Kamis, 27 April 2017

Media Fitnah Seword.com Kembali Berulah dengan Framing Pengerusakan Karangan Bunga


Seperti yang kita ketahui beberapa hari ini media memframing berita tentang banyaknya karangan bunga di Balaikota yang ditujukan kepada Bapak Penista Agama.

Rata-rata pengirim bunga memang menggunakan nama samaran, misalnya saja 'dari kami yang belum bisa move on'; 'Super Moms Bintaro'; 'Grup Beties'; 'grup Sos' ; 'Oneng Grup'; 'Ibu-Ibu Cantik DKI'; Pengaggum Badja dan sebagainya.

Nama toko bunga yang memproduki karangan bunga tersebut? Tidak terpampang sebagaimana lazimnya.

Banjir karangan bunga memang sudah sepekan terakhir di Balaikota DKI Jakarta. Itu merupakan siasat mumpuni yang dilakukan Ahok bersama para pendukungnya agar penista agama itu bisa meraih kursi menteri pada reshuffle kabinet mendatang.

Begitu Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW), Amir Hamzah.

"Karangan bunga itu framing Basuki agar bisa dapat kursi menteri. Meski sudah babak belur dalam Pilgub DKI, Basuki berupaya untuk dipoles agar terlihat bagus," kata Amir seperti dilansir Rakyat Merdeka, Rabu (26/4).

Salah satu hal yang tidak luput dari pemantauan rekan-rekan kami adalah berita fitnah dan hoax yang di muat oleh situs fitnah yang memang merupakan pendukung loyal dari si penista agama tersebut.

Pada hari Rabu, 26 April 2017 situs tersebut mengeluarkan berita fitnah dengan judul "Fitnah Hingga Perusakan Karangan Bunga, Bukti Penduduk Bumi Datar Kejang-Kejang", namun anehnya hingga pada hari ini Kamis, 27 April 2017 postingan berita tersebut telah dihapus dari media fitnah Seword.com.

Padahal jelas sekali bahwa insiden rusaknya karangan bunga tersebut adalah dikarenakan oleh hujan dan angin kencang yang menerpa sekitaran balaikota, seperti yang dilansir oleh Detikcom, sehingga kayu penyangga karangan bunga tersebut tidak kuat menahan lalu ambruk.

Karangan Bunga untuk Ahok di Balai Kota Ambruk Saat Hujan Deras (Detikcom)

Hingga tulisan ini dimuat tulisan tersebut masih terpampang dan belum ada klarifikasi baik dari si penulis maupun pihak Seword.com. Dengan adanya berita yang jelas-jelas fitnah ini tentu saja mengindikasikan bahwa tulisan tersebut lagi-lagi sengaja dimuat hanya untuk memframing, atau dengan kata lain untuk kembali menggiring opini publik yang mengacu pada lawan politik si penista agama tersebut.

Seperti yang diketahui Seword.com adalah situs yang mengizinkan siapa saja menggunggah hasil tulisannya dengan kompensasi Rp 3 perhits/view dari pengunjung. Penulis artikel ini seperti yang dapat dilihat ditulis oleh seorang yang bernama Gusti Yusuf.

Semoga kita dapat dijauhkan dari berita dan media-media fitnah yang merusak. Aamiin. [Admin- berdakwah.net]


Artikel Terkait