Senin, 15 Mei 2017

300 Alim Ulama, Dai dan Aktivis Se-Indonesia Bertemu Soroti Bahaya Syiah dan Komunis


Sejumlah Alim Ulama, Dai dan Aktivis Se-Indonesia yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Syiah (ANNAS) menggelar Mudzakarah Nasional II di Hotel Grand Asrilia, Bandung, Ahad (14/5).

Dalam sambutannya, Ketua Umum ANNAS KH. Athian Ali Dai Lc. MA. mengaku prihatin dengan ancaman yang luar biasa kepada akidah umat dan negeri ini.

“Kehadiran Syiah dan Komunis bisa jadi kesempatan dari Allah kepada kita untuk mempertahankan negeri yang kita cintai. Untuk membela umat dari pemahaman yang sesat dan menyesatkan,” ujarnya menjelaskan.

Komunisme, lanjut KH. Athian, sudah terbukti berulang kali melakukan kudeta hingga menimbulkan korban. “Komunis bukan lagi ancaman tapi sudah terbukti membahayakan bangsa Indonesia,” terang dia.

Ia menambahkan, Syiah boleh jadi lebih berbahaya dari komunisme. Hingga kini, keberadaan Syiah menimbulkan konflik horizontal di Indonesia.

“Ajaran Syiah benar-benar bisa memancing darah seorang muslim mendidih. Bagaimana tidak, ajaran Syiah penuh dengan penodaan terhadap ajaran Islam. Ajaran Islam mereka hina dan nista. Allah dan Rasulullah mereka hina,” paparnya.

Kini, Syiah tengah melakukan kekacauan di dunia Islam. Di Irak, Iran, Arab Saudi, Suriah, Yaman, dan negara-negara lainnya. “Saya pernah ke Iran selama sepekan dan umat Islam semakin sulit bernafas di Teheran,” jelas dia.

Acara ini dihadiri oleh 300 alim ulama, dai dan aktivis dari seluruh Indonesia. Turut hadir Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Prof. DR KH Didin Hafidhudin, para pejabat di daerah Jawa Barat dan perwakilan ormas Islam. (fm/Pizaro/INA)


Artikel Terkait