Senin, 11 Desember 2017

Pembahasan Tentang Pembatal-Pembatal Keislaman

View Article

Pengertian Islam

Islam dapat dipahami dengan memadukan beberapa pengertian. Pertama, sebagaimana yang dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah, Muhammad adalah utusan Allah, kamu dirikan sholat, kamu tunaikan zakat, kamu berpuasa Ramadhan, dan kamu menunaikan haji ke Baitullah jika kamu mampu untuk melakukan perjalanan ke sana.” (HR. Muslim).

Dan juga sabda beliau, “Islam itu dibangun di atas lima perkara: hendaknya Allah itu ditauhidkan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan, dan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafazh Muslim). Kedua, Islam itu mencakup 3 unsur pokok: kepasrahan kepada Allah dengan bertauhid, tunduk kepada-Nya dengan melakukan ketaatan, dan berlepas diri dari kemusyrikan dan pelakunya. Ketiga, Islam dengan makna Iman yaitu lawan dari kekafiran, sebagaimana kaidah yang dikenal di kalangan para ulama bahwa apabila kata islam disebutkan secara sendirian maka ia sudah mencakup iman, demikian pula sebaliknya.

Adapun apabila islam disebutkan bersamaan dengan iman maka keduanya menunjukkan dua hal yang berlainan. Untuk bisa memahami pembatal keimanan terlebih dulu harus dipahami pengertian iman.

Pengertian Iman

Iman dalam akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah mencakup lima rambu-rambu: keyakinan di dalam hati, ucapan, dan perbuatan. Iman bisa bertambah, dan bisa berkurang. Perlu dipahami juga bahwa iman itu terdiri dari bagian-bagian, ada yang dikategorikan sebagai pokoknya dan ada pula yang dikategorikan sebagai cabang atau penyempurna. Apabila pokoknya hilang maka iman dikatakan batal, sedangkan apabila cabang atau penyempurnanya saja yang hilang maka tidak dikatakan bahwa imannya batal, hanya saja dia disebut sebagai mukmin yang berkurang imannya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Iman itu terdiri dari tujuh puluh atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama di antaranya adalah ucapan la ilaha illallah, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan rasa malu merupakan cabang keimanan.” (HR. Bukhari dan Muslim, ini lafazh Muslim, lihat Kitabul Iman karya Ibnu Taimiyah, takhrij al-Albani, hal. 13).

Menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah amal merupakan bagian/rukun dari iman. Iman tidak cukup dengan keyakinan dan ucapan sebagaimana yang diyakini oleh kaum Murji’ah. Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri hafizhahullah mengatakan, “Di dalam hadits ini terkandung dalil/landasan hukum untuk menyatakan bahwa perbuatan anggota badan dan kondisi kejiwaan apabila sesuai dengan syari’at Allah maka ia termasuk bagian dari iman. Hadits ini juga menunjukkan bahwa iman itu laksana sebuah pohon yang terdiri dari pokok, cabang, daun, dan buah-buahan…” (Minnatul Mun’im fi Syarh Shahih Muslim [1/77]).

Dalam hadits lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perumpamaan seorang mukmin laksana pohon kurma. Apa pun yang bersumber darinya bermanfaat untukmu.” (HR. al-Bazzar, disahihkan sanadnya oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari)

Pelaku dosa besar tidak dikafirkan

Ahlus Sunnah membedakan antara perbuatan dosa besar yang apabila dilakukan menyeret dalam kekafiran dengan perbuatan dosa besar yang tidak menyebabkan kafir pelakunya. Berbeda dengan kaum Khawarij yang menganggap bahwa pelaku dosa besar murtad dan kekal di dalam neraka jika tidak bertaubat dari dosanya. Padahal, Allah ta’ala telah menyatakan bahwa dosa-dosa besar di bawah tingkatan syirik masih bisa diampuni. Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa lain di bawah tingkatan syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” (QS. an-Nisaa’: 48).

Ayat di atas dengan jelas menunjukkan bahwa dosa di bawah tingkatan syirik masih mungkin untuk diampuni, sementara ampunan tidak akan diberikan kecuali kepada orang yang beriman. Di dalam hadits disebutkan bahwa Allah ta’ala berfirman, “Wahai anak Adam, seandainya kamu datang menghadap-Ku dengan membawa dosa hampir sepenuh bumi lalu kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apapun niscaya Aku akan menemuimu dengan membawa ampunan sebesar itu pula.” (HR. Tirmidzi, beliau mengatakan hadits hasan sahih).

Hadits ini menunjukkan bahwa selama orang tidak melakukan dosa syirik atau dosa lain yang sederajat dengannya maka dosanya masih mungkin diampuni. Hadits ini juga menunjukkan keutamaan ikhlas (ibadah yang murni karena Allah) bahwa ia merupakan sebab diampuninya dosa-dosa (lihat ad-Durrah as-Salafiyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, hal. 290)

Dalam menyikapi pelaku dosa besar ada tiga kelompok utama yang menyimpang dari jalan yang lurus (baca: manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah) yaitu Khawarij, Murji’ah, dan Mu’tazilah. Golongan Khawarij menganggap bahwa pelaku dosa besar kafir -di dunia- dan kekal di dalam neraka. Adapun golongan Murji’ah menganggap bahwa pelaku dosa besar seorang mukmin yang sempurna imannya dan tidak ada hukuman yang harus dijatuhkan kepadanya. Sementara golongan Mu’tazilah menganggap bahwa pelaku dosa besar di dunia tidak kafir tapi juga tidak beriman, atau biasa dikenal dengan istilah manzilah baina manzilatain (di suatu posisi di antara dua posisi). Meskipun demikian, Mu’tazilah sepakat dengan Khawarij dalam menghukumi pelaku dosa besar kelak akan kekal di neraka (lihat Mu’jam Alfazh al-‘Aqidah, hal. 331).

Oleh sebab itu kita harus bersungguh-sungguh dalam mempelajari akidah dan rambu-rambu keimanan agar kita tidak tergelincir ke dalam penyimpangan pemahaman seperti yang mereka alami. Dari sini pun kita bisa menyibak salah satu alasan mengapa para ulama hadits senantiasa mengawali pembahasan syari’at/ajaran Islam dengan menyebutkan Kitabul Iman di bagian awal-awal kitab mereka seperti halnya Imam Bukhari rahimahullah dalam Shahihnya (setelah Kitab Bad’ul Wahyi dan Kitabul Ilmi) dan Imam Muslim rahimahullah dalam Shahihnya pada awal kitab setelah mukadimah Shahihnya. Adapun pembahasan pembatal-pembatal keislaman biasanya diletakkan di akhir setelah tuntas pembahasan tentang hakekat iman.

Pengertian Kemurtadan

Murtad berasal dari kata irtadda yang artinya raja’a (kembali), sehingga apabila dikatakan irtadda ‘an diinihi maka artinya orang itu telah kafir setelah memeluk Islam (lihat Mu’jamul Wasith, 1/338). Perbuatannya yang menyebabkan dia kafir atau murtad itu disebut sebagai riddah (kemurtadan). Secara istilah makna riddah adalah: menjadi kafir sesudah berislam. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barangsiapa diantara kalian yang murtad dari agamanya kemudian mati dalam keadaan kafir maka mereka itulah orang-orang yang terhapus amalannya di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal berada di dalamnya.” (QS. al-Baqarah : 217) (lihat at-Tauhid li Shaffits Tsaalits ‘Aliy, hal. 32)

Penjatuhan vonis kafir/murtad

Vonis hukum kafir/takfir dapat dibagi menjadi dua kategori: takfir muthlaq dan takfir mu’ayyan. Yang dimaksud dengan takfir muthlaq adalah kaidah umum yang diberlakukan bagi orang yang melakukan suatu jenis perbuatan yang dimasukkan dalam kategori kekafiran (kufur akbar). Seperti misalnya ucapan para ulama, “Barang siapa yang meyakini al-Qur’an adalah makhluk maka dia kafir.” Ungkapan semacam ini bisa dilontarkan oleh siapa saja selama dilandasi dalil al-Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar serta tidak ditujukan kepada suatu kelompok atau individu tertentu. Adapun takfir mu’ayyan maka ia merupakan bentuk penjatuhan vonis kafir kepada individu atau kelompok orang tertentu. Jenis takfir yang kedua ini bukan hak setiap orang, namun wewenang para ulama yang benar-benar ahlinya atau badan khusus (ulama) yang ditunjuk oleh penguasa muslim setempat. Untuk menjatuhkan vonis kafir kepada perorangan diperlukan tahapan-tahapan yang tidak mudah dan syarat-syarat, sampai benar-benar terbukti bahwa yang bersangkutan benar-benar telah melakukan kekafiran yang mengeluarkannya dari agama (lihat Mujmal Masa’il Iman al-‘Ilmiyah fi ushul al-‘Aqidah as-Salafiyah, hal. 17-18).

Macam-macam riddah/kemurtadan

[1] Riddah dengan sebab ucapan. Seperti contohnya ucapan mencela Allah ta’ala atau Rasul-Nya, menjelek-jelekkan malaikat atau salah seorang rasul. Atau mengaku mengetahui ilmu gaib, mengaku sebagai Nabi, membenarkan orang yang mengaku Nabi. Atau berdoa kepada selain Allah, beristighotsah kepada selain Allah dalam urusan yang hanya dikuasai Allah atau meminta perlindungan kepada selain Allah dalam urusan semacam itu.

[2] Riddah dengan sebab perbuatan. Seperti contohnya melakukan sujud kepada patung, pohon, batu atau kuburan dan menyembelih hewan untuk diperembahkan kepadanya. Atau melempar mushaf di tempat-tempat yang kotor, melakukan praktek sihir, mempelajari sihir atau mengajarkannya. Atau memutuskan hukum dengan bukan hukum Allah dan meyakini kebolehannya.

