkah darurat untuk mengakhiri kekerasan tersebut. [okezone]

Mengapa Tiba-Tiba Banyak Akun Serang Deddy Mizwar? Ini Jawaban Pendiri ITJ

View Article

Dalam beberapa hari terakhir, tiba-tiba banyak akun Twitter yang menyerang Deddy Mizwar. Tak hanya menggunakan hastag yang sama, namun juga sejumlah twitnya mirip bahkan sama.

Siapa mereka dan mengapa tiba-tiba menyerang Deddy Mizwar? Pendiri Indonesia Tanpa JIL (ITJ) Akmal Sjafril mengungkapkan jawabannya.

Penulis Buku Islam Liberal 101, Islam Liberal Ideologi Delusional dan sejumlah buku lainnya itu mengungkapkan, akun-akun yang menyerang Deddy Mizwar itu adalah Cebong Army. Serangan mereka atas Wakil Gubernur Jawa Barat yang juga Calon Gubernur Jawa Barat itu merupakan tanda bahwa dana untuk mereka sudah cair.

“Cebong army beraksi, tanda dana sudah cair,” tulis Akmal melalui akun Twitter pribadinya @malakmalakmal disertai emotikon tertawa, Rabu (13/9/2017).

Dalam twit itu, Akmal juga mengunggah screenshoot sejumlah serangan ke Deddy Mizwar yang semuanya menggunakan tagar @DeMizGagal dengan kicauan yang mirip-mirip.
“Segitu banyak? #DeMizGagal,” kicau beberapa akun.

“ya gimana mau kerjain urusan rakyat sibuk syuting mulu #DeMizGagal,” kicauan ini juga diunggah oleh beberapa kun berbeda. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Galang #KoinUntukPSSI, Suporter Persib: “Cukup Kita Saja yang Waras, karena Kita Manusia”

View Article

Dirigen Viking Persib Cub (VPC) Yana Umar, tidak kaget dengan keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI yang menjatuhakn sanksi kepada Persib berupa denda Rp50 juta, Kamis (14/9/2017).

Komdis PSSI resmi menghukum Persib dengan denda sebesar Rp50 juta karena aksi suporter koreografi suporter dengan tulisan “Save Rohingya’.

Dalam surat bernomor 92/L1/SK/KD-PSSI/IX/2017 Komdis menyebutkan bahwa pertandingan Persib menjamu Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung pada 9 September 2017, aksi yang dilakukan Bobotoh adalah sebuah pelanggaran.

“Suporter Persib Bandung terbukti dengan sengaja merencanakan melakukan konfigurasi dengan tulisan ‘Save Rohingya’ dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin,” bunyi surat tertanggal 13 September itu.

Merujuk ke pasal 67 ayat (3) Kode Disiplin PSSI, Persib–sebagai panitia penyelenggara pertandingan dan klub yang menaungi suporternya–, didenda sebesar Rp50 juta.

Disebutkan pula bahwa Persib tidak dapat melakukan banding atas keputusan tersebut. Sementara, denda wajib dibayar selambat-lambatnya 14 hari setelah diterimanya keputusan itu.

Yana Umar langsung membuka posko undunan untuk membantu Persib membayar denda sebesar Rp50 juta, berupa koin dengan semangat #koinuntukPSSI.

Bobotoh yang ingin berpartisipasi bisa datang langsung membawa uang koin ke Stadion Persib/Sidolig di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung.

“Jadi nu bade langsung udunan ka Sidolig saja, yang via transfer mangga via sharinghappiness.org. Biar kita transparan, dan bisa tau berapa-berapa uang yang terkumpul,” kata Yana kepada VIKINGPERSIB.CO.ID, Kamis (14/9/2017).

Kamis, 14 September 2017

Saya Merebut Istri Orang Kemudian Menikah, Apakah Pernikahan Saya Sah?

View Article

Apa hukumnya bila saya sudah terlanjur menikah dgn seorang wanita mantan suami orang? dgn catatan mereka bercerai karena saya si suami tdk bersalah. apakah pernikahan itu syah bila saya bertobat apakah saya harus menceraikannya? karena saya merasa di kejar perasaan bersalah

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Apa yang bisa bayangkan, ketika suami pertama wanita adalah anda? Istri anda didekati lelaki lain, hingga diapun jatuh cinta kepadanya dan berusaha meminta anda untuk menceraikannya, agar bisa menikah dengan lelaki itu. Tentu anda akan sakit hati dan marah kepada lelaki itu.

