Jumat, 17 Maret 2017

Inilah Keutamaan Memiliki Sifat Penyayang Dalam Islam


Seorang muslim hendaknya memiliki sifat kasih sayang dan menjahui perangai yang buruk yaitu sifat saling membenci diantara kaum muslimin, dan hendaknya ia senantiasa menumbuhkan sifat kasih sayang di segala aspek kehidupannya.

Allah subhanahu wa ta’ala mensifati Nabi kita salallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya radhiallhu ‘anhum jami’an adalah orang memiliki sifat rahmah (kasih sayang).

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman

 محَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ 

 “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka (Q.S; Al Fath:48)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di Rahimahullah berkata mengenai ayat ini di dalam Tafsirnya (Taisirul Karimur Ar-Rahman. hal/761)

“{رُحَمَاء بَيْنَهُمْ} Mereka adalah orang yang saling mencintai,saling berkasih sayang, saling berlemah lembut seakan-akan mereka satu tubuh ,mereka mencitai untuk saudara apa yang dia cintai untuk dirinya ,inilah mu’amalah mereka terhadap manusia.”

Keutamaan Sifat Penyayang
Disayang Oleh Allah Subhanahu wa ta’ala
Didalam beberapa hadist dijelaskan bahwasannya Allah tidak menyayangi bagi siapa yang tidak memiliki sifat penyayang,diantaranya hadist yang diriwayat Jarir bin Abdullah ia berkata:Rasulullah bersabda

 مَنْ لَا يَرْحَمْ النَّاسَ لَا يَرْحَمْهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ 

 Barang siapa tidak menyayangi manusia, maka Allah tidak akan menyayanginya (HR.Muslim)

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ :أَنَّ الْأَقْرَعَ بْنَ حَابِسٍ أَبْصَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُ الْحَسَنَ فَقَالَ إِنَّ لِي عَشْرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ وَاحِدًا مِنْهُمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : (( إِنَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ)) (رواه مسلم)

Darib Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu : ia berkata:Bahwa Aqra’ bin Habis pernah melihat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang mencium Hasan. Dia (Aqra’ bin Habis) lalu berkata: Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh orang anak namun aku tidak pernah mencium satupun dari mereka. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya barang siapa yang tidak menyayangi maka dia tidak akan disayangi “(HR.Muslim)

Dari Ayat dan hadist diatas memberikan faidah penting kepada kita agar memiliki sifat penyayang dan menjauhi sifat permusuhan dan saling membenci.

Maka hendaknya seseorang muslim menumbuhkan sifat penyayang tersebut di dalam kehidupannya,adapun terhadap kafir kita dianjurkan bersikap tegas dan keras terhadap mereka. 

Diampuni Dosanya
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu : ia berkata:

 عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِي يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنْ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَه( رواه مسلم)

Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa pada suatu hari yang sangat panas seorang wanita pelacur melihat seekor anjing sedang mengelilingi sebuah sumur sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Ia kemudian melepas sepatu kulitnya (untuk mengambil air sumur yang akan diminumkan kepada anjing), lalu wanita itu diampuni dosanya (HR.Muslim)

Ancaman Bagi yang tidak memilki Sifat Penyayang
Diancam Neraka
Di dalam satu hadist disebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa ada Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka. Dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘anhu : ia berkata:

 أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ((عُذِّبَتْ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ سَجَنَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَسَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ)). ( رواه مسلم)

Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah (HR.Muslim)

Didalam hadist ini ada beberapa pelajaran penting ,di antaranya : Dilarang membunuh kucing dan dilarangnya mungurungnya tanpa memberi makan dan minum wanita tersebut disiksa dan di masukkan kedalam neraka karena perbuatanya tersebut.

Dalam pembahasan ini kita melihat bagaimana akhlaq seorang muslim bermuamalah antara satu muslim dengan muslim yang lain yaitu dengan bersifat saling menyayangi dan mengasihi. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala :

“Sesungguhnya orang-orang mu’min adalah bersaudara…” (Q.S; Al-Hujurat :10).

Oleh sebab itu orang –orang yang beriman mereka adalah saudara seagama dan seaqidah, walaupun mereka berbeda nasab ( keturunan) bangsa dan Negara ataupun zaman akan tetapi mereka adalah tetap saudara seiman.

Allah subhanahu wata’ala juga berfirman “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.” (Q.S; At-Taubah :71).

Sampai-sampai Rasulullah bersabda dalam suatu hadist bahwa seorang muslim turut merasakan sakit ketika saudaranya mendapat musibah ataupun penderitaan Nabi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

 مَثَلُ الْمُسْلِمِيْنَ فِيْ تَوَادِّهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَالْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ 

“Perumpamaan kaum muslimin di dalam kasih sanyangnya, belas kasihnya dan sayang-menyayanginya bagaikan satu tubuh, apabila satu bagian tubuh merasa sakit (menderita) maka seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur karenanya.”(HR.Bukhari dan Muslim)

Nabi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :

 اَلْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضَهُ بَعْضًا 

 “Seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lainnya bagaikan bangunan yang kuat, menguatkan sebagian yang satu atas sebahagian yang lainnya.” (HR.Bukhari dan Muslim )

Akhir kata semoga Allah subhanahu wata’ala mengaruniakan kepada kita sifat kasih sayang sampai akhir hayat. Wallahu waliyyut taufiq Wallahu A’lam Bishawab

Penulis : Abu Yusuf Fadhli al Maidani


Artikel Terkait

loading...