Senin, 17 April 2017

Uang Umat 3 Miliar di Buku Tabungan GNPF-MUI Masih Ditahan Polisi


Buku rekening tabungan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) yang digunakan untuk menampung sedekah Umat Islam saat ini masih ditahan di Bareksrim Mabes Polri. Hal ini disampaikan langsung oleh bendarara GNPF MUI Luthfie Hakim.

Alasan penahanan buku tabungan tersebut dikarenakan ada dugaan kasus aliran dana GNPF terhadap kelompok radikal Negara Islam Irak dan Syria (ISIS) beberapa waktu lalu.

"Beberapa minggu yang lalu, buku tabungan GNPF MUI itu disita oleh pihak kepolisian. Kemudian, akibat dari disita itu sudah lebih dari satu bulan ini kami tidak bisa mengambil untuk mempergunakan sesuai dengan amanah bapak dan ibu sekalian," ujar Luthfie di Masjid Al Ittihad, Tebet, Jakarta Selatan, seperti dilansir republika, senin (16/4/2017).

Luthfie mengeluhkan sikap Polri yang belum mengembalikan buku tabungan tersebut. Menurut Luthfie, Polri berasalan belum bisa mengembalikan buku tabungan tersebut lantaran masuk dalam pokok perkara. "Alasannya karena masuk dalam pokok perkara," Jelas Luthfie.

Menurut Luthfie, pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menarik kembali buku tabungan tersebut. Bahkan, Pengacara GNPF Kapitra Ampera juga sudah mencoba menghubungi para petinggi Polri agar buku tabungan tersebut bisa kembali.

"Rekan kami Kapitra sudah mencoba menghubungi sampai level tinggi dari kepolisian. Sudah di iya-iya kan di atasan, tapi sampai di bawahan yang jelas buku tabungan itu sampai detik ini belum kita terima," katanya.

Luthfie menjelaskan bahwa akibat penyitaan buku tabungan itu GNPF-MUI tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak dapat mengadakan kegiatan aksi GNPF lainnya. Padahal, menurut dua, uang yang ada di buku tabungan itu berkisar di angka Rp 3 miliar lebih.

Luthfie juga menceritakan bahwa pihak GNPF MUI sudah meminta kepada pihak bank agar membukakan rekening baru, namun pihak bank tidak berani melakukannya. [islamedia]


Artikel Terkait