Saat ini, lelaki itu adalah anda. Dan pasti mantan suami dari wanita yang kini menjadi istri anda sangat benci kepada anda. Inilah dosa takhbib. Menjadi penyebab percerian dan kerusakan rumah tangga. Karena kehadirannya, membuat seorang wanita menjadi benci suaminya dan meminta untuk berpisah sehingga bisa menikahi lelaki kedua yang sedang dekat dengannya.

Sebagaimana anda

Dalam banyak hadisnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan ancaman keras untuk pelaku takhbib. Diantaranya,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ خَبَّبَ امرَأَةً عَلَى زَوجِهَا

“Bukan bagian dariku seseorang yang melakukan takhbib terhadap seorang wanita, sehingga dia melawan suaminya.” (HR. Abu Daud 2175 dan dishahihkan al-Albani)

Juga dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَفْسَدَ امْرَأَةً عَلَى زَوْجِهَا فَلَيْسَ مِنَّا

“Siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dariku.” (HR. Ahmad 9157 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Keterangan selengkapnya, bisa anda pelajari di: Ketika Dicintai Wanita Bersuami

Hukum Pernikahan Hasil Takhbib

Kita fokus di hukum pernikahan hasil merusak rumah tangga orang lain.

Terdapat kaidah fiqh yang menyatakan,

من تعجل شيئا قبل أوانه عوقب بحرمانه

Siapa yang terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, dia dihukum dengan cara dilarang untuk mendapatkannya.

Terburu-buru mendapatkan sesuatu sebelum waktunya, termasuk pelanggaran dalam agama. Seorang baru bisa mendapatkan warisan dari orang tuanya, jika ortunya telah meninggal. Tapi jika dia buru-buru ingin mendapatkannya dengan cara membunuh ortunya, maka tindakannya menjadi penghalang baginya untuk mendapatkan warisan dari ortunya.

Dan semua pernikahan yang diawali dengan cara yang batil, hasilnya juga kebatilan.

Atas dasar ini, sebagian ulama memutuskan bahwa ketika terjadi perpisahan dalam keluarga, sehingga si istri bersemangat untuk minta cerai disebabkan kehadiran lelaki baru, maka mereka dipisahkan selamanya. Dihukum dengan keputusan yang berkebalikan dengan harapan dan keinginannya.

Dalam Ensiklopedi Fiqh dinyatakan,

وقد صرّح الفقهاء بالتّضييق عليه وزجره ، حتّى قال المالكيّة بتأبيد تحريم المرأة المخبّبة على من أفسدها على زوجها معاملةً له بنقيض قصده، ولئلاّ يتّخذ النّاس ذلك ذريعةً إلى إفساد الزّوجات

Sebagian ulama menegaskan dengan memberikan putusan paling susah untuknya dan melarangnya. Sampai Malikiyah mengatakan, bahwa wanita yang berpisah ini diharamkan untuk menikah dengan lelaki yang menjadi penyebab kerusakan rumah tangganya, diharamkan untuk selamanya. Sebagai hukuman baginya, dengan kebalikan dari apa yang dia inginkan. Agar semacam ini tidak menjadi  celah bagi masyarakat untuk merusak hubungan para wanita (dengan suaminya). (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 5/251).

Dalam pernyataan lain, juga di Ensiklopedi Fiqh,

قد ذكروا أن النكاح يفسخ قبل الدخول وبعده بلا خلاف عندهم، وإنما الخلاف عندهم في تأبيد تحريمها على ذلك المفسد أو عدم تأبيده

Mereka – ulama Malikiyah – menyebutkan bahwa nikahnya dibatalkan, baik sebelum berhubungan maupun sesudah berhubungan, tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan mereka. Namun yang menjadi perbedaan adalah apakah lelaki pelaku takhbib itu diharamkan untuk menikahi wanita selamanya ataukah tidak sampai selamanya.

فذكروا فيه قولين:

أحدهما وهو المشهور: أنه لا يتأبد، فإذا عادت لزوجها الأول وطلقها، أو مات عنها جاز لذلك المفسد نكاحها.

الثاني: أن التحريم يتأبد، وقد ذكر هذا القول يوسف بن عمر كما جاء في شرح الزرقاني، وأفتى به غير واحد من المتأخرين في فاس

Mereka menyebutkan adanya dua pendapat:

Pertama, dan ini yang lebih terkenal, bahwa mereka dipisahkan tapi tidak selamanya. Jika si wanita kembali kepada suami pertama, kemudian diceraikan oleh suami pertama atau suami pertama meninggal, maka si lelaki kedua ini boleh menikahi wanita itu.

