Jumat, 31 Maret 2017

Inul: Abu Jahal, Abu Lahab dan ST12 Juga Pakai Sorban


Biduanita dangdut Ainur Rohimah atau yang tenar dengan nama Inul Daratista belum meminta maaf perihal pernyataannya yang bernada menghina ulama. Inul justru menjelaskan tentang makna sorban.

"Sorban dan jubah (gamis) bukanlah pakaian Islam, tapi pakaian tradisi Arab. Di Arab Saudi, bukan hnya ulama atau tokoh agama yang memakai sorban, tapi mulai raja, menteri, sopir taksi, resepsionis hotel, penjaga toko, banyak yang memakai sorban," katanya melalui akun pribadi, Rabu (29/2) kemarin.

Hal ini, kata dia, ternyata juga disepakati oleh dua tokoh ulama (almarhum) Imam Besar Masjid Istiqlal KH Mustofa Ya'qub dan KH Mustafa Bisri, atau Gus Mus. Ia mengatakan bahwa sorban dan jubah bukanlah baju muslim. Bahkan dengan nada kelakar, kata dia, kedua kiai tersebut menyebutkan bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab juga memakai sorban dan jubah, tapi keduanya itu merupakan tokoh yang memusuhi Islam.

"Saya juga sepakat, apalagi yang berpendapat itu juga para ulama. Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada ulama yang memakai sorban, bahwa sorban memang sekadar pakaian tradisi arab. Bukan identik dengan ulama. Kalau ada yang berpndapat bahwa sorban itu identik dengan ulama, itu sangat berlebihan," ujarnya.

Justru ia menduga mereka punya niat tidak baik bahkan bisa dikategorikan merendahkan ulama. Karena disebut ulama itu karena ilmu agamanya, ibadahhnya, fatwanya, kharismatiknya karena ilmu agamanya yang diatas rata-rata, bukanlah sekadar sorbannya.

"Kalau sekadar pakai sorban disebut ulama, bagaimana dengan banyaknya artis yang sering pake sorban saat nyanyi. Lihatlah Ungu, ST12 atau Gigi, yang sering nyanyi religi di bula Ramadan memakai sorban tapi menyanyi dan menghibur masyarakat," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia, ada film Gadis Berkalung Sorban. "Apakah ini juga ulama? Apakah film ini juga dianggap menista ulama? Tentu tidak. Karena sorban adalah pakaian tradisi Arab." katanya.

Inul menyarankan para pengikutnya untuk belajar menjadi orang pintar. "Mari kita belajar pinter. Jadilah anak bangsa yang baik yang bisa menjaga negara kesatuan republik Indoensia dengan akal budi pekerti yang baik," ujarnya.

"Terima kasih sudah menghujat saya ini adalah ilmu buat saya agar lebih pintar lagi dalam belajar'belajar bagaimana mencintai indonesia dengan segenap jiwa raga saya dari orang yang tidak mengerti akan arti berdemokrasi yang baik, apapun itu saya sayang kalian semua," kata Inul. [Paramuda/BersamaDakwah]


Artikel Terkait