Kamis, 27 April 2017

Karena Kejujurannya, Mohammed Nisar jadi Sopir Taksi Terkenal di Inggris


Mohammed Nisar hanyalah seorang pengemudi taksi biasa yang biasa mengantar penumpang dari Hereford di stasiun kereta Walsall ke tempat tujuan pelanggannya. Selama menjalankan tugasnya, Nisar kerap menemukan barang-barang penumpangnya ketinggalan di kursi belakang mobil.

Pernah pada suatu saat seorang penumpang taksi Nisar lupa meninggalkan barang-barang pentingnya di
dalam mobil.

“Saya meninggalkan barang-barang penting di taksi mulai dari telepon genggam, uang tunai, dan tas belanja. Beruntung seorang sopir taksi di Walsall di West Midlands Inggris, mengembalikan barang berharga yang tertinggal, yakni tas berisi uang tunai senilai 10 ribu poundsterling,”ungkap seorang penumpang.

Melihat ada barang tertinggal, Nisar kemudian memindahkan tas tersebut ke kursi depan penumpang tanpa membukanya. Baru ketika penumpang yang kebingungan itu kembali ke taksi Nisar, kurang dari setengah jam kemudian, penumpang tersebut menyadari ada sesuatu yang tidak biasa.

“Penumpang saya hampir terkena serangan jantung lantaran dia benar-benar khawatir kehilangan barang dan uangnya. Dia mendatangi saya dan berkata ‘apakah Anda menyadari apa yang ada dalam tas itu?’”

“Dia sangat, sangat bersyukur. Dia baru saja membeli mobil tapi lupa uangnya,” ungkap Nisar.

Ini bukan pertama kalinya Nisar, yang telah menjadi sopir taksi selama 15 tahun dan bekerja untuk dirinya sendiri, kerap menemukan barang-barang di bagian belakang mobilnya.

Biasanya ponsel sering jatuh dari saku, sementara dompet juga sering tertinggal. Baru dua tahun yang lalu seorang penumpang meninggalkan sebuah dompet berisi 150 poundsterling, namun Nasir langsung mengembalikannya ke pemilik dompet tersebut yang beralamat di Darlaston.

Nisar juga memintah kepada sesame supir taksi lainnya untuk melakukan hal yang sama jika mereka berada dalam situasi yang sama.

“Pada zaman ini, kejujuran adalah keputusan terbaik. Ada beberapa sopir yang tidak mengembalikan barang temuannya, namun saya berpikir apa gunanya,” kata Nisar.

“Jika dewan kota tidak memanggil saya dan tidak ada yang mengklaimnya setelah 12 atau 24 jam saya akan membawa tas itu langsung ke kantor polisi. Lebih baik saya pergi ke mereka daripada mereka datang mengunjungi Anda. Ponsel adalah barang yang paling umum tertinggal di taksi,” pungkas Nisar. []


Artikel Terkait