[3] Riddah dengan sebab keyakinan. Seperti contohnya meyakini Allah memiliki sekutu, meyakini khamr, zina dan riba sebagai sesuatu yang halal. Atau meyakini roti itu haram. Atau meyakini bahwa sholat itu tidak diwajibkan dan sebagainya. Atau meyakini keharaman sesuatu yang jelas disepakati kehalalannya. Atau meyakini kehalalan sesuatu yang telah disepakati keharamannya.

[4] Riddah dengan sebab keraguan. Seperti meragukan sesuatu yang sudah jelas perkaranya di dalam agama, seperti meragukan diharamkannya syirik, khamr dan zina. Atau meragukan kebenaran risalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau para Nabi yang lain. Atau meragukan kebenaran Nabi tersebut, atau meragukan ajaran Islam. Atau meragukan kecocokan Islam untuk diterapkan pada zaman sekarang ini (lihat at-Tauhid li Shaffits Tsaalits ‘Aliy, hal. 32-33)

Sepuluh Pembatal Keislaman

Berikut ini sepuluh perkara yang digolongkan sebagai pembatal keislaman. Walaupun sebenarnya pembatal keislaman itu tidak terbatas pada sepuluh perkara ini saja. Hanya saja sepuluh perkara ini merupakan pokok-pokoknya, yaitu:

  1. Melakukan kemusyrikan dalam beribadah kepada Allah. Yaitu menujukan salah satu bentuk ibadah kepada selain Allah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh Allah haramkan atasnya surga, dan tempat kembalinya adalah neraka…” (QS. al-Ma’idah: 72).
  2. Mengangkat perantara dalam beribadah kepada Allah yang dijadikan sebagai tujuan permohonan/doa dan tempat meminta syafa’at selain Allah.
  3. Tidak meyakini kafirnya orang musyrik, meragukan kekafiran mereka, atau bahkan membenarkan keyakinan mereka.
  4. Keyakinan bahwa ada petunjuk dan hukum selain tuntunan Nabi yang lebih sempurna dan lebih baik daripada petunjuk dan hukum beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  5. Membenci ajaran Rasul, meskipun dia juga ikut melakukan ajaran itu.
  6. Mengolok-olok ajaran agama Islam, pahala atau siksa.
  7. Sihir.
  8. Membantu kaum kafir dalam menghancurkan umat Islam.
  9. Keyakinan bahwa sebagian orang boleh tidak mengikuti syari’at Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menganalogikannya dengan Nabi Khidr bersama Nabi Musa ‘alaihimas salam.
  10. Berpaling total dari agama, tidak mau mempalajari maupun mengamalkannya (lihat Nawaqidh al-Islam, karya Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah hal. 2-4 software Maktabah asy-Syamilah).


Hukum yang terkait dengan orang murtad

[1] Orang yang murtad harus diminta bertobat sebelum dijatuhi hukuman. Kalau dia mau bertobat dan kembali kepada Islam dalam rentang waktu tiga hari maka diterima dan dibebaskan dari hukuman. [2] Apabila dia menolak bertobat maka wajib membunuhnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengganti agamanya maka bunuhlah dia.” (HR. Bukhari dan Abu Dawud). [3] Kemurtadannya menghalangi dia untuk memanfaatkan hartanya dalam rentang waktu dia diminta tobat. Apabila dia bertobat maka hartanya dikembalikan. Kalau dia tidak mau maka hartanya menjadi harta fai’ yang diperuntukkan bagi Baitul Maal sejak dia dihukum bunuh atau sejak kematiannya akibat murtad. Dan ada pula ulama yang berpendapat hartanya diberikan untuk kepentingan kebaikan kaum muslimin secara umum. [4] Orang murtad tidak berhak mendapatkan warisan dari kerabatnya, dan juga mereka tidak bisa mewarisi hartanya. [5] Apabila dia mati atau terbunuh karena dijatuhi hukuman murtad maka mayatnya tidak dimandikan, tidak disholati dan tidak dikubur di pekuburan kaum muslimin akan tetapi dikubur di pekuburan orang kafir atau di kubur di tanah manapun selain pekuburan umat Islam (lihat at-Tauhid li Shaffits Tsaalits ‘Aliy, hal. 33). Demikian penjelasan yang ringkas ini, semoga bermanfaat.

Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.



Oleh Ari Wahyudi
Buletin.muslim.or.id

Artikel Rujukan:
1. https://buletin.muslim.or.id/aqidah/pembatal-pembatal-keislaman
2. https://almanhaj.or.id/3165-pembatal-pembatal-keislaman.html
3. https://rumaysho.com/81-aku-tidak-ingin-amal-ibadahku-sia-sia.html

Laskar Bali Minta Maaf pada Umat Muslim

View Article

Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Bali sempat mendapat penolakan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) kepemudaan yang bergabung dalam Komponen Rakyat Bali (KRB). Massa yang jumlahnya kurang dari 100 orang ini beranggotakan Laskar Bali, Banaspati, Patriot Garuda Nusantara (PGN), Perguruan Sandhi Murti, dan ormas kepemudaan lainnya.

KRB sempat menghadang Ustaz Somad di Hotel Aston, Denpasar, tempatnya menginap. Unjuk rasa itu berakhir dengan mediasi dan safari dakwah Ustaz Somad pun kembali dilanjutkan.

Sekretaris Jenderal Laskar Bali I Ketut Ismaya menyampaikan, permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim di Indonesia, khususnya Muslim di Bali. Pernyataannya tersebut dituliskan di akun resmi Facebook-nya dengan nama sama.

"Mohon maaf kepada umat Muslim kalau ada saya dan penyampaian saya yang salah karena saya manusia biasa yang tidak sempurna. Tapi, hati dan niat saya mulia, yaitu ingin menjaga NKRI dan Bali. Tidak ada niat saya melecehkan agama lain, apalagi Islam, agama terbesar dan terhebat di Indonesia. Kalau saya pencitraan, Tuhan saya, Ida Sang Hyang Widhi Wasa akan tahu dan pastinya saya akan dihukum oleh Beliau. Jadi, mulai hari ini saya minta jangan ada yang saling menghujat dan menghina. Kita rakyat Indonesia harus bersatu. Begitu juga bagi keluarga besar saya, Laskar Bali dan semeton Bali. Salam hormat kami sekeluarga, terima kasih," tulis Ismaya di pengujung pesannya.

Ismaya memperjelas pernyataannya dengan tujuan mengklarifikasi pemberitaan simpang siur. Dia tak ingin hal ini dibuat semakin panas oleh orang-orang yang ingin menghancurkan NKRI dengan mengatasnamakan agama.

Ismaya menjelaskan, kedatangannya ke Hotel Aston bersama massa akhir pekan lalu bukan untuk sweeping, namun ingin berdialog langsung dengan Ustaz Somad. Dia awalnya menyayangkan Ustaz Somad tak mau mencium Bendera Merah Putih.

"Karena tidak ketemu, saya kemudian berkeliling dan jadinya mencari sambil berteriak, "Orang yang tidak NKRI harus diusir dari Bali. Kami tidak mau diadu domba oleh ustaz yang khutbahnya mengacu kepada radikalisme." Dan perlu saya pertegas, kami tidak ada yang membawa senjata tajam seperti gambar yang viral di media sosial. Saya hanya membawa tongkat komando berkepala semar," tulis Ismaya.

Ismaya mengatakan, massa yang menolak Ustaz Somad kala itu bukan hanya dari pihak mereka, namun juga anggota Nahdlatul Ulama (NU) dan Banser. Namun, dirinya tak ingin terprovokasi lebih jauh sehingga memutuskan mencari dan bertemu langsung dengan Ustaz Somad.

"Setelah saya dipertemukan dengan Usatz Somad, beliau mengatakan beliau tidak antiNKRI dan mau mencium Bendera Merah Putih. Saya terharu, bangga, dan saya sampaikan pada saat itu di salah satu ruangan di Hotel Aston," katanya.

Ismaya mengatakan, Laskar Bali tidak membenci Islam. Laskar Bali menjamin Ustaz Somad aman berdakwah di Bali.

"Jika ada yang berani mengganggu ustaz, biar saya yang hadapi. Kami umat Hindu di Bali ini jumlahnya sedikit. Adanya umat agama lain tentunya kami sangat senang karena keluarga kami bertambah. Jadi, kami meminta pada ustaz, jaga kami, satukan kami, jangan sampai terpecah belah," katanya. []


Sumber: http://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-nusantara/17/12/11/p0s2qn396-laskar-bali-minta-maaf-pada-umat-muslim

Penolakan Ustadz Abdul Somad dan Kerukunan Umat Beragama

View Article

Parisadha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali meminta kelompok masyarakat yang menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad ke Pulau Dewata itu tidak mengganggu kerukunan umat beragama di lingkungan setempat. Ketua PHDI, I Gusti Ngurah Sudiana, menegaskan, Bali merupakan daerah damai dan tenteram.

"Kami minta mereka yang menolak jangan memperkeruh suasana di Bali," kata Sudiana, Sabtu (9/12).

Guru Besar Sosiologi Agama ini meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Bali, tidak mengaitkan masalah penolakan ini dengan agama. Masyarakat Bali, jelas dia, sangat menghormati tamu.

"Selama tujuannya baik, siapa pun ke Bali tidak ada masalah," kata Sudiana.

Kalaupun ada hal yang dianggap tidak baik, dia mengimbau untuk dikomunikasikan bersama dahulu. Salurannya yakni Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) bila terkait agama atau aparat yang berwenang.

