Sabtu, 18 Maret 2017

Mantan Elit GAM Menjawab Tantangan dari Biksu Radikalis Myanmar

Ilustrasi
Rakyat Aceh dari dahulu identik memiliki kemampuan tempur dan militer tersendiri yang telah lama di kenal di dunia internasional, mereka telah lama mempersiapkan kemampuan militer ini yaitu dari semenjak perang dengan Belanda sampai saat ini.

Mantan GAM dan Para Elit GAM yang tidak mau disebutkan identitasnya ini mengkonfirmasi bahwa mereka siap menyambut kedatangan para biksu-biksu radikal gila tersebut. Tidak ada yang boleh mengganggu dan mengacaukan keamanan yang sudah kondusif sekarang ini. Tidak ada yang bisa ancam Aceh, selama kami masih ada di bumi ini. Silahkan datang saja kesini, jangan hanya berkoar-koar saja disana. kami akan habisi mereka semua. tutur mantan GAM dan Para Elit GAM.

Lanjut, Mantan Elit GAM: kami sangat senang mereka datang kemari, karena kami sudah lama tidak memegang lagi senjata, kami sudah rindu ingin memegang senjata kembali dan untuk berperang. apalagi mereka adalah kafir tulen, maka kami sangat senang. Sehingga kami bisa mengibarkan bendera perang Rasulullah atau perang fisabilillah, di Aceh itu dikenal dengan sebutan Peurang-sabiey.

Kami tidak pernah takut dengan ancaman mereka, sama sekali kami tidak takut. kami siap bertempur kembali. Bila mereka menyerang, kami akan memperbarui alutsista-alustsista kami dan kami akan mempersenjatai seluruh Rakyat Aceh untuk bertempur dengan mereka. kami tidak sama dengan warga rohingya, kami berbeda. kami pastikan mereka (biksu dajjal) tersebut akan menyesali dengan perkataan mereka itu. kami akan buat mereka tersungkur semua. kami siap menerima tantangan kalian para biksu sadis. tutur mantan Elit GAM.

Aceh dari dahulu tidak pernah takut pada siapapun, jangankan myanmar berani Aceh lawan Pemerintah RI saja mampu mereka ladeni, belanda saja harus bertekuk lutut dan menyerah untuk menyerang dan berperang dengan Aceh.

Kemampuan tempur dan kemampuan militer Aceh bukan main tidak bisa dipandang sebelah mata dan kemampuan tempur mereka diakui oleh dunia internasional. Aceh juga memiliki ikatan dan kerjasama dengan negeri-negeri muslim lain di dunia, seperti negara-negara Arab, turki, negeri semenanjung melayu dan eropa. Sehingga, jika Aceh mengibarkan bendera perang fisabilillah melawan kafir myanmar maka negera-negara yang ada ikatan dan kerjasama tersebut dengan sendirinya akan membantu Aceh.

Muslim-muslim Indonesia sudah pasti 100% mereka akan membantu dan ikut berperang bersama Aceh karena Aceh merupakan saudara seiman dan seakidah mereka dan juga Aceh merupakan bagian dari NKRI. Apalagi muslim-muslim di semenanjung melayu, dengan senang hati mereka akan membantu dan akan terjun langsung untuk berperang bersama dengan Aceh melawan para Biksu Radikalis tersebut. [smb/berdakwah]


Artikel Terkait