Jumat, 26 Mei 2017

Didatangi Pengurus Masjid Salman ITB, Said Aqil Siradj Minta Maaf dan Mengaku Khilaf


Pengurus Yayasan Masjid Salman ITB menemui Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Kamis (25/5/2017) siang. Mereka datang ke kantor PBNU dalam rangka meminta klarifikasi terkait pernyataan Kiai Said bahwa Masjid Salman menjadi tempat radikalisme.

Ketua Pembina Masjid Salman ITB Suparno mengatakan, pertemuan itu merupakan bentuk silaturahim dan klarifikasi. Barangkali memang ada radikalisme di Masjid Salman yang tidak ia ketahui.

Namun, dalam pertemuan itu, Kiai Said meminta maaf. Ketua Umum PBNU itu mengaku khilaf telah menyebut Masjid Salman sebagai tempat radikalisme.

“Jadi beliau sudah menyampaiakan secara terbuka permohonan maaf. Pada dasarnya sih bukan pada kami yang hadir, tapi pada semua khususnya intitusi Salman atas ucapan itu," tutur Suparno seperti dikutip Republika.

Sebelumnya, Kiai Said melontarkan pernyataan "masjid radikal" dalam acara peluncuran Pusat Komando dan Kartu Pintar Nusantara di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (22/5/2017) lalu. Ia menyebutkan bahwa nilai-nilai radikal sudah menyebar ke sejumlah perguruan tinggi seperti ITB, IPB, ITS dan lainnya. “Terutama ITB lewat Masjid Salman," ucapnya saat itu. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


Artikel Terkait

loading...