Menurut dia, pihak panitia tidak mengomunikasikan hal itu bersama FKUB. Ketika ada persoalan penolakan dari ormas kepemudaan, PHDI pun tidak mengetahuinya.

Sudiana juga menegaskan, ormas kepemudaan yang menolak Ustaz Abdul Somad bukan organisasi berdasar agama. Kelompok ini pun dinilai tidak mewakili seluruh masyarakat Bali. Mereka juga sudah dimediasi oleh aparat. "Jadi, masalahnya sudah selesai," kata dia.

Beberapa kelompok ormas kepemudaan menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad di Bali pada Jumat (8/12). Kelompok ormas ini terdiri atas Patriot Garuda Nusantara (PGN), Laskar Bali, Banaspati, dan Sandhi Murti. Mereka menolak Ustaz Abdul Somad karena dituduh anti-NKRI dan ingin mendirikan negara Khilafah.

Beruntung, penolakan itu segera dimediasi oleh aparat keamanan. Acara tabligh akbar di Masjid An Nur pun bisa dilanjutkan. Ustaz Abdul Somad bisa menyampaikan ceramah selama kurang lebih seratus menit.

Dalam ceramahnya, dia menegaskan tidak anti dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jika ada pihak yang menyebarkan isu tersebut dengan berpedoman pada potongan-potongan video pendek di media sosial maka itu sama sekali tidak benar.

"Jika ada isu saya anti-NKRI, ini pasti dibuat sama orang yang tidak punya paket data karena hanya menonton video pendek (jamaah tertawa),” kata dia di Masjid An Nur, Denpasar, Jumat malam.

Dia meminta umat tidak marah dan mendoakan mereka yang menebar isu diberikan hidayah, rezeki banyak, dan umur panjang. Dia menambahkan, Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam. Menurut dia, ulama terdahulu membawa Islam ke negeri ini sehingga Muslim bisa bertetangga dengan saudaranya yang beragama Hindu, Kristen, dan sebagainya.

Meski demikian, Ustaz Somad dalam klarifikasinya yang disusun belakangan meminta agar oknum perusak kebinekaan bisa ditindak secara hukum.

Direktur Legal LBH Street Lawyer M Kamil Pasha menegaskan, tindakan ormas penolak Ustaz Abdul Somad telah bertentangan dengan Pasal 59 Ayat 3 UU tentang Ormas (Eks Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI No 2 Tahun 2017).
"Ormas dilarang melakukan tindakan permusuhan terhadap suku, agama, ras, atau golongan," kata Pasha.

Ia menerangkan, ormas juga dilarang melakukan penyalahgunaan, penistaan, atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia. Ormas juga dilarang melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum, atau merusak fasilitas umum serta sosial. (Pengolah A Syalaby Ichsan).


Sumber: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/12/11/p0r8fj440-penolakan-ustaz-somad-dan-kerukunan-umat-beragama

Ariel Sharon Si Tukang Jagal Kaum Muslimin Akhirnya Mati Setelah Koma 8 Tahun

View Article

Ariel Sharon, mantan perdana menteri dan jenderal “Israel”, yang telah koma selama delapan tahun setelah mengalami stroke pada puncak kekuasaannya, dilaporkan mati pada Sabtu (11/1/2014) ini dalam usia 85 tahun, kata keluarganya dan pihak pemerintah “Israel”, seperti dilansir Reuters.

Putra Sharon, Gilad, mengumumkan berita kematian itu di rumah sakit tempat ayahnya dirawat. Sebelumnya dokter di sana telah memperkirakan kematian Sharon yang semakin dekat setelah kondisi kesehatannya menurun tajam pekan lalu.

Menteri dalam pemerintahan sayap kanan “Israel”, dan pihak oposisi politik “Israel”, mengklaim telah kehilangan seorang pemimpin tangguh dan cerdik yang meninggalkan jejak besar di wilayah mereka melalui invasi militer, pembangunan pemukiman Yahudi di tanah yang diduduki, yang pada hakikatnya dirampas dari rakyat Palestina.

“Bangsa ‘Israel’ hari ini telah kehilangan seorang pria terhormat, seorang pemimpin besar dan seorang prajurit yang berani,” klaim Menteri Urusan Strategi “Israel”  Yuval Steinitz dalam sebuah pernyataan.

Bagi “Israel” mungkin Sharon dinilai berjasa, tapi bagi Umat Islam di seluruh penjuru dunia, Sharon benar-benar dikutuk karena dia bertanggung jawab atas pembantaian ribuan Kaum Muslimin di Shabra dan Shatila Lebanon pada tahun 1982 silam.

Sharon adalah salah satu veteran politik dan militer di kancah penjajah “Israel”. Dia lahir pada 26 Februari 1928 di desa Kfar Malal, Palestina. Orang tuanya adalah Yahudi Ashkenazi yang beremigrasi dari Eropa Timur. Ayahnya lahir di Polandia, sementara ibunya lahir di Rusia.

Sharon mengalami stroke ringan pertama kali pada Desember 2005 lalu dan menggunakan pengencer darah sebelum akhirnya mengalami pendarahan otak yang parah pada tanggal 4 Januari 2006.

Setelah menghabiskan beberapa bulan di rumah sakit Al-Quds di mana dia awalnya diobati, Sharon kemudian dipindahkan ke fasilitas perawatan jangka panjang di Rumah Sakit Tel Hashomer.

Dia sempat dibawa pulang ke rumahnya, namun kemudian dikembalikan lagi ke rumah sakit, di mana dia menghabiskan delapan tahun dalam keadaan sekarat hingga akhirnya menemui ajalnya di sana.

Sharon juga pernah menjadi pemimpin Likud, partai terbesar dalam koalisi pemerintah di parlemen “Israel”, Knesset. Dia kemudian dilaporkan mengundurkan diri dari partai tersebut pada 21 November 2005, dan mendirikan partai baru, Kadima.

Selama tiga puluh tahun, Sharon bertugas sebagai anggota Angkatan Bersenjata “Israel”, dengan pangkat tertingginya sebagai Mayor Jenderal.  Dia menjadi terkenal di “Israel” setelah keterlibatannya dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 dan Perang Yom Kippur pada tahun 1973.

Sharon juga bertanggung jawab atas tragedi pembantaian Qibya pada 13 Oktober 1953 silam, di mana sebanyak 96 orang Palestina dibunuh oleh Unit 101 “Israel” yang dipimpinnya.

Selain itu dia juga mengambil andil besar dalam pembantaian Sabra dan Shatila di Lebanon pada tahun 1982. Dalam pembantaian biadab itu, terdapat antara 3.000 hingga 3.500 Kaum Muslimin yang terbunuh. Sejak saat itu, Sharon pun dijuluki sebagai “Si Tukang Jagal dari Beirut”.

Tak berhenti sampai di situ, pada  tahun 2000-2002, Sharon juga telah membunuh lebih dari 9000 warga Palestina saat perlawanan Intifadha Pertama. Selain itu, dia juga pernah membuat kekacauan di dalam masjid kebanggaan Umat Islam, Masjid Al-Aqsa.

Dengan sederet kejahatan dan kebiadaban yang telah dia lakukan terhadap Kaum Muslimin semasa hidupnya, tidak mengherankan bila di Gaza, rakyat Palestina justru dikabarkan bergembira atas berita kematian Sharon ini.

Seorang juru bicara pejuang Hamas Palestina, Sami Abu Zurhi menyampaikan, “Rakyat kami hari ini merasakan kebahagiaan luar biasa atas kematian dan kepergian penjahat ini, yang tangannya berlumuran darah rakyat kami dan darah para pemimpin kami di sini dan di pengasingan.” (banan/arrahmah.com)


Pranala luar:
1. https://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2006/02/060211_sharon.shtml
2. https://www.arrahmah.com/2014/01/11/ariel-sharon-si-tukang-jagal-kaum-muslimin-akhirnya-mati-setelah-koma-8-tahun/
3. https://www.kompasiana.com/maharsi/tubuh-mantan-pm-israel-ariel-sharon-membusuk-padahal-masih-hidup_54fff4e18133117d22fa7012
4. https://dunia.tempo.co/read/544394/semangat-ariel-sharon-selama-8-tahun-koma
5. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/14/01/11/mz8rmf-kondisi-mengerikan-ariel-sharon-sebelum-kematian

Minggu, 10 Desember 2017

Alami Gejala Mirip Kelu Lidah, Trump Bakal Jalani Pemeriksaan Medis

View Article

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan medis dalam waktu dekat. Trump mengalami gejala yang diketahui setelah pidato mengakui Al Quds sebagai ibu kota Israel.

Gedung Putih menyatakan, Trump akan menjalani pemeriksaan medis publik awal tahun depan di Walter Reed National Military Medical Center. Trump kesulitan melafalkan kata-kata secara jelas mirip gejala kelu lidah.

Gejala itu terjadi pada akhir pidatonya tentang pengumuman Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada hari Rabu (6/12/2017) lalu. Trump mengucapkan sejumlah kata seperti "sh”, misalnya saat melafalkan kalimat ”and God bless the United Shtesh”. Kata “Shtesh” semestinya “State”.

Kondisi yang dialami Trump itu memicu spekulasi publik di lini masa. Ada yang menduga Trump mengalami stroke. Ada juga yang menduga ia kesulitan bicara dengan gigi palsu.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan Trump. Menurutnya, Trump hanya mengalami tenggorokan kering.

Namun, pemeriksaan medis awal tahun depan di Walter Reed National Military Medical Center akan menjawabnya.

“Catatan-catatan itu akan dirilis oleh dokter,” kata Sanders seperti dikutip Washington Examiner. Ia menambahkan bahwa pemeriksaan itu rutin sebagaimana Presiden sebelumnya.

