Selasa, 21 Maret 2017

Malaysia Sedang Memburu Seorang Dukun Terkenal


Polisi dan otoritas keagamaan Malaysia pekan lalu memburu "Raja Bomoh" atau "Raja Dukun" karena menodai citra Islam, menurut Wakil Perdana Menteri (Agama) Asyraf Wajdi Dusuki, Sabtu (18/3).

Dr Asyraf mengatakan dalam twitter, Departemen Wilayah untuk Urusan Islam Malaysia, serta polisi, memburu dukun bernama asli Ibrahim Mat Zin itu dimulai sejak Senin pekan lalu.

Ia juga mendesak masyarakat berhenti menshare video yang menampilkan ritual Raja Bomoh.

Konon, ritual ini dilakukan dalam rangka melindungi Malaysia dari serangan asing di tengah ketegangan dengan Korea Utara.

Ketegangan ini terjadi pasca insiden pembunuhan Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur Februari lalu.

Wakil mufti Perak, Zamri Hashim, menegaskan pemerintah daerah Perak sudah mengeluarkan putusan yang mengutuk ritual sesat Ibrahim.

Tindakannya dinilai bertentangan dengan hukum syariah dan terlarang (syirik).

Polisi juga telah melayangkan panggilan kepada sang dukun. Ia terancam dijerat dengan pasal 111 hukum pidana Malaysia.

Polisi mengancam akan memburunya dan menjemput paksa jika panggilan tak diindahkan.

"Dia (dukun Mat Zin) sudah membuat malu negara dan perbuatannya bertentangan dengan ajaran Islam", kata Inspektur Jenderal Polisi Khalid Abu Bakar, Minggu (19/3).

Raja Bomoh meraih popularitas ketika melakukan ritual aneh menggunakan kelapa. Ia mengklaim itu ditujukan untuk membantu pencarian MH370 yang hilang. (Channelnewsasia/Staitstimes)


Artikel Terkait

loading...