Rabu, 10 Mei 2017

Muallaf Papua: Dulu Pemabuk, Kini Berhaji dan Siap Bangun Masjid


Hidayah hanya datang dari Allah Subhanahu wa ta’ala. Makhluk hanya menjadi perantara, tidak dapat berbuat seperti-Nya. Adalah Muhammad Sholeh, ia merupakan muallaf asal Papua. Saat masuk Islam, Sholeh mengaku rela dan tidak ada paksaan sedikitpun.

“Saya rela masuk Islam berdasarkan niat saya. Ikhlas dari hati saya sangat dalam. Saya masuk Islam pada tahun 2009,” ujarnya kepada Kiblat.net di Masjid Agung Baitul Makmur, Fakfak, Papua Barat belum lama ini.

Alasan Sholeh masuk Islam karena melihat dari beberapa sisi, misalnya dari sisi kesehatan. Menurutnya, Islam sangat menjaga dari sisi kesehatan. Sebab, Islam melarang penganutnya mabuk.

“Tadinya saya mabuk, ikut hal-hal yang tidak ada gunanya di dunia ini. Setelah saya menyadari dunia ini tidak ada arti, maka saya tinggalkan dunia. Dalam arti saya sebelumnya masih mabuk, sekarang saya tinggalkan. Saya masuk Islam. Karena Islam itu menjaga dari hal hal, makanan yang haram,” imbuhnya.

Usai masuk Islam, mantan pelayan pendeta ini mengungkapkan bahwa rezeki terbuka lebar bagi dirinya. Ia mengajak kepada umat Islam untuk membantu dalam bentuk dukungan moril maupun materiil, demi melaksanakan dakwah di Papua.

“Saya harap kepada saudara saudara saya yang Islam, dari Sabang sampai Merauke, dukung saya dengan doa. Ketika saya dakwah membawa proposal, maka bantu saya dalam membangun Islam di Papua. Khususnya di Papua Barat dan Meibrat, karena saya ada punya lahan dan siap membangun masjid untuk umat Islam Meibrat,” ungkapnya.

Sementara itu, ketua Al-Fatih Kaffah Nusantara, ustadz Fadlan Garamatan mengungkapkan bahwa Sholeh pernah memusuhinya sebelum menjadi muallaf. Namun, hal itu kini berubah.

“Syukur alhamdulillah beliau (Sholeh.red) masuk Islam. Dulu berkelahi dengan saya, sekarang sudah haji atas undangan raja Saudi,” tuturnya.

Sebelum masuk Islam, nama asli Sholeh adalah Zadrach Kambo. Ia bekerja sebagai pelayan pendeta di Gereja Bethel Indonesia (GBI), Kabupaten Fakfak. Setelah memeluk Islam, Sholeh menjadi kepala suku di Meibrat dan bekerja di Dinas Pariwisata Kabupaten Fakfak. [kiblat.net/berdakwah.net]


Artikel Terkait

loading...