Sebagian netizen percaya bahwa apa yang dialami Trump terkait dengan arogansinya atas Palestina.

“Itu hukuman dari Allah atas apa yang telah diperbuat Trump..,” kata Miko.

Ada pula yang mendoakan agar dengan gejala itu Trump mendapat hidayah.

“Ya Allah... Semoga ini jalanMu untuk menunjukkan hidayah kepada Donald Trump. Semoga ini jalan terangMu bagi orang yang tidak beriman kepadaMu menjadi membuka mata dan hati. Aamiin,” kata Ghafet. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina


Sumber:
https://international.sindonews.com/read/1264112/42/alami-gejala-mirip-kelu-lidah-trump-bakal-jalani-pemeriksaan-medis-1512740438

Shalahuddin al-Ayyubi, Macan Perang Salib Sang Pembebas al-Quds

View Article

Kali ini kita akan bercerita tentang seorang laki-laki mulia dan memiliki peranan yang besar dalam sejarah Islam, seorang panglima Islam, serta kebanggaan suku Kurdi, ia adalah Shalahuddin Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadi atau yang lebih dikenal dengan Shalahuddin al-Ayyubi atau juga Saladin. Ia adalah seorang laki-laki yang mungkin sebanding dengan seribu laki-laki lainnya.

Asal dan Masa Pertumbuhannya

Shalahuddin al-Ayyubi adalah laki-laki dari kalangan ‘ajam (non-Arab), tidak seperti yang disangkakan oleh sebagian orang bahwa Shalahuddin adalah orang Arab, ia berasal dari suku Kurdi. Ia lahir pada tahun 1138 M di Kota Tikrit, Irak, kota yang terletak antara Baghdad dan Mosul. Ia melengkapi orang-orang besar dalam sejarah Islam yang bukan berasal dari bangsa Arab, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Tirmidzi, dan lain-lain.

Karena suatu alasan, kelahiran Shalahuddin memaksa ayahnya untuk meninggalkan Tikrit sehingga sang ayah merasa kelahiran anaknya ini menyusahkan dan merugikannya. Namun kala itu ada orang yang menasihatinya, “Engkau tidak pernah tahu, bisa jadi anakmu ini akan menjadi seorang raja yang reputasinya sangat cemerlang.”

Dari Tikrit, keluarga Kurdi ini berpindah menuju Mosul. Sang ayah, Najmuddin Ayyub tinggal bersama seorang pemimpin besar lainnya yakni Imaduddin az-Zanki. Imaduddin az-Zanki memuliakan keluarga ini, dan Shalahuddin pun tumbuh di lingkungan yang penuh keberkahan dan kerabat yang terhormat. Di lingkungan barunya dia belajar menunggang kuda, menggunakan senjata, dan tumbuh dalam lingkungan yang sangat mencintai jihad. Di tempat ini juga Shalahuddin kecil mulai mempelajari Alquran, menghafal hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, mempelajari bahasa dan sastra Arab, dan ilmu-ilmu lainnya.

Diangkat Menjadi Mentri di Mesir

Sebelum kedatangan Shalahuddin al-Ayyubi, Mesir merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Syiah, Daulah Fathimiyah. Kemudian pada masa berikutnya Dinasti Fathimiyah yang berjalan stabil mulai digoncang pergolakan di dalam negerinya. Orang-orang Turki, Sudan, dan Maroko menginginkan adanya revolusi. Saat itu Nuruddin Mahmud, paman Shalahuddin, melihat sebuah peluang untuk menaklukkan kerajaan Syiah ini, ia berpandangan penaklukkan Daulah Fathimiyyah adalah jalan lapang untuk membebaskan Jerusalem dari kekuasaan Pasukan Salib.

Nuruddin benar-benar merealisasikan cita-citanya, ia mengirim pasukan dari Damaskus yang dipimpin oleh Asaduddin Syirkuh untuk membantu keponakannya, Shalahuddin al-Ayyubi, di Mesir. Mengetahui kedatangan pasukan besar ini, sebagian Pasukan Salib yang berada di Mesir pun lari kocar-kacir sehingga yang dihadapi oleh Asaduddin dan Shalahuddin hanyalah orang-orang Fathimyah saja. Daulah Fathimiyah berhasil dihancurkan dan Shalahuddin diangkat menjadi mentri di wilayah Mesir. Namun tidak lama menjabat sebagai menteri di Mesir, dua bulan kemudian Shalahuddin diangkat sebagai wakil dari Khalifah Dinasti Ayyubiyah.

Selama dua bulan memerintah Mesir, Shalahuddin membuat kebijakan-kebijakan progresif yang visioner. Ia membangun dua sekolah besar berdasarkan madzhab Ahlussunnah wal Jamaah. Hal ini ia tujukan untuk memberantas pemikiran Syiah yang bercokol sekian lama di tanah Mesir. Hasilnya bisa kita rasakan hingga saat ini, Mesir menjadi salah satu negeri pilar dakwah Ahlussunnah wal Jamaah atau Sunni. Kebijakan lainnya yang ia lakukan adalah mengganti penyebutan nama-nama khalifah Fathimiyah dengan nama-nama khalifah Abbasiyah dalam khutbah Jumat.

Menaklukkan Jerusalem

Persiapan Shalahuddin untuk menggempur Pasukan Salib di Jerusalem benar-benar matang. Ia menggabungkan persiapan keimanan (non-materi) dan persiapan materi yang luar biasa. Persiapan keimanan ia bangun dengan membersihkan akidah Syiah bathiniyah dari dada-dada kaum muslimin dengan membangun madrasah dan menyemarakkakn dakwah, persatuan dan kesatuan umat ditanamkan dan dibangkitkan kesadaran mereka menghadapi Pasukan Salib.

Dengan kampanyenya ini ia berhasil menyatukan penduduk Syam, Irak, Yaman, Hijaz, dan Maroko di bawah satu komando. Dari persiapan non-materi ini terbentuklah sebuah pasukan dengan cita-cita yang sama dan memiliki landasan keimanan yang kokoh.

Dari segi fisik Shalahuddin mengadakan pembangunan makas militer, benteng-benteng perbatasan, menambah jumlah pasukan, memperbaiki kapal-kapal perang, membangun rumah sakit, dll.

Pada tahun 580 H, Shalahuddin menderita penyakit yang cukup berat, namun dari situ tekadnya untuk membebaskan Jerusalem semakin membara. Ia bertekad apabila sembuh dari sakitnya, ia akan menaklukkan Pasukan Salib di Jerusalem, membersihkan tanah para nabi tersebut dari kesyirikan trinitas.

Dengan karunia Allah, Shalahuddin pun sembuh dari sakitnya. Ia mulai mewujudkan janjinya untuk membebaskan Jerusalem. Pembebasan Jerusalem bukanlah hal yang mudah, Shalahuddin dan pasukannya harus menghadapi Pasukan Salib di Hathin terlebih dahulu, perang ini dinamakan Perang Hathin, perang besar sebagai pembuka untuk menaklukkan Jerusalem. Dalam perang tersebut kaum muslimin berkekuatan 63.000 pasukan yang terdiri dari para ulama dan orang-orang shaleh, mereka berhasil membunuh 30000 Pasukan Salib dan menawan 30000 lainnya.

Setelah menguras energy di Hathin, akhirnya kaum muslimin tiba di al-Quds, Jerusalem, dengan jumlah pasukan yang besar tentara-tentara Allah ini mengepung kota suci itu. Perang pun berkecamuk, Pasukan Salib sekuat tenaga mempertahankan diri, beberapa pemimpin muslim pun menemui syahid mereka –insya Allah- dalam peperangan ini. Melihat keadaan ini, kaum muslimin semakin bertambah semangat untuk segera menaklukkan Pasukan Salib.

Untuk memancing emosi kaum muslimin, Pasukan Salib memancangkan salib besar di atas Kubatu Shakhrakh. Shalahuddin dan beberapa pasukannya segera bergerak cepat ke sisi terdekat dengan Kubbatu Shakhrakh untuk menghentikan kelancangan Pasukan Salib. Kemudian kaum muslimin berhasil menjatuhkan dan membakar salib tersebut. Setelah itu, jundullah menghancurkan menara-menara dan benteng-benteng al-Quds.

Pasukan Salib mulai terpojok, merek tercerai-berai, dan mengajak berunding untuk menyerah. Namun Shalahuddin menjawab, “Aku tidak akan menyisakan seorang pun dari kaum Nasrani, sebagaimana mereka dahulu tidak menyisakan seorang pun dari umat Islam (ketika menaklukkan Jerusalem)”. Namun pimpinan Pasukan Salib, Balian bin Bazran, mengancam “Jika kaum muslimin tidak mau menjamin keamanan kami, maka kami akan bunuh semua tahanan dari kalangan umat Islam yang jumlahnya hampir mencapai 4000 orang, kami juga akan membunuh anak-anak dan istri-istri kami, menghancurkan bangunan-bangunan, membakar harta benda, menghancurkan Kubatu Shakhrakh, membakar apapun yang bisa kami bakar, dan setelah itu kami akan hadapi kalian sampai darah penghabisan! Satu orang dari kami akan membunuh satu orang dari kalian! Kebaikan apalagi yang bisa engkau harapkan!” Inilah ancaman yang diberikan Pasukan Salib kepada Shalahuddin dan pasukannya.

Shalahuddin pun mendengarkan dan menuruti kehendak Pasukan Salib dengan syarat setiap laki-laki dari mereka membayar 10 dinar, untuk perempuan 5 dinar, dan anak-anak 2 dinar. Pasukan Salib pergi meninggalkan Jerusalem dengan tertunduk dan hina. Kaum muslimin berhasil membebaskan kota suci ini untuk kedua kalinya.

