Jumat, 28 April 2017

Anak-anak Berjilbab Saat Nyanyi Kartini, Penista Agama Kecewa Karena Harusnya Pakai Sanggul


Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa kecewa dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Dien Emmawati.

Gubernur Jakarta itu kecewa soal penampilan anak-anak perempuan dari RPTRA Cililitan yang unjuk pada acara Rapat Koordinasi Daerah DPPAPP DKI Jakarta, yang mengenakan kerudung ketika menyanyikan lagu 'Ibu Kita Kartini'.

"Terus terang Bu Dien, saya kecewa anak-anak diseragamkan seperti itu. Bukan kecewa karena kerudungnya, jangan salah paham di luar nih," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Ahok tidak ingin anak-anak memiliki persepsi yang salah dengan penggunaan kerudung. Ia menegaskan kerudung bukan seragam sekolah atau kostum yang wajib digunakan untuk pementasan.

"Kerudung bukan seragam, jadi kalau Anda menyeragamkan itu menghina, menista, menodai, menurunkan yang mulia ke bawah, nah ini mesti jelas posisinya," ujar Ahok.

Kostum yang tepat untuk menyanyikan lagu Ibu Kita Kartini, kata pelaku penistaan agama itu, adalah anak-anak mengenakan sanggul atau tanpa kerudung. Apabila anak tersebut memang sudah terbiasa mengenakan kerudung, Ahok juga tidak ingin kerudungnya dilepas saat pementasan.

"Saya tadi lihat, anak-anak nyanyi Ibu Kita Kartini kok nggak pakai sanggul. Waktu saya kecil, waktu SD, SMP, nyanyi Ibu Kartini itu semua sibuk sanggul anak-anak (perempuan) itu. Betul toh?" kata dia.

Ahok mengaku tidak ingin ada pihak sekolah yang memaksa siswinya harus berjilbab. Ia khawatir jika kerudung diwajibkan di sekolah-sekolah, anak-anak menganggapnya hanya sebuah simbol.

"Ibu Dien tolong, saya tidak mau anak-anak mengenal kerudung sebagai seragam atau kostum untuk pementasan. Nggak boleh," katanya.

"Jadi kalau anak itu tidak mau pakai sanggul, maunya pakai kerudung, ya silakan. Tapi jangan anak nggak pakai kerudung, Anda paksa pakai kerudung biar kelihatan bagus. Ini Indonesia kok, ada yang kerudung ada yang nggak. Emang kenapa sih, ini Indonesia," lanjutnya seperti dilansir Suara.

Ahok mengaku tak masalah apabila pernyataannya tersebut akan ada pihak yang mempermasalahkan. Ia juga mengaku sudah terbiasa dilaporkan dan sudah terlatih dengan itu.

"Orang-orang bilang jangan ngomong agama, nanti kamu dilaporin lagi. Udah terlatih saya 21 kali disidang. Saya juga sudah muak juga dengan kemunafikan-kemunafikan seperti ini," kata Ahok. [Paramuda/BersamaDakwah]


Artikel Terkait