Minggu, 23 April 2017

Pakar Ban PT Bridgestone Menanggapi “Teori Pantulan Peluru”


Kepedihan keluarga korban dalam peristiwa “tragedi Honda City” di Lubuk Linggau (18/4) masih menggayut. Bagaimana tidak? peristiwa tak terduga terjadi saat mereka hendak menghadiri undangan. Saat melewati razia sang sopir melarikan kendaraannya yang menyebabkan dikejar dan akhirnya terjadilah tembakan yang menyebabkan 6 korban luka dan seorang diantaranya tidak bisa diselamatkan nyawanya.

Diantara alibi yang sempat disampaikan kepolisian adalah kemungkinan peluru yang menyebabkan meninggal itu berasal dari pantulan peluru yang ditembakakn ke arah roda. Menanggapi asumsi ini maka Zulpata Zainal, Proving Ground Manager PT Bridgestone Tire Indonesia memberikan pendapatnya melalui pesan singkat, sebagaimana dirilis Opini bangsa.


Apakah mungkin peluru yang mengenai ban bisa memantul kembali?

“Lihat saja pada bannya, ada bekas pantulan tidak? Kalau memang benar (peluru memantul) pasti ada bekasnya,” ujar Zulpata Zainal.

Masih menurut Zulpata, harusnya ban biasa tak bisa memantulkan muntahan timah panas. “Kalau misal pakai ban RFT (Running Flat Tire), peluru juga akan menembusnya. Setelah itu ban pasti tidak bisa dipakai.”

Ban mobil anti peluru memang ada, tapi rata-rata tak dijual untuk umum. Penggunaannya kerap dipakai oleh keperluan militer atau VVIP. Namun sampai berita ini disusun, belum diketahui ban dengan merek dan jenis apa yang dipakai sedan nahas tersebut. Tapi rasanya hampir mustahil kalau mobil tersebut memakai ban anti-peluru. Jika memantul pun, secara fisika tak dimungkinkan berbelok dan lantas mengarah ke kaca mobil. Sebab kaca mobil berada tepat di atas ban.

Semoga peristiwa ini diambil pelajaraannya oleh semua pihak termasuk kepolisian, karena kejadian seperti ini sangat merugikan masyarakat dan nyawa yang hilang tidak bisa dikembalikan lagi. Juga agar tugas Polisi sebagai pengayom masyarakat yang dibiayai oleh rakyat benar-benar dirasakan manfaatnya. []


Artikel Terkait