Shalahuddin memasuki Jerusalem pada hari Jumat 27 Rajab 583 H / 2 Oktober 1187, kota tersebut kembali ke pangkuan umat Islam setelah selama 88 tahun dikuasai oleh orang-orang Nasrani. Kemudian ia mengeluarkan salib-salib yang terdapat di Masjid al-Aqsha, membersihkannya dari segala najis dan kotoran, dan mengembalikan kehormatan masjid tersebut.

Wafatnya Sang Pahlawan

Sebagaimana manusia sebelumnya, baik dari kalangan nabi, rasul, ulama, panglima perang dan yang lainnya, Shalahuddin pun wafat meninggalkan dunia yang fana ini. Ia wafat pada usia 55 tahun, pada 16 Shafar 589 H bertepatan dengan 21 Febuari 1193 di Kota Damaskus. Ia meninggal karena mengalami sakit demam selama 12 hari. Orang-orang ramai menyalati jenazahnya, anak-anaknya Ali, Utsman, dan Ghazi turut hadir menghantarkan sang ayah ke peristirahatannya. Semoga Allah meridhai, merahmati, dan  membalas jasa-jasa engkau wahai pahlawan Islam, sang pembebas Jerusalem.



Sumber:
Shalahuddin al-Ayyubi Bathalu al-Hathin oleh Abdullah Nashir Unwan
Shalahuddin al-Ayyubi oleh Basim al-Usaili
Shalahuddin al-Ayyubi oleh Abu al-Hasan an-Nadawi
Islamstroy.com

Ditulis oleh Nurfitri Hadi
Artikel http://kisahmuslim.com/3915-shalahuddin-al-ayyubi.html

Sabtu, 09 Desember 2017

Wajib Baca! Ini Sejarah Singkat Dari Palestina

View Article

Siapa yang tidak pernah mendengar Palestina, negara timur tengah yang dihuni tidak lebih dari sepertiga penduduk Indonesia tersebut seringkali di sebut-sebut oleh media nasional dan internasional karena konflik yang terjadi di dalamnya.

Palestina adalah sebuah nama untuk menyebut wilayah barat daya negeri  Secara geografis Palestina terletak di bagian barat benua Asia dan bagian pantai timur Laut Tengah. Palestina terletak di titik strategis penting, karena dianggap sebagai penghubung antara benua Asia dan Afrika, di samping sebagai sentra yang mempertemukan wilayah dunia Islam.

Sejarah Palestina Pra-sejarah

Sejarah berdirinya negara Palestina dimulai sejak periode purwa-Kanaan. Hal ini diperkuat dengan sebuah fosil manusia berumur lebih dari 1,5 juta tahun yang lalu pada era Pleistocene. pal-1-1 Pada tahun 1925 di sebuah goa bernama Goa Zuttiyeh juga ditemukan sisa-sisa makhluk hidup yang kemudian diberi nama “Manusia Palestina”.

Mereka mempunyai kebudayaan yang cukup maju. Penggalian arkeologis di beberapa Kota Kanaan, seperti Megiddo, Hazor, dan Sikhem, menemukan situs-situs, perabotan, keramik, dan permata. Benda-benda itu diperkirakan dibuat sebelum abad ke-17 SM. Bangsa Kana’an diperkirakan adalah cikal bakal lahirnya keturunan Bangsa Palestina.

Sejarah Palestina di Era Modern

Sejarah berdirinya negara Palestina modern dimulai dari tahun 1516 ketika Ottoman Turki menduduki Palestina dan Istanbul ditunjuk sebagai pemerintah lokalnya. Kekuasaan akan Palestina terancam ketika Napoleon Bonaparte memulai perang sejak 7 Maret hingga Juli tahun 1799.

Penyerangan ini gagal dan berakhir saat Napoleon dibunuh oleh adiknya yang bekerja sama dengan Ottoman. Pada tanggal 10 Mei 1832, daerah Syria Ottoman dikuasai oleh ekspansionis Mesir di bawah pimpinan Muhammad Ali dalam perang Mesir-Ottoman di tahun 1831, meski begitu pihak Ottoman kembali melawan dan baru kalah ketika mereka bergabung dengan Kekaisaran Jerman dalam Perang Dunia I.

Palestina modern juga diwarnai dengan konflik berdarah antara Israel-Palestina sampai sekarang. Perebutan wilayah dengan sebutan ‘tanah yang dijanjikan’ bagi bangsa Israel tersebut hingga kini masih selalu menjadi topik utama dalam perbincangan dunia. Konflik berdarah Israel-Palestina dimulai pada tahun 1948 dengan dimulainya perang antara bangsa Arab-Israel.

Tempat dimana Rasulullah Salallahu wa’alaihi wassalam melakukan isra’mi’raj, Al Aqsha telah lebih dari 40 tahun diperebutkan dan hasilnya kaum muslimin menjadi korban. Selama lebih dari 40 tahun jutaan warga Palestina masih terlunta-lunta.

Gerakan intifadhah yang dimulai pada tahun 1987 adalah salah satu upaya penduduk Palestina untuk melawan kekejian Israel. Namun intervensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab belum bisa memenangkan hak warga Palestina. Nasib Palestina sampai saat ini masih belum jelas. Pendudukan Israel atas tanah Palestina belum juga terhapuskan.

Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina


Sumber :
https://blog.act.id/sejarah-singkat-palestina
https://id.wikipedia.org/wiki/Konflik_Israel_dan_Palestina
www.portalsejarah.com/sejarah-berdirinya-negara-palestina

Jaga Kesehatan, Van Damme Tiru Gaya Hidup Rasulullah ﷺ

View Article

Jean-Claude Van Damme merupakan aktor asal Belgia yang terkenal dengan aksi-aksi laganya. Dengan tubuh yang sangat prima di usia 55 tahun, Van Damme ternyata memiliki cara yang tak diduga dalam menjaga kebugaran tubuhnya. Van Damme mengaku mengikuti kebiasaan hidup dari Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ).

Baca jugaIkuti Pola Makan Seperti Nabi Muhammad (ﷺ), Jean Van Damme: Tidak Memakan Babi Itu Sehat!

Dalam sebuah sesi wawancara, Van Damme ditanya mengenai pola makan yang sehat. Van Damme kemudian menjawab bahwa ia mengikuti pola makan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ) dalam ajaran Islam. "Bacalah. Temuan-temuan dari Muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas," ungkap Van Damme mengawali penjelasannya.

Van Damme menilai Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ) sebagai sosok yang cerdas karena beliau dapat mengetahui apa yang baik dan tidak baik bagi tubuh di masa depan. Seperti yang telah diketahui, Rasulullah telah mencontohkan gaya hidup yang menghindari makanan atau minuman yang memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan tubuh. Salah satu yang dicontohkan ialah alkohol.

"Beliau (Nabi Muhammad) mengetahui apa yang baik untuk masa depan, mengenai tubuh," tambah Van Damme.

Tak hanya sekadar mengikuti gaya hidup ala Rasullullah, Van Damme pun mengajak agar orang-orang untuk membuktikan sendiri manfaat baik dari meniru gaya hidup Rasulullah juga. Bagi Van Damme, semua yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran tubuh telah ada dalam ajaran mengenai pola makan sehat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.

"Percayalah pada saya, kamu mendapatkan semua yang kamu butuhkan di situ," pesan Van Damme. [Republika]

Ikuti Pola Makan Seperti Nabi Muhammad (ﷺ), Jean Van Damme: Tidak Memakan Babi Itu Sehat!

View Article

Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ) mengajarkan umat Muslim untuk mengonsumsi makanan berkonsep halal nan sehat. Aktor Hollywood Jean Van Damme mengikuti jejak rasul yang patut ditiru.

Pria yang juga menjadi stuntman bela diri itu mengatakan bahwa dirinya mengikuti teladan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ), saat ditanya tentang makanan sehat. Van Damme merasakan banyak manfaat bagi tubuhnya saat mengonsumsi asupan makan sehat.

“Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ)sangat cerdas, dia tahu apa yang baik untuk masa depan dan tentang tubuhnya,” kata Van Damme saat berbicara dengan jaringan penyiaran, dilansir Aboutislam, Kamis (7/12/2017).

Aktor berusia 56 tahun tersebut juga selalu menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsinya. Menurut dia, ajaran Islam sangat luar biasa dengan menjaga pola kebersihan dan hidup sehat yang wajib ditiru oleh semua umat.

Dalam banyak hadist yang diajarkan Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ), Islam berhati-hati terhadap detil kesehatan dan kebersihan pribadi. Salah satunya yakni makanan halal dikonsumsi tidak hanya oleh 1,5 miliar Muslim di seluruh dunia, namun juga setidaknya ditiru oleh 500 juta orang non-Muslim.

Konsep halal selalu diterapkan kepada makanan dan benda lain rupanya. Dalam pilih-pilih makanan, umat Muslim benar-benar teliti terhadap mana produk baik dan buruk.

“Contoh, umat Muslim tidak makan daging babi, lalu menganggap babi dagingnya kotor dan tidak sehat untuk dimakan,” bebernya.

Belum lagi konsep halal yang diterapkan dalam proses pemotongan hewan ternak. Rata-rata sebelum diolah menjadi masakan, hewan ternak dipotong lehernya dengan pisau tajam sembari membaca doa.

Allah pun sudah melaran umat Muslim mengonsumsi makanan tidak halal karena mengandung banyak risiko bagi kesehatan. Hal itu benar adanya dan sudah dibuktikan oleh benerapa ahli gizi.

