Selasa, 02 Mei 2017

Kontras, Pemandangan Ahli Pembubaran Kajian Menikmati Lantunan Musik

Sumber : https://www.instagram.com/p/BTja0nFlNZy/

Masih segar dalam ingatan pembubaran secara paksa kajian Ust. Khalid Basalamah di Sidoarjo yang di lancarkan oleh segenap oknum yang mengatasnamakan untuk menjaga pancasila dan keutuhan NKRI.

Baru-baru ini tepatnya pada hari minggu (30/04/17) kajian ustadz Felix Siuaw dibubarkan paksa karena ada sebagain pihak yang tidak suka terhadap kajian ustadz Felix, padahal tema yang diangkat adalah tentang kaijan remaja yang hari ini semakin rusak dengan zina dan pergaulan bebas, Malang, Ahad (30/4/17).

Tetapi sejumlah oknum tetap membubarkan paksa, dan aparat malah terlihat mendukung upaya pembubaran kegiatan tersebut. Bahkan MC sekalipun tidak diberi waktu untuk menutup acara dengan doa. Semua peserta diusir keluar ruangan. Sampai saat ini belum jelas keterangan kenapa acara itu mesti dibubarkan.

Kemudian tepat pada keesokan harinya Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Malang HM Nur Junaedi Amin akhirnya buka suara terkait pembubaran Kajian Remaja dengan narasumber Ustadz Felix Siauw.

Pihak GP Ansor Malang menurut Junaedi tegas menolak Ustadz Felix Siauw. Yang paling mendasari penolakan Ustadz Felix Siauw adalah karena Ustadz Felix merupakan kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang kerap kali mengkampanyekan berdirinya Khilafah di Indonesia.

"Kita lihat sendiri bagaimana Felix Siauw di medsos getol menyuarakan khilafah di Indonesia, GP Ansor dan simpul-simpul nasionalis lain sepakat bahwa HTI makar karena ingin menggeser Pancasila sebagai dasar negara dan mengganti pemerintahan saat ini," Kata Junaedi seperti dilansir Republika, senin(1/5/2017).

Junaedi menjelaskan bahwa GP Ansor terus berupaya menjaga Pancasila sebagai dasar negara dan mempertahankan keutuhan Indonesia yang lahir atas dasar keberagaman dan kebersamaan. "Jangan seenaknya saja berdakwah tanpa mengindahkan nilai toleransi," tegas Junedi.

Lalu bagaimana dengan pemandangan di bawah ini? Pantaskan ia kemudian membubarkan secara paksa begitu saja kajian yang tidak sefaham secara ideologi dengan golongannya? []



Artikel Terkait