Kedua, mereka diharamkan menikah selamanya. Diantara yang menyatakan pendapat ini adalah Yusuf bin Umar, seperti yang disebutkan dalam Syarh az-Zarqani, dan ini yang difatwakan  beberapa ulama kontempporer di daerah Fez – Maroko. (al-Mausu’ah al-Fiqhiyah, 11/20).

Dalam kitab al-Iqna’ dinyatakan,

وقال في رجل خبب امرأة على زوجها : يعاقب عقوبة بليغة ، ونكاحه باطل في أحد قولي العلماء في مذهب مالك وأحمد وغيرهما ، ويجب التفريق بينهما

Syaikhul Islam mengatakan tentang orang yang mempengaruhi wanita sehingga bercerai dengan suaminya, lelaki ini harus mendapatkan hukuman berat. Nikahnya batal, menurut salah satu pendapat ulama dalam madzhab Malik dan Ahmad serta yang lainnya. Dan wajib dipisahkan keduannya. (al-Iqna’, 3/182).

Memang lelaki ini menikah dengan si wanita atas dasar saling ridha. Tapi perlu dia ingat, dia membangun keluarga dengan cara bermaksiat kepada Allah dan merusak keluarga orang lain…

Allahu a’lam.


Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
Artikel https://konsultasisyariah.com/28265-merebut-istri-orang-nikah-batal.html

Berniat Merebut Suami/Istri Orang? Naudzubillah, Ingatlah Akan Azab Allah

View Article

Pesona laki-laki yang sudah menikah, konon begitu memukau. Terlebih jika ia dikenal sebagai suami setia dan ayah yang care dengan anak.

Pesona sosok laki-laki baik ini terasa juga oleh kaum perempuan. Tak jarang, banyak perempuan terpikat laki-laki yang sudah beristri. Alasannya, kurang lebih mirip dengan yang tadi ditulis: dewasa, kebapakan, ngemong, dan bertanggung jawab.

Sebagai perempuan, ada beberapa hal yang harus diingat sebelum bermain api lalu memutuskan merebut suami orang atas nama cinta.

Kita harus yakin bahwa Allah memasangkan laki-laki baik dengan perempuan baik dengan cara yang baik pula. Jika kita memutuskan melukai orang lain (istri laki-laki tersebut, anak-anak, dan keluarganya), camkanlah bahwa tidak ada manusia yang bisa merasakan kebahagiaan dengan cara melukai orang lain.

Selanjutnya, bayangkanlah jika kita berada di posisi istri laki-laki tersebut. Bukankah kita akan sangat terluka dan menderita? Bukankah kita akan merasa masa depan kita hancur? Atau bagaimana bila hal tersebut menimpa ibu kita, kakak perempuan kita, atau anak perempuan kita?

Dan ingatlah, dunia hanya sementara. Kenikmatan duniawi hanya sementara. Yang abadi hanya akhirat. Jangan abaikan nurani, jika tak ingin neraka menanti. [*]

Baca: Islam Sangat Melarang Merebut Istri atau Suami Orang, Ini Akibatnya

Untuk para lelaki dan wanita penghibur posisikan dirimu di level yg sebenarnya, yaitu "di bawah telapak kaki para suami/istri yang sah". Jangan pernah bermimpi akan menduduki singgasana "raja/ratu" tersebut.
Karena jika kamu menghalalkan segala cara untuk menggeser tahta "raja/ratu" tersebut, maka "Allah" yang akan turun tangan.
Karena secantik -cantiknya wanita "murahan" akan musnah bersama doa-doa para suami/istri yang sah.

Baca: Beginilah Kegembiraan Iblis Ketika Suami Istri Bercerai

Sudah Berapa Kali Kita Zalim Pada Ketentuan Allah Akibat Hati Kita yang Keras?

View Article

Salah satu fenomena menarik tentang hati adalah pengaruhnya yang begitu besar pada sikap manusia. Hati yang keras membuat keinginan seseorang melemah untuk melaksanakan taat kepada Allah. Setelah itu ia mencari-cari alasan untuk tidak mengikuti Allah bahkan menyalahkan ketentuan-Nya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,


وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً ۖ يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ

“Dan Kami jadikan hati mereka keras membatu. Mereka suka mengubah firman (Allah) dari tempatnya.” (QS.Al-Ma’idah:13)

Setelah mulai menyalahkan syariat dan ketentuan Allah, maka terbukalah jalan untuk setan masuk dan menguasai hatinya. Strategi utama setan adalah menghias keburukan-keburukannya menjadi terlihat baik dan indah. Sehingga ia tidak pernah merasa bersalah ketika melakukan keburukan.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

فَلَوْلَا إِذْ جَاءَهُمْ بَأْسُنَا تَضَرَّعُوا وَلَٰكِنْ قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan. (QS.Al-An’am:43)

Jika kita membayangkan sesuatu yang keras, maka yang terlintas dalam benak kita adalah batu. Sehingga biasa orang mengatakan “keras seperti batu”. Namun Al-Qur’an menggambarkan hati yang keras itu jauh lebih keras dari batu.

