Selasa, 21 Maret 2017

Dipaksa Menggambar Nabi Muhammad, Siswa Muslim Perancis Ini Melakukan Aksi yang Mengharukan


Sebuah kisah nyata berlatar belakang kejadian penembakan di Charlie Hebdo Prancis, berhasil difilmkan dalam sebuah film pendek berdurasi 4:40 menit. Kisah tentang Siswa Muslim Perancis yang dipaksa untuk menggambar wajah nabi Muhammad oleh gurunya di Sekolah.

Film berjudul “Dessinez le Prophète / Draw the Prophet” ini berhasil menarik perhatian netizen dunia, dikarenakan alur cerita yang sangat mengharukan. Respon yang dilakukan oleh Siswa Muslim ini sangat mengharukan siapa saja yang menontonya.

Akun Mokhtar A. Wards telah mengunggahnya ke Youtube pada 09 Agustus 2015 dam berhasil menarik perhatian ratusan ribu netizen yang menontonya.

Bagi yang ingin menonton langsung bisa klik disini.

Berikut ini rangkuman cerita yang diterjemahkan dari bahasa Perancis kedalam bahasa Indonesia, dikutip dari bersamaislam.com, senin (12/10/2015)

Guru meminta murid-murid untuk menggambar Nabi Muhammad SAW yang akan dijadikan cover depan majalah satir tersebut. Semula pelajar muslim itu mengangkat tangan hendak menyampaikan sesuatu, namun sang guru menolak. “No Question,” katanya.

Dia pun tercenung sambil memikirkan bagaimana dia menyelesaikan tugas tersebut. Tidak tahu memulai dari mana, akhirnya dia putuskan menulis kalimat-kalimat yang sangat menyentuh hati.

Wahai yang tercinta Rasulullah SAW.

Hari ini di sekolah, guru meminta kami melukis wajahmu. Aku suka melukis, tapi aku tidak pernah melihatmu. Lalu aku menutup kedua mataku. Dan aku melihat air mata ibu saat membaca kisahmu. Aku melihat ayah shalat sepanjang malam. Aku melihat kakak tersenyum meski dia baru mendapat penghinaan di jalan. Aku melihat sahabatku meminta maaf meski aku yang bersalah.

Aku ingin melukiskan semua gambaran ini. Di sini orang-orang ingin melihat semuanya, menyaksikan semuanya. Tapi aku menutup kedua mataku. Dan aku melihatmu datang kepadaku, kepada kami semua, dengan senyum yang paling sempurna. Bagaimana mungkin aku bisa melukiskan senyum yang sempurna?

Guru tidak memberiku kesempatan bicara saat aku ingin menjelaskan. Aku tidak menyalahkannya. Dia mungkin tidak pernah belajar mencintai seseorang yang tidak dilihatnya. Tapi aku, aku mencintaimu meski tak pernah melihatmu.

Aku tak begitu pintar melukis tapi aku ingin menulis. Aku ingin menulis kepadamu Ya Rasulullah. Jika saja kau bisa kembali hadir pada kami selama beberapa jam, beberapa detik, atau beberapa saat saja, mungkin dia akan mengerti.

Pelajar itu melukis huruf Muhammad dalam bahasa arab dibalik kertas. Sang guru tercekat senyumnya tak bisa berkata-kata lagi saat membacanya di sebuah kursi.
[islamedia/bersamaislam]


Artikel Terkait

loading...