Senin, 10 April 2017

Bela Islam, Komikus X-Men Selipkan Pesan 212 dan QS 5:51 di Komiknya


Komunitas pecinta X-Men dan komik Marvel dihebohkan dengan penyelipan pesan yang berhubungan dengan kasus terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama.

Pesan tersebut diselipkan oleh komikusnya sendiri di dalam Komik X-Men Gold #1. Komik resmi dari Marvel yang terbit pada Sabtu (8/4) tersebut kemudian mendapat kritikan dan dukungan dari sejumlah pihak.

Pesan yang berisi penulisan kata “QS 5:51” dan “212” tersebut tercantum di dalam dua halaman yang berbeda di komik X-men Gold #1 yang terbit pada Rabu (5/4). Dalam sebuah percakapan dengan seorang netizen dengan komikusnya terungkap bahwa penulisan tersebut adalah salah satu aksi bela Islam yang ditunjukkan oleh sang komikus dengan caranya sendiri.

Pesan tersembunyi “QS 5:51” tersebut tertulis di baju Colossus yang digambarkan sedang memukul bisbol. Ia merupakan salah satu superhero dalam komik tersebut. Sedangkan pesan "212"  tertulis di halaman lain pada papan iklan salah satu toko yang terletak di depan salah satu tokoh.

Edisi komik tersebut menjadi heboh setelah diberitakan oleh salah satu situs dunia 9gags. Komik menghebohkan tersebut ternyata dibuat oleh komikus Marvel yang berasal dari Indonesia yang bernama Ardian Syaf. Ia dikenal sebagai komikus berbakat yang bekerja pada Marvel dan DC Comics. Dia dikenal sejak memulai karirnya pada tahun 2007 dengan karya fenomenal diantaranya Brightest Day, Welcome to the Jungle dan Batgirl yang mendapat penghargaan bergengsi dari Hugo Award.

lokasi penulisan kata tersebut

Terkait niatnya menulis pesan tersebut, Ardian sempat mengunggah percakapan dengan seseorang netizen bernama Jason Lawson dalam akun facebook pribadinya. Dalam percakapan tersebut Jason keberatan atas penulisan 'QS 5:51' dan '212' dalam komik itu. Ia juga bingung dengan makna di balik pesan 'QS 5:51' dan '212' tersebut. Ardian menjelaskan bahwa ia menuliskan tersebut karena ingin mengungkit kasus yang sedang viral di tanah airnya yaitu kasus penodaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.


pembelaan Ardian terkait penulisan kata tersebut
Terkait hal itu, pihak Marvel dengan jelas mengungkapkan bahwa tulisan tersebut tidak mewakili siapa pun di Marvel sehingga mereka menyebut gambar tersebut akan dihapus di versi cetakan berikutnya.

Ardian juga menyebutkan dalam akun facebook-nya bahwa versi komik yang memuat tulisan tersebut akan menjadi 'rare' atau langka. Karena itu ia berharap pecinta komiknya membeli versi tersebut sebelum diganti dengan versi berikutnya.


Artikel Terkait

loading...