Rabu, 12 April 2017

Dr Zakir Naik Buktikan Kata “Trinitas” Tak Ada di Bibel Justru Ada di Qur'an, Pemuda Ini Terkejut


Dr Zakir Naik sering membuat non-muslim terkejut dengan kepiawaiannya menjawab pertanyaan sembari menyertakan argumentasi dari kitab yang mereka yakini dan dalil dari Al Qur’an.

Termasuk ketika menjawab tentang “trinitas” yang ditanyakan oleh pemuda Kristen di Stadion Patriot Bekasi ini.

***

“Aku seorang Kristen. Namaku Denho. Pertanyaanku tentang trinitas. Aku setuju dengan pernyataanmu bahwa dalam Bibel tidak tertulis ada “trinitas.” Tapi aku menemukan dalam Kejadian 1:26, “Berfirmanlah Allah: Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar”. Apakah itu berarti plural (jamak)? Kata yang digunakan adalah “kita”, apakah itu lebih dari satu orang atau satu kesatuan?

Dalam Matius 28:19 juga disebutkan: Yesus mengatakan “baptislah mereka dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.” Apakah itu artinya tiga seperti apa yang dikatakan Yesus untuk membaptis. Ini mengacu pada pertanyaan di Kitab Kejadian 1:26. Terima kasih”

***

Saudara ini mengajukan dua pertanyaan bahwa ia mengetahui bahwa kata “trinitas” tidak ada di Bibel. Tapi kenapa Tuhan mengacu kepada “kita” dan dalam Matius “Baptislah atas nama Bapa, Anak dan Roh Kudus.”

Saudaraku, tepat seperti yang kamu katakan, “trinitas” tidak ada di manapun di Bibel tetapi ada dalam Al Qur’an. Al Qur’an mengatakan dalam Surat An Nisa’ ayat 171:

وَلَا تَقُولُوا ثَلَاثَةٌ انْتَهُوا خَيْرًا لَكُمْ

“dan janganlah kamu mengatakan “trinitas”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu,” (QS. An Nisa: 171)

Dan lebih lanjut dalam Surat Al Maidah ayat 73:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga” (QS. Al Maidah: 73)

Jadi kata “trinitas” terdapat dalam Qur’an yang mengatakan “janganlah kamu mengatakan trinitas” tapi kata “trinitas” tidak ada di mana pun di Bibel.

Yang mendekati dengan konsep trinitas adalah dalam Yohanes I 5:7 yang mengatakan, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu.”

Pernyataan ini “ketiganya adalah satu” hanya ada satu di dalam Bibel yakni Yohanes I 5:7. Dan ini pun sudah dibuang dari Bibel Resived Standard Version, dianggap sebagai penyisipan, pencampuran, pabrikasi oleh 32 sarjana Kristen yang dikemas oleh 50 sekte kekristenan. Mereka mengatakan bahwa ayat ini adalah penyisipan, pabrikasi, pencampuran. Jadi yang mendekati dengan “trinitas” telah dibuang.

Bahkan ayat dalam Matius, “Baptislah dalam nama Bapa, Anak dan Roh Kudus” di situ tidak dikatakan mereka adalah satu.

Dan pertanyaan mengapa disebutkan “kita” apakah “kita” itu berarti plural (jamak)? Bahkan dalam Al Qur’an Allah berfirman “nahnu” yang artinya “kami”.

Di dalam bahasa Arab, Ibrani dan Semantik, terdapat dua jenis plural (jamak). Dalam hampir semua bahasa termasuk juga dalam bahasa Inggris. Pertama adalah plural of number (jamak dari jumlah) dan kedua adalah plural of respect (jamak penghormatan).

Ketika Ratu Inggris berbicara, ia mengatakan “kita ingin melihat” tidak mengatakan “saya ingin melihat.” Jadi ini bukan plural of number tetapi ini adalah plural of respect.

Jadi ketika Allah berfirman dalam Al Qur’an menggunakan “nahnu” itu artinya royal plural. Begitu pula ketika Bibel, “kita” itu adalah royal plural, bukan plural of number. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


Artikel Terkait