Nampaknya tak hanya makanan, tapi juga berbagai jenis barang dan jasa lainnya harus disertifikasi kehalalannya. Termasuk kosmetik, pakaian, farmasi, alat masak, jasa keuangan dan sebagainya. [AW/Okezone]

Baca jugaJaga Kesehatan, Van Damme Tiru Gaya Hidup Rasulullah ﷺ

Tolak Ustaz Abdul Somad, Ormas di Bali Kepung Hotel Aston

View Article

Sejumlah ormas mengepung Hotel Aston Denpasar. Kehadiran mereka untuk menolak kehadiran Ustaz Abdul Somad. Ya, Ustaz Abdul Somad berada di Hotel Aston Denpasar.

Sedianya, Ustad Abdul Somad akan melakoni sejumlah safari dakwah di Pulau Dewata, berkaitan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wassalam (ﷺ). Salah satunya adalah di Masjid An-Nur di Jalan Diponegoro, Denpasar.

Namun, sejak berhembus kabar Ustaz Abdul Somad akan mengisi ceramah, sejumlah ormas melakukan penolakan terhadap kedatangannya.

Pantauan di lokasi, sejumlah massa nampak berkerumun di depan Hotel Aston Denpasar. Mereka berorasi menolak kehadiran Ustaz Abdul Somad. Mereka juga mengkritik gaya ceramah Ustadz Abdul Somad yang dianggap cenderung mengkafir-kafirkan agama lain.

Selain itu, mereka juga menuding Ustaz Abdul Somad adalah dedengkot penyebar ajaran khilafah yang juga terlibat aktif dalam sejumlah gerakan umat Islam seperti Aksi 212 dan lainnya.

"Kalian tidak bisa menghancurkan Bhineka Tunggal Ika di Bali. Jangan sampai kita semua kecolongan. Jangan mengkafir-kafirkan. Orang macam apa kalian itu," kata orator.

Ormas di Bali menolak kedatangan Ustaz Abdul Somad (VIVA/Bobby Andalan)

Sementara itu, di dalam hotel tengah terjadi perundingan antara perwakilan demonstran dan panitia pelaksana safari dakwah Ustaz Abdul Somad. "Sebentar ya mas, kita pertemuan dulu, nanti disampaikan hasilnya," kata Ustaz Nadlah yang juga tokoh masyarakat Kampung Jawa Denpasar. [viva.co.id]

Jumat, 08 Desember 2017

Deklarasi Trump Picu Kemarahan Internasional, Hamas Serukan Intifadhah

View Article

Pengumuman Gedung Putih bahwa Amerika Serikat mendeklarasikan Yerusalem (Al Quds) sebagai ibu kota Israel memicu kemarahan dunia internasional. Hari ini, di sejumlah negara akan digelar demonstrasi menolak klaim Donald Trump itu.

Warga Inggris dikabarkan akan menggelar aksi demonstrasi di London. Tunisia juga akan menggelar aksi demonstrasi dalam skala besar. An Nahdlah dan gerakan Islam serta sejumlah kekuatan politik di Tunisia akan terjun untuk menyuarakan penolakan atas pengakuan sepihak Gedung Putih.

Di Indonesia, aksi dikabarkan akan digelar di sejumlah kota. Di antaranya Jakarta dan Surabaya.

Sumber Tarbiyah.net melaporkan, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur akan memusatkan aksinya di depan konsulat jenderal Amerika Serikat di Surabaya dengan ribuan massa.

Sementara itu, Hamas menegaskan Palestina akan mengobarkan intifadhah (perlawanan). Dalam pidato merespon deklarasi Amerika, Ismail Haniyah mengatakan, Palestina siap berjuang menghadapi penjajah.

Ia menegaskan, Al Quds adalah satu kesatuan. Tak boleh dibagi dengan Israel, apalagi menjadi ibu kota negara palsu tersebut.

“Saya tegaskan bahwa Palestina tak bisa dibagi, Palestina dan Al Quds milik kami, kami tidak mengakui legalitas penjajahan, tak ada eksistensi bagi Israel di bumi Palestina, sehingga ia tak bisa memiliki ibu kota,” tandasnya. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina

Marah, Erdogan: Hei Trump! Apa yang Ingin Anda Lakukan?

View Article

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meluapkan kemarahannya pada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang baru saja mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Erdogan menyebut Trump menempatkan Timur Tengah ke dalam 'cincin api'.

"Mengambil langkah semacam ini menempatkan dunia, khususnya kawasan (Timur Tengah), ke dalam cincin api," tegas Erdogan dalam pidato di hadapan pendukungnya di Bandara Ankara sebelum dia melakukan kunjungan ke Yunani, seperti dilansir AFP, Kamis (7/12/2017).

"Hei Trump! Apa yang ingin Anda lakukan?" cetus Erdogan dengan menggunakan salah satu retorika ciri khas-nya.

"Pendekatan macam apa ini? Pemimpin politik tidak menghasut, mereka mengupayakan perdamaian!" imbuhnya. Cemoohan untuk Israel lantas dilontarkan para pendukung Erdogan yang berkumpul di bandara.

Dalam pidatonya di Gedung Putih, Washington DC pada Rabu (6/12) waktu setempat, Trump membalikkan kebijakan AS selama beberapa dekade terakhir dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Trump juga menginstruksikan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Erdogan memberikan reaksi keras dengan menuding Trump berupaya menjadi penghasut. Dia menyebut keputusan Trump secara sepihak itu 'jelas mengabaikan' resolusi PBB tahun 1980 soal status Yerusalem yang diperebutkan.

Turki akan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 13 Desember mendatang, yang secara khusus membahas keputusan kontroversial Trump soal Yerusalem itu. Turki kini menempati posisi kepemimpinan OKI yang diberlakukan secara bergilir.

Pada Kamis (7/12) malam atau Jumat (8/12), Erdogan dijadwalkan akan berbicara via telepon dengan Paus Fransiskus dan Presiden Rusia Vladimir Putin, juga sekutu-sekutu Barat untuk membahas isu Yerusalem ini.

"Ini sekarang bukan hanya tugas umat muslim, tapi juga kemanusiaan (untuk menentang langkah Trump)," imbuh Erdogan, yang menyindir Trump dengan menyebut "menjadi kuat bukan berarti Anda benar secara otomatis" namun yang "benar adalah yang kuat".

Warga Turki juga memberikan reaksi keras dengan menggelar unjuk rasa di berbagai tempat termasuk di luar Kedubes AS di Ankara dan di luar Konsulat AS di Istanbul. Ribuan warga Turki dilaporkan hadir dalam aksi protes besar-besaran ini. [detik]

Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina



Begini Reaksi Dunia Usai Trump Umumkan Yerusalem Ibu Kota Israel

View Article

Ungkapan "Amerika adalah Israel besar dan Israel adalah Amerika kecil" terus terbukti. Terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi mengumumkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pengumuman itu disampaikannya lewat sebuah pidato di Gedung Putih.

"Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel," kata Trump seperti dikutip dari Reuters, Kamis (7/12/2017).

"Sementara presiden sebelumnya telah membuat janji kampanye besar ini, mereka gagal menyampaikannya. Hari ini, saya mengantarkan," imbuhnya.

Trump menyebut keputusannya sebagai langkah yang sudah lama terlambat untuk memajukan proses perdamaian.

Lalu bagaiman reaksi dunia atas pengumuman Trump ini?

Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas dengan tegas menolak pengumamn Trump. Abbas menyatakan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota abadi Palestina

Sementara kelompok Islam Palestina Hamas mendesak orang-orang Arab dan Muslim untuk 'melemahkan' pengaruh AS di wilayah tersebut, menjauhi Israel

Iran
Media pemerintan Iran mengutip pernyataan Kementerian Luar Negeri melaporkan Teheran "secara serius mengutuk" keputusan AS untuk memindahkan kedutaannya ke Yerusalemdan menganggap hal itu melanggar resolusi internasional.

PBB
Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan tidak ada alternatif lain selain solusi dua negara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

"Saya akan melakukan segalanya dengan kekuatan saya untuk mendukung para pemimpin Israel dan Palestina untuk kembali ke perundingan yang berarti," kata Guterres.

Prancis
Presiden Prancis, Emmanuel Macron menyesali keputusan sepihak Trump dan Prancis tidak mendukungnya.

Lebanon
Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan keputusan Trump mengancam proses perdamaian dan stabilitas wilayah tersebut

Turki
"Pak Trump, Yerusalem adalah garis merah untuk muslim. Ini adalah pelanggaran hukum internasional untuk mengambil keputusan mendukung Israel sementara luka masyarakat Palestina masih mengeluarkan darah," kata Presiden Erdogan.

"...ini bisa berujung pada pemutusan hubungan antara Turki dengan Israel. Saya memperingatkan Amerika Serikat untuk tidak mengambil langkah yang akan memperdalam masalah di kawasan," tegasnya.

Indonesia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta AS mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia." [suara-islam.com]


Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina

Kebakaran Dahsyat Melanda California AS, Ribuan Orang Mengungsi

View Article

Kebakaran melanda California selatan pada Senin, 5 Desember 2017, malam waktu setempat.

Dipicu oleh angin kencang Santa Ana, si jago merah merambat dengan cepat dan merusak sekitar 26.000 hektare. Demikian seperti dikutip dari CNN, Selasa (5/12/2017).

Api juga melalap permukiman warga, menyebabkan ribuan orang terpaksa mengungsi.

Saat pengungsian terjadi, satu orang dilaporkan tewas. Mobil korban terguling saat hendak mengevakuasi diri dari kebakaran. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Ventura County, Mark Lorenzen melaporkan Senin malam waktu setempat.

Sekitar penghuni 7.786 rumah di Ventura dan Santa Paula mendapat mandat evakuasi wajib dari dinas pemadam kebakaran lokal, meski api belum menjangkau permukiman.

