Sabtu, 15 April 2017

Inilah Beberapa Fakta di Balik Isu Djarot Diusir Jamaah


Aksi pengusiran terhadap Djarot Saiful Hidayat di Tebet, pada Jumat (14/4) siang, khususnya, setelah Djarot menunaikan ibadah Salat Jumat di Masjid Jami Al-Atiq di Tebet, Jaksel itu tidak benar. Hal tersebut dikatakan oleh Kapolrestro Jakarta Selatan Komisaris Besar Iwan Kurniawan.

"Pak Djarot melaksanakan sholat sampai selesai, tidak ada masalah. Saat pulang, beliau disalamin masyarakat, didoorstop (wawancara) juga sama wartawan. Nah, dari dalam masjid ada yang teriak-teriak, 'Pilih Nomor 3.. Pilih Nomor 3..'. Itu saja yang ada di lapangan," terang Iwan.

Iwan menampik adanya spanduk penolakan terhadap Djarot. Buktinya, lanjut Iwan, Djarot tetap bisa masuk masjid dan menunaikan sholat Jumat berjamaah.

"Tidak ada spanduk penolakan itu. Anggota kan ada di sana. Pak Djarot datang ke sana, ikut salat sampai selesai," paparnya.

Iwan membenarkan ada seruan takmir  masjid agar jemaah tidak memilih pemimpin tertentu. Hanya saja, hal itu tidak ada kaitannya dengam larangan atau pengusiran terhadap Djarot.

"Ya ada, ngomong begitu. Tapi kan bukan berati nolak Pak Djarot ke sana. Kan begitu. Kalau ditolak itu Pak Djarot nggak bisa salat," demikian Iwan seperti dilansir Rakyat Merdeka.  [Paramuda/BersamaDakwah]


Artikel Terkait