Mengapa bisa demikian?

Walaupun keras, terkadang dari dalam batu tersebut masih bisa memancarkan air. Batu pun hancur berkeping jika diturunkan Al-Qur’an atasnya.

Karena itu hati yang keras bisa jauh melebihi kerasnya batu. Walaupun disampaikan Al-Qur’an dan berbagai nasihat, tidak mampu menggoyahkannya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُمْ مِنْ بَعْدِ ذَٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً ۚ وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاءُ ۚ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۗ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

“Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras, sehingga (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar daripadanya. Ada pula yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya. Dan ada pula yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Dan Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Baqarah:74)

Maka jangan remehkan dosa walaupun kecil. Karena noda dosa yang terus bertumpuk akan membuat hati keras dan berkarat. [*]

Stop Klaim sebagai kuil Hindu, Pengadilan India Tetapkan Taj Mahal Peninggalan Islam

View Article

Setelah mempertimbangkan pendapat para ahli arkeologi, Pengadilan di India akhirnya menetapkan Taj Mahal sebagai bangunan peninggalan Islam. Ini sekaligus menghentikan klaim Taj Mahal sebagai kuil Hindu. Taj Mahal merupakan musoleum yang dibangun pada abad ke 17 oleh seorang raja Dinasti Mughal untuk menghormati istrinya.

Ahli dari lembaga Survei Arkeologi India (ASI) dimintai pandangan soal klaim enam pengacara yang menyebut situs warisan dunia Unesco itu merupakan kuil Siwa bernama Tejo Mahalaya. Petisi ini meminta agar umat Hindu bisa beribadah di dalamnya. Sejauh ini, hanya Muslim yang boleh beribadah di bangunan yang terletak di Agra itu.

Peneliti utama ASI Bhuvan Vikrama menolak klaim dan meminta pengadilan juga membatalkan petisi itu meski Vikrama menyerahkan keputusan akhir kepada hakim, demikian dilansir The Guardian, beberapa waktu lalu.

Klaim bahwa Taj Mahal merupakan kuil Hindu bukan sekali ini saja terjadi. Kejadian ini bahkan berulang secara periodik setelah pada 1989 sebuah buku berjudul Taj Mahal: the True Story karya PN Oak terbit. Buku itu menyatakan Taj Mahal adalah kuil Hindu yang kemudian direbut Dinasti Mughal dan menjadikannya Masjid.

Oak yang wafat pada 2007 membawa klaim ini hingga Mahkamah Agung. Mahkamah Agung kemudian menolak klaim itu.

Salah satu pengacara yang mengajukan petisi ke Pengadilan Agra tersebut, Hari Shankar Jain, menyatakan, masih akan berusaha memenangkan klaimnya agar umat Hindu bisa beribadah dalam Taj Mahal. Soal apakah ia akan memindahkan jenazah istri raja Mughal, Mumtaz Mahal, bila klaimnya berhasil, Jain mengatakan, tidak akan melakukan itu karena tak ada jenazah dalam Taj Mahal.

“Bangunan itu kuil Hindu, jelas tak ada jenazah dimakamkan di sana,” kata Jain.

Seorang penulis dan kolumnis, Parsa Venkateshwar Rao menjelaskan, sejarah menunjukkan penaklukan di seluruh dunia mengubah bangunan yang ada menjadi milik mereka sesuai pandangan mereka. Namun, Rao menilai, klaim atas Taj Mahal merupakan hal absurd.

“Kubah dan minaret tidak ditemukan di periode sebelum era itu. Konyol bahkan bila petisi itu dikabulkan,” kata Rao. []


Pranala luar
1. http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/khazanah/17/09/13/ow74y7396-pengadilan-india-tetapkan-taj-mahal-sebagai-peninggalan-isla
2. https://www.ummatpos.com/12574/stop-klaim-taj-mahal-sebagai-kuil-hindu-pengadilan-india-tetapkan-taj-mahal-peninggalan-islam