Evakuasi tetap dilakukan karena api yang merambat dengan cepat tanpa penghalang dapat ikut melalap Ventura dan Santa Paula.

"Api meluas tak terkendali, sehingga sejumlah bangunan dan wilayah di area dapat terancam," kata Polisi Daerah Ventura.

Anggota Polisi Daerah Ventura datang dan menggedor setiap rumah, mengimbau penduduk untuk melakukan evakuasi.

Kabar terbaru menyebut, api telah merambat ke beberapa pos pembangkit listrik di Santa Barbara dan Ventura. Akibatnya, listrik padam di permukiman dengan 260.000 penduduk tersebut. Juru Bicara California selatan, Susan Cox, melaporkan.

Bencana Bernama Thomas Fire

Bencana kebakaran yang secara kolektif disebut dengan nama Thomas Fire itu dilaporkan muncul pertama di Steckel Park, Santa Paula utara, California selatan sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

Angin kencang yang bertiup dengan kecepatan sekitar 64 - 96 km/jam dan vegetasi kering di kawasan, membuat api menyebar dengan cepat.

Dalam beberapa jam, api menyebar hingga puluhan ribu hektare, termasuk ke wilayah dataran tinggi dan perimeter permukiman.

CNN melaporkan, usai api semakin mendekat, warga Santa Paula, California berbondong-bondong melakukan evakuasi dari rumah masing-masing.

Angin Kencang dan Kegelapan Menghalangi Upaya Pemadaman

Kebakaran yang terjadi pada malam hari, pemadaman listrik, dan angin kencang yang menerpa kawasan, mengakibatkan otoritas setempat kesulitan untuk mengerahkan pesawat serta helikopter pemadam untuk menjinakkan si jago merah dari udara.

"Kami akan mengerahkan pesawat dan helikopter setelah langit sudah mulai terang, supaya keduanya bisa terbang dengan selamat," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Ventura County, Mark Lorenzen.

Untuk menjinakkan api via darat, otoritas setempat mengerahkan sekitar 500 pemadam.

Sementara untuk titik evakuasi, aparat setempat menyiapkan dua lokasi yang dikelola oleh Dinas Tanggap Darurat California dan Badan Federal Manajemen Situasi Darurat. [Liputan6]

Kamis, 07 Desember 2017

Syam Adalah Standar Kebaikan Umat Islam

View Article

Petinggi Jamaah Ansharus Syariah, Ustadz Fuad Al Hazimi mengatakan negeri Syam merupakan tolok ukur kebaikan umat Islam di dunia. Bila kondisi di Syam rusak, maka akan berdampak kepada umat Islam secara umum.

“Standar kebaikan ada di Syam, bila Syam rusak maka semua umat Islam rusak,” katanya saat berbicara dalam tabligh akbar serentak di 28 Kota bertema “Bantu Suriah, Pertahankan Al-Aqsha,” di Islamic Center KH. Noer Ali, Bekasi, Ahad (15/11).

Ustadz Fuad menjelaskan, Syam pada hari ini adalah wilayah yang meliputi negara Palestina, Yordan, Lebanon, dan Suriah.

“Dahulu kala semuanya dikenal dengan sebutan Syam. Semuanya hanya satu, yaitu Syam,” ujarnya.

Namun, kemudian penjajah Inggris dan Perancis melalui Perjanjian Sykes-Picot membagi-bagi wilayah Turki Utsmani yang berhasil mereka rebut.

Kemudian, berlanjut dengan perjanjian Balfour. Dalam perjanjian itu, sekutu dan Perancis sepakat menyerahkan Palestina kepada Inggris. Lalu, Inggris menyerahkan Palestina kepada Israel. Dimana Israel menjadi satu-satunya negara berlandaskan agama yang diakui oleh PBB.

“Jadi, bohong kalau konflik Israel adalah konflik tanah. Nama Israel saja nama Nabi, yaitu Nabi Ya’kub,” cetus Ustadz Fuad.

Makar Barat terhadap Syam tidak berhenti sampai di situ, Barat mendorong berdirinya negara-negara kecil yang mengelilingi Israel yang fungsinya untuk melindungi posisi Israel.

“Dr. Akram Hijazi mengatakan bahwa Suriah merupakan benteng Israel, bila Suriah hancur, maka kehancuran Israel sangat dekat,” terang Ustadz Fuad.

Oleh sebab itu, tidak aneh bila Palestina saat ini dikepung dengan segala macam cara oleh negara sekitarnya.

“Perbatasan Palestina saat ini dibanjiri dengan air laut, agar tidak bisa menggunakan terowongan penyelundupan. Mesir juga membangun tembok besar yang ditanam ke dalam tanah dan tinggi ke atas,” ungkap Ustadz Fuad.

Lebih dari itu, Ustadz Fuad mengungkapkan bahwa umat Islam di masa lalu pernah menghadapi sejumlah peperangan besar, di antaranya perang Khaibar menghadapi Yahudi, perang Hittin melawan Salibis, perang Ain Jalut menghadapi Mongolia.

Saat ini, lanjutnya, semua kelompok kufur tersebut berkumpul di Suriah memerangi bersatu memerangi umat Islam. Di antara mereka, ada Persia Iran, China, Rusia, Komunis Kurdi, Salibis, dan kaum Khawarij.

“Enam kelompok tersebut berada di Syam saat ini memerangi umat Islam,” papar ustadz Fuad.

Penyebab semua kelompok kufur itu berkumpul di Syam, menurut Ustadz Fuad, karena posisi Syam yang diberkahi Allah yang terlebih dahulu menghadapi berbagai goncangan.

“Maka Syam terus-terusan diuji agar dari Syam siap membangun Khilafah Islam sebenarnya,” lontarnya.

Kendati demikian, goncangan tidak akan terus menerus terjadi di Syam. Kemungkinan, Syam menjadi tempat terbongkarnya semua kebusukan hingga di Syam terbit sinar kemenangan Islam. []

Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina



Oleh Ustadz Fuad Hazimi
Dipublikasikan oleh Kiblat.net
Video oleh @fuadbakh

Bahaya Pengakuan Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel

View Article
Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation

Entah kata apa yang tepat untuk mengekspresikan keputusan Donald Trump mengakui Jerusalem sebagai Ibukota Israel. Beranikah? Nekadkah? Terobosankah? Atau boleh jadi karena kegilaan dan ketidak stabilan mental?

Keputusan Donald Trump ini oleh banyak kalangan dianggap memang keputusan “reckless” (sangat berbahaya) dan pencabulan nyata kepada upaya-upaya perdamaian yang telah diperjuangkan oleh pejuang perdamaian (peace warriors), seperti Ishak Rabin, Yasir Arafat, dan banyak lagi. Keputusan ini adalah pelecehan nyata terhadap upaya peradamaian di Timur Tengah.

Kita sadari bahwa konflik Timur Tengah, Israel-Palestina, menjadi sumber sentimen berbagai konflik di dunia, khususnya antara dunia Islam dan dunia Barat. Kebencian dan permusuhan, bahkan  kekerasan-kekerasan timbul di mana-mana semuanya minimal terinspirasi oleh sentimen konflik Palestina-Israel. Dan salah satu isu terpenting, dan menjadi dasar sentimen agama di kedua belah pihak adalah isu Jerusalem atau Al-Quds dalam bahasa Arabnya.

Saya paham betul dari interaksi saya dengan komunitas Yahudi bahwa Jerusalem bagi mereka memang menjadi bagian dari iman. Bahwa Jerusalem adalah kota tua sekaligus simbol kejayaan masa lalu mereka. The Temple of Solomon yang diyakini terletak persis di bawah masjid Al-Aqsa itu adalah impian keagamaan bagi mereka. Kira-kira mirip keinginan seorang Muslim menatap wajah baginda Rasulullah SAW.

Sebaliknya Al-Quds, kata Arab dari Jerusalem, di mana masjidil Al-Aqsa berdiri juga menjadi bagian  integral dari keimanan Islam. Tempat ini bagi orang Islam bukan sekedar terbangun di atas sejarah 3000 tahun silam. Tapi diyakini sebagai kota akidah, sejak Ibrahim hingga ke anak-anak keturunannya. Bedanya adalah bagi kita memang relevansinya adalah akidah atau keimanan. Sementara umat Yahudi relevansinya adalah sejarah kejayaan etnis dan ras.

Di sinilah kemudian dilema besarnya dari keputusan Donald Trump ini. Sebuah keyakinan iman tidak akan pernah terselesaikan dengan solusi politik. Dan karenanya pengakuan Donald Trump terhadap Jerusalem sebagai Ibukota Israel tidak mengurangi keyakinan umat bahwa Jerusalem juga adalah kota suci, sekaligus diakui sebagai ibukota masa depan Palestina.

Akan lebih parah lagi bahwa keputusan Donald Trump mengakui Jerusalem sebagia Ibukota Israel semakin memperdalam permusuhan dan boleh jadi membawa kepada konflik masif di Timur Tengah. Lebih parah lagi kemarahan itu bukan saja di Timur Tengah. Tapi Donald Trump telah menyulutkan api ke dalam bara kebencian kepada Amerika di mana-mana. Implikasinya tidak saja kepada Israel tapi juga kepada Amerika dan negara-negara pendukung lainnya, termasuk sebagian dunia Islam sendiri.

Apa yang dilakukan oleh Donald Trump justeru berdampak sangat buruk kepada Amerika sendiri. Sejak lama Amerika dicurigai sebagai tuan Israel. Artinya kebijakan-kebijakan buruk pemerintahan Israel dinilai sebagai bagian dari kebijakan Amerika. Bahkan ada kecurigaan jika ekspansi Amerika ke Timur Tengah tujuannya adalah melapangkan jalan bagi Israel untuk semakin melakukan apa saja terhadap negara-negara Muslim tetangganya.

