Rabu, 05 April 2017

Kenapa ngaNu Merasa Gerah Dengan Safari Dakwah Dr. Zakir Naik?

Sumber https://www.instagram.com/p/BSfYFGUjP3L/

Adakah yang bisa menjawab dan menyanggah tudingan dari saudara @ala_nu ini kepada Dr. Zakir Naik? Lalu mengapa mereka dan semisalnya hanya berani berujar kebencian di Medsos? Mengapa tidak ada yang berani datang langsung ke hadapan Dr. Zakir Naik?

Seperti yang diketahui Dr. Zakir Naik adalah Dai kondang asal India yang telah banyak mengislamkan pada non muslim untuk memeluk agama islam.

Selain itu dapat kita simak bahwa kesemua pemaparan dari Dr. Zakir Naik selalu sesuai dengan Al Quran dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi Wa Sallam. Lalu apa yang salah dan keliru?

Seperti di lansir langsung dari laman resmi Instagram @ala_nu, akun tersebut mengeluarkan statemen yang menuding bahwa Dr. Zakir Naik tidak dibutuhkan di Indonesia dengan perkataan "KEBHINEKAAN INDONESIA TAK BUTUH ZAKIR NAIK".

Bukankah sebaliknya? INDONESIA TIDAK BUTUH ANDA @ala_nu, anda lah yang selama ini merusak kebhinekaan dengan mengeluarkan statement provokatif kepada Ulama Aswaja, bahkan pengajian Ahlusunnah pun kau bubarkan. Masihkah engkau mengaku Ahlusunnah, Mengaku Umat Nabi Muhammad namun tidak mengamalkan sunnahnya?

Berikut adalah postingan dari akun @ala_nu tersebut :

KEBHINEKAAN INDONESIA TAK BUTUH ZAKIR NAIK

M. Monib

Jamaah awam agama2 Indonesia itu saya nilai doyan dan mudah getun alias gumunan, selera takjuban, dan terperangkap pop culture. Juga sangat mudah terpedaya dengan yang terlihat agamis, simbolistik dan retorik. Sekalipun ilusi dan destruktif. Itu diidap oleh jamaah Kristen, apalagi Islam. Persis awal2 saya belajar alif-ba al-Qur'an.. Hari ini umat Islam terpesona pada Zakir Naik.

Pendakwah asal India itu. Dia sangat baik menguasai Kristologi, ilmu terkait doktrin, ajaran dan keagamaan Kristen. Saya coba pelajari orasi dan panggungnya di youtube. Saya ingat pembimbing Kristologiku, Kiai Abdullah Wasian. Bolehlah sebagai ilmu dan kemampuan teknis dipelajari. Tapi.... Saya uda capek menjadikan agama sebagai arena ketegangan, alat pemukul, sarana penindas dan disharmonisasi. Lelah saya lihat air mata duka, tangis kecewa dan dendam membara.

Capek saya lihat darah, nyawa tak berdosa, barang porak poranda dan peradaban luluh lantak. Sampai kapan agama ditunggang,dikapitalisasi dan diperalat oleh pengimannya?oleh tokohnya?memperdaya jamaahnya?

Kebhinekaan itu takdir.Kita butuh relasi sehat dan harmonis. Zakir Naik itu lebih dekat pada provokator. Budaya lokal dan tradisi keagamaan itu indah. Zakir berpikir model Wahabisme. Alergi budaya lokal dan literalistik. Retorika mbanding2kan agama itu tak sehat dan menyakitkan. Kita butuh agama yang ramah perbedaan dan cinta kebhinekaan. Hidayah kita jemput tanpa perlu mengagitasi dan memprovokasi. Lebih2 penuh ujaran kebencian dan permusuhan.

Yang terbaik sinergi kaum beragama. Mari kita atasi problem riil kehidupan. Ketidakadilan, kemiskinan,narkoba, neo kapitalisme, liberalisme ekonomi, illegal loging, kekerasan politik, buta moral dsb. Kok mau2nya memelihara kesumat Perang Salib. Kok mau2nya rebutan surga. Kok mau2nya diadu domba.

Apa bangganya memasukkan banyak non muslim ke Islam bila nantinya sekadar jd burung beo syahadatain?Bolehlah bila beragama level kompensasi surga ala "pengantin" jihadis. Demi 72 bidadari. Tapi mbok naik ke level Rabiatul Adawiyah kek!Lagian ini abad 21 kok semangat Salib dipertahankan?Sebegitu naifkah.

Lengkapnya ??
www.ala-nu.com 
#alanu

Hingga tulisan ini dimuat, postingan tersebut belum dihapus dan masih terpampang dengan kurang lebih 8000 likes dan kolom komentar pun di non aktifkan oleh ybs, padahal sebelumnya kolom komentar terbuka untuk umum.

Selain reaksi keras, geram dan menentang tak sedikit dari saudara-saudara muslim yang menyayangkan dan sekaligus menjadi sadar bahwa selama ini @ala_nu yang sekarang ini bukanlah sebuah Ormas yang layak untuk di jadikan sebagai acuan. Wallahu A'lam.

Hanya Allah yang memberi taufiq. [Admin]

Sumber Instagram https://www.instagram.com/p/BSfYFGUjP3L/


Artikel Terkait