Jumat, 14 April 2017

Tak Terima TGB Dihina, Hari Ini Warga NTB Akan Nyatakan Sikap di Islamic Center


Meskipun Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi sudah memaafkan Steven yang menghinanya, warga NTB tidak terima gubernurnya dihina. Mereka akan berkumpul di Islamic Center dan menyatakan sikap usai Shalat Jum’at hari ini.

Seperti dirilis media warga Nahdlatul Wathan (NW), Suaranw.com, Aliansi Umat Islam (AUI) NTB mengajak kepada umat Islam di NTB untuk berkumpul di Islamic Center seusai shalat jum’at untuk bersama-sama menyatakan sikap keberatan terkait dengan penghinaan yang dialami oleh ulama’ sekaligus umara’ di NTB itu. Seperti diketahui, TGB adalah Ketua Umum Nahdlatl Wathan (NW), ormas Islam terbesar di NTB.

AUI NTB akan mendorong pihak berwajib segera menyelesaikan kasus tersebut supaya tidak berkembang menjadi hal-hal yang merusak persatuan dan kesatuan ummat dan bangsa.

“Ini soal marwah dan kewibawaan pemimpin kita apalagi beliau seorang Ulama, boleh beliau memaafkan pelaku tetapi tetap harus diproses hukum dan kita tidak boleh tinggal diam,” kata Deddy AZ ketua AUI NTB.

Seperti diberitakan sebelumnya, Steven melontarkan penghinaan kepada TGB dengan sebutan “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar Pribumi, Tiko”. Yang mengejutkan adalah arti kata “Tiko”. Ternyata itu singkatan dari “tikus kotor” bahkan bisa memiliki arti “ti= babi” dan “ko= anjing.”

Penghinaan itu dilontarkan Steven di Bandara Changi, Singapura. Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, TGB berniat melaporkan Steven karena ucapannya sangat merendahkan pribumi. Namun Steven minta tidak diproses hukum. Pemuda keturunan Tionghoa itu menuliskan surat pernyataan permohonan maaf bermaterai. (Baca: Hina Gubernur NTB “Dasar Pribumi, Tiko!” Akhirnya Pemuda Ini Minta Maaf Agar Tak Diproses Hukum)

“Dengan ini saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Nusa Tenggara Barat Bapak TGH MUHAMMAD ZAINUL MAJDI dan Istri Hj ERICA ZAINUL MAJDI untuk tidak menempuh proses hukum serta memberikan saya maaf atas kekhilafan saya menyebut kata-kata yang tidak pantas yaitu: “Dasar Indo, Dasar Indonesia, Dasar pribumi, Tiko!”, pada saat terjadi kesalah pahaman saat bersama-sama antri untuk check in di depan Counter Batik Air Bandar Udara Changi, Singapore pada hari Minggu 09 April 2017 sekira pukul 14:30 waktu Singapore,” tulis Steven. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


Artikel Terkait