Dengan keputusan Donald Trump ini kecurigaan itu seolah menjadi bukti nyata. Bukan lagi kecurigaan tapi telah terjadi di depan mata bahwa Amerika memang selalu menjadi “bumper” bagi kepentingan Israel.

Konsekwensinya Amerika akan menjadi bulan-bulanan kebencian dan kemarahan dunia Islam. Dan pada akhirnya masyarakat Amerika secara luas akan menjadi korban, demi ambisi Donald Trump untuk memuaskan segelintir pendukungnya.

Masalah dunia Islam

Saya sesungguhnya tidak terlalu terkejut dengan keputusan Donald Trump ini. Selain karena memang itu adalah karakternya yang memang cenderung berbuat sebelum berpikir, dan kalau salah susah mengakui. Tapi juga karena  selama ini memang itulah persepsi yang berkembang di Amerika. Bahwa membela Israel adalah melakukan sesuatu yang secara nilai (value) ditinggikan oleh Amerika. Sebaliknya menentang Israel seolah menentang nilai Amerika (American values). Benjamin Natanyahu membenci setengah mati Barack Obama, salah satunya karena Obama berani mengeritik Israel.

Oleh karenanya lebijakan ini tidak mengejutkan, walau pahit, karena memang itulah sejarah kebijakan Amerika dari sejak dulu. Perhatikan semua keputusan atau resolusi PBB tentang isu Palestina dan Israel. Anda tidak akan terlalu terkejut dengan hal ini.

Justeru yang menjadi masalah utama sesungguhnya adalah dunia Islam sendiri. Secara agama ini juga bukan sesuatu yang aneh. Kelemahan terutama umat akan selalu ada pada perpecahannya. Kerapuhan umat dalam kesatuan menjadi kelemahan utama sejak dahulu yang kerap dimainkan oleh mereka yang punya kepentingan.

Saat ini ada 57 negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Mereka tergabung dalam sebuah organisasi yang disebut OKI (Organisasi Kerjasama Islam). Secara jumlah organisasi ini adalah organisasi negara-negara di dunia terbesar setelah GNB (Gerakan Non Blok). Persatuan negara-negara Amerika, Uni Eropa, bahkan Persatuan negara-negara Afrika masih kalah. Ironisnya, negara-negara OKI ini tidak punya gigi ketika berada pada posisi membela kepentingan umat. Perhatikan posisi mereka di setiap keputusan yang diambil di PBB.

Isu Palestina sejak dari dulu selalu menjadi isu seksi di kalangan pemimpin Islam. Di setiap kampanye pemilihan misalnya, salah satu isu yang layak jual adalah isu Palestina. Termasuk ketika pemilihan Presiden RI yang lalu. Tapi begitu kepentingan para pemain telah di tangan, Palestina tidak lagi mendapat perhatian. Isu itu akan kembali digoreng ketika para penguasa itu kembali berkepentingan.

Retorika demi retorika juga didengar di mana-mana, sejak dahulu hingga kini. Dari zaman Saddam Husain, Muammar Qadhafi, Mahathir Muhammad, hingga ke Ahmadinejad dan sekarang ini Presiden Turki Erdogan. Yang lebih parah adalah ketika pemimpin itu dengan retorika tinggi mengutuk-ngutuk Israel, tapi di belakang pintu mereka berjabat tangan dan membuka hubungan diplomatik.

Dalam situasi seperti saat ini, saya merasa negara yang bisa didengar oleh Amerika dan Donald Trump adalah Saudi Arabia. Ingat kunjungan pertama Trump keluar negeri justeru ke Saudi Arabia. Itu adalah sinyal bahwa Saudi Arabia sesungguhnya masih punya tempat terhormat di matanya.

Pertanyaannya kemudian adalah apakah Saudi memang ingin menggunakan posisi itu untuk membela Palestina? Atau sejatinya Saudi Arabia memang tidak akan pernah memposisikan diri sebagai pembela Palestina?

Saya khawatir jika Saudi memang berada pada posisi kedua. Bahwa Saudi Arabia memang tidak pernah akan melakukan pembelaan itu. Bahkan yang terjadi sebaliknya jangan-jangan keberanian Donald Trump ini karena ada permainan mata di belakang layar. Wallahu a’lam.

Saat ini Saudi Arabia berada dalam nightmare (ketakutan) yang sangat dalam. Selain ancaman dari dalam (internal conflict, bahkan antar keluarga) juga Saudi dibayang-bayangi oleh ketakutan dari tetangga-tetangganya. Dulu dengan Saddam, lalu Qadhafi, dan sekarang Basyar Al-Asad. Tapi ancaman yang paling ditakuti Saudi adalah Iran yang dinilai berhasil melebarkan sayap kekuasaannya di kawasan. Wajar jika Saudi melakukan apa saja untuk membasmi kelompok-kelompok Syiah di Yaman maupun Lebanon.

Kesemua itu menjadikan Saudi Arabia memilih diam terhadap kebijakan Donald Trump ini. Kalaupun bersuara nantinya, di balik layar rangkulan mereka justeru semakin mesra. Apalagi rencana reformasi keagamaan Saudi (religious reform), yang biasa dilabel sebagai “proses moderasi” oleh tepatnya Ben Salman semakin mendapat simpati dari Donald Trump dan sekutunya.

Intinya keputusan Donald Trump ini dilakukan untuk kepentingan basis dukungannya. Maklum dengan segala permasalahan internal yang dihadapinya semakin tidak tertahankan. Keteibatan Rusia dalam pemilihan dirinya semakin membanyang-bayanginya untuk menghadapi pemecatan (impeachment). Maka secara politik dalam negeri keputusan ini akan banyak mengurangi minimal gonjang ganjing politik dalam negeri.

Justeru yang akan menanggung akibat blunder ini ke depan adalah warga Amerika dan mereka yang dianggap terwakili oleh Donald Trump.

Sementara dunia Islam hanya akan semakin nampak kemunafikan, sikap “mudzabdzabina” terombang-ambing di antara kepentingan dan ketakutan para penguasanya.

Pada akhirnya harapan itu hanya pada Sang Hafidz Baitullah, Rabbul Ka’bah wal-Aqso. Insya Allah!



Shamsi Ali
New York, 6 Desember 2017
Presiden Nusantara Foundation
Dipublikasikan pertama kali oleh suara-islam.com

Doa untuk Baitul Maqdis, Palestina 😭😭😭

View Article

Presiden Amerika berencana memindahkan Ibu Kota Israel ke kota Jerusalem, disana masjid suci Al-Aqsha milik kaum muslimin berada

Sebelum dipindahkan saja zionis sudah berbuat keji dan zhalim terhadap Al-Aqsha dan saudara-saudari kita di sana. Bayangkan bila mereka betul-betul mengendalikan penuh kota ini! Sakit hati ini membayangkannya

Melihat peristiwa ini, semakin meyakini nubuwah akhir zaman mengenai pembebasan Baitul Maqdis. Siapa yg akan membebaskannya? Tentulah kaum mukmin yg pastinya tak akan tinggal diam melihatnya

Tidak kah merasa terlalu kebetulan, baru saja kita disini merayakan ghirah persatuan dan kebangkitan umat Islam yg luar biasa pada #212?

Ketika berbondong-bondong kaum mukmin terketuk oleh hidayah-Nya, mulai merasa bertanggung jawab terhadap agamanya, mulai merasa harus melakukan sesuatu untuk Islam, untuk umat, untuk Allah & Rasul-Nya?

Apakah ghirah yg mulai membuncah di dalam diri kita hari ini hanyalah suatu titipan tanpa maksud dari Allah, duhai kaum mukmin di Indonesia?

Tidakkah kita menyadari, dg potensi persatuan dan kebangkitan yg kita alami saat ini, bahwa saudara-saudari di Al-Aqsa sedang menunggu kita?

Kita memang bukan maha kuasa, namun Allah beri kita bekal akal dan panduan Al-Quran & Sunnah untuk memahami kehidupan dan memilih jalan

Yang pasti kita yakini, Allah tak menciptakan segala sesuatunya secara sia-sia, Allah tak mengizinkan sehelai daun jatuh pun tanpa ada maksudnya

Adakah yg pernah bertanya-tanya, apa maksud Allah jadikan negri Indonesia, nusantara ini dg jumlah kaum muslimin terbesar di seluruh penjuru dunia?

Apakah mungkin Allah sekedar jadikan kita sebagai sekumpulan muslimin dalam jumlah banyak tanpa ada maksud dan tujuan?

Setelah 411, 212, yg akhirnya membentuk #spirit212 dan kebangkitan umat Islam di Indonesia, Allah titipkan sesuatu yg begitu akbar yg tidak pernah terjadi pada umat di belahan negri lainnya, lantas apakah kita akan berhenti megemban kebaikan itu hanya pada negeri kita sendiri?

Jika kita berfikir seperti itu, rasa-rasanya kita justru sedang merendahkan Kemahabesaran Allah

Sementara penjajah Israel dengan bantuan sekutunya, mengokohkan penjajahan dg mengklaim kota Jerusalem sebagai ibu kota, maka Baitul Maqdis tengah berada dibawah kaki penjajah

Sudi kah kita diam saja? Ataukah justru kita semakin menyadari, yg Allah lebihkan kepada kita hari ini tak lain karena Allah inginkan kita menjadi kaum Anshor yg kedua?

Tidak mungkin hanya suatu kebetulan, bukan? #spirit212 😭😭😭


Ketahui Sejarahnya:
- Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
- Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
- Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina



Ditulis oleh Emeralda Noor Achni @Benefiko
Video oleh @Doamuslims