Sabtu, 01 April 2017

Israel Mendidi Anak Yahudi Dengan Penuh Kebencian (Video)

Anak-anak Yahudi tulis ucapan di bom (Al-Jazeera)

Stanley L Cohen, aktivis pengacara dan hak asasi manusia di Timur Tengah dan Afrika, menyebut Israel sebagai "Rumah Kebencian" dalam tulisannya yang dimuat di situs berita Al-Jazeera.

Menurutnya, Israel adalah suatu kelompok masyarakat, atau budaya, yang lahir dan tumbuh dari kebencian, jauh sebelum hari pertama Nakba.

Cohen mengaitkan rasa benci Israel dengan kekejaman yang mereka alami pada masa Perang Dunia. Kebencian tumbuh semakin buruk, membuat seluruh negara memiliki penolakan massal atau mati rasa terhadap kebenaran.

Di kalangan psikoanalisis itu disebut mentalitas kawanan atau massa. Cohen mengatakan, tentara Israel pernah mengundang anak sekolah membuat "ucapan" di sebuah bom, sebelum dimasukan ke pesawat dan diluncurkan untuk meratakan sekolah, rumah sakit, dan bangunan lainnya.

Wilayah Lebanon, pernah menerima "ucapan spesial" dari Israel itu. Israel menyempurnakan praktek hukuman kolektifnya melalui penyiksaan perlahan kepada populasi tertentu. Mereka mengendalikan asupan kalori, air, obat-obatan dan listrik terbatas bagi jutaan warga Palestina di Gaza.

"Kita bisa mendengar ritual teriakan 'matilah Arab' dari pemukim Israel saat mereka berparade melalui Yerusalem", tutur Cohen.

Ia juga berpendapat, Israel sengaja meluncurkan propaganda yang sistematis. Mereka mengatur pesan dan rumor terkait ketakutan selama bertahun-tahun. Propaganda ancaman seperti ini digunakan berbagai negara sepanjang sejarah. Inilah yang membentuk iman kuat bagi orang-orang Yahudi, baik di dalam maupun luar Israel.

Tidak satu hari pun berlalu tanpa propaganda negara: bahwa Yahudi Israel menghadapi ancaman kepunahan Antagonis yang digambarkan bukan hanya warga Palestina tapi juga negara Arab lainnya. Masyarakat Israel dibuat percaya bahwa sebagian besar Yahudi terombang-ambing di seluruh dunia, dimana sangat banyak yang memusuhi mereka.

Padahal, Israel menerima miliaran Dollar bantuan militer tahunan dari negara-negara di seluruh dunia. Mereka juga mendapat manfaat dari perlindungan Dewan Keamanan PBB.

Cohen menjelaskan, terdapat perbedaan antara Yahudi sebagai korban kebencian Jerman di tahun 1930-an dan 1940-an (era PD II), dengan mereka sebagai pelaku kebencian terhadap Palestina. Jumlah penghancuran sinagog dan mesjid juga sangat jauh berbeda.

Hari ini, di Israel, sejumlah orang Yahudi "berjuang" menemukan makna dan tujuan membunuh perempuan atau anak tak berdaya dengan dalih "perdamaian." [Al-Jazeera]

APA BEDANYA ANTARA ZIONIS DAN YAHUDI? | UST. KHALID BASALAMAH


Artikel Terkait

loading...