Rabu, 10 Mei 2017

Dilaporkan ke PBB oleh NGO Hindu, Zakir Naik Dapat Pembelaan


Pendakwah internasional Dr Zakir Naik telah dilaporkan ke PBB soal status kependudukannya di Malaysia oleh NGO Hindu, Hindraf. Terkait hal itu, ia pun mendapat pembelaan dari Presiden Pertubuhan Pribumi Perkasa Malaysia (Perkasa), Datuk Ibrahim Ali.

Sebelumnya, Ketua Hindraf P Wathamoorthy pada 28 April lalu mengirim surat khusus kepada Komite Kontra Terorisme Dewan Keamanan PBB (CTC) di New York. Isinya, P Wathamoorthy meminta agar CTC mau membujuk Malaysia untuk mendeportasi Zakir Naik. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa pakar perbandingan agama itu terlibat dalam kasus terorisme dan pidana lainnya.

Pada Selasa (02/05), Ibrahim mengatakan bahwa dia telah membaca isi surat yang ditulis oleh Ketua Hindraf P Wathamoorthy tersebut. Ia mengaku menemukan beberapa poin yang dirasanya tidak benar. Oleh sebab itu, Perkasa mengajukan pembelaan kepada Zakir Naik dengan cara mengirim surat ke CTC.

“Surat tersebut mengambarkan bahwa Malaysia sebagai pihak yang terlibat dan tidak bertanggung jawab, dengan Muslim di negara ini tidak peduli dengan masalah terorisme,” katanya saat konferensi pers di Kantor Pusat Perkasa di Kuala Lumpur.

Kendati demikian, Ibrahim tidak ingin adanya perseteruan antara Hindraf dan Perkasa. Menurutnya, langkah mengirim surat pembelaan itu dinilai tepat dan tidak berlebihan.

“Saya tidak bertengkar dengan Hindraf atau Waythamoorthy. Saya hanya mengedepankan pandangan saya seperti apa yang ditulisnya dalam surat itu. Saya hanya melakukan hal yang sama untuk mempertahankan kebenaran,” ungkap Ibrahim.

Dalam surat pembelaan yang dikirimkan Perkasa, Ibrahim menegaskan bahwa Zakir Naik menjadi sasaran fitnah dan kebencian oleh Hindraf. Ia justru menuturkan bahwa semua itu adalah tuduhan palsu lantaran kalah berdebat dengan Zakir Naik.

“Hindraf juga secara eksplisit menuduh Dr Zakir Naik melatih anak didik dengan ideologinya, dengan restu dari para pemimpin pemerintah saat ini. Tuduhan ini juga tidak benar karena Dr Zakir Naik sedang menyebarkan pesan Islam dan bukan ideologinya sendiri,” sambungnya.

Selain itu, Perkasa meminta CTC agar tidak menanggapi keinginan Hindraf dengan berlebihan. Pasalnya, semua yang disematkan kepada Zakir Naik merupakan fitnah dan tuduhan liar. Ibrahim menegaskan bahwa Perkasa sangat mengedepankan asas praduga.

Dalam surat pembelaanya, Perkasa juga melampirkan riwayat NGO Hindu tersebut. Dengan mengutip keterangan mantan Jenderal Kepolisian Malaysian Musa Hassan. Dalam keterangannya, Musa pada tahun 2007 menyebutkan, terdapat bukti bahwa Hindraf mendapat dukungan dan bantuan dari gerakan teroris internasional.

Keterangan itu juga dikuatkan dengan penuturan dari mantan Jaksa Agung Malaysia Abdul Gani Patail. Ia mengklaim bahwa Hindraf terkait dengan kelompok Macan Pembebesan Tamil Eelam (LTTE). Sebuah organisasi pemeberontak yang masuk ke dalam daftar teroris di beberapa negara. []

Reporter: Syafi’i Iskandar
Sumber: Free Malaysia Today


Artikel Terkait