Selasa, 16 Mei 2017

Tak Kantongi Izin, Aksi 1000 Lilin Pendukung Penista Dikecam Bobotoh Bandung


Aksi saling kecam tersebut berlanjut hingga ke dunia maya hingga tagar #BandungTeuPaduli menjadi viral di lama Twitter sejak Sabtu (13/5) malam.

Para supporter Persib atau Bobotoh menyesalkan ratusan orang yang mayoritas keturunan Cina tersebut menyalakan lilin di Lapangan Gasibu bersamaan dengan agenda yang diadakan oleh Pemprov Jabar yaitu kegiatan nonton bareng laga Persib Bandung melawan Semen Padang di halaman Gedung Sate. Lokasi nobar tersebut tepat berada di seberang acara bakar lilin.

Para Bobotoh yang jumlahnya lebih banyak dari aksi bakar 1000 lilin tersebut berteriak lazimnya ketika akan terjadi gol. Namun hal tersebut membuat para pendukung Basuki terganggu dan geram. Saat itu terjadilah aksi perang tagar di dunia maya.

Salah satu akun twitter pendukung Basuki bernama SydSalesman menuduh kegiatan nobar Persib sengaja diadakan untuk menutup gemparnya aksi lilin.

"Tanpa pengeras suara, dikepung oleh loudspeaker yang sengaja dipasang di sekitar lokasi dan siarkan acara live Persib. Bandung Jawa Barat! Justice4Ahok," tulisnya di laman twitter pada Sabtu (13/5) malam.

Cuitan yang bernada tuduhan tersebut membuat gerah akun pendukung Persib vikingcimahifc. Mereka menampik tuduhan pendukung Basuki dengan melaporkannya kepada Humas Jabar.

#BandungTeuPaduli

Menurut Humas Jabar, tuduhan pendukung Basuki tersebut adalah fitnah. Agenda nobar telah mendapat izin lebih duluan dibandingkan dengan acara bakar lilin. Kegiatan nobar tersebut bersamaan dengan agenda Pemprov Jabar lainnya yaitu Ngopi Saraosna Vol.2. Pihak Humas Jabar juga menegaskan bahwa acara nobar adalah agenda resmi Pemprov Jabar yang telah dipersiapkan sejak lama dan memang biasanya dilaksanakan di halaman Gedung Sate.

Sedangkan acara bakar lilin, menurut mereka tidak mendapat izin resmi. Sehingga panitia Ngopi Saraosna Vol.2 tak tahu akan ada acara bakar lilin yang bernuansa Jakarta tersebut.

"Gedung Sate menyatakan bahwa aksi bakar lilin tak mendapat izin resmi," tulis akun  Humasjabar pada Minggu (14/5).

“Terkait adanya isu ‘pengerasan suara’ dari kami pada saat acara #NgopiSaraosna Vol. 2 adalah sbg berikut,” lanjut cuit @humasjabar.

Mengetahui bahwa acara bakar lilin tersebut tak mendapat izin resmi, para pendukung Persib ramai-ramai mengecam para pendukung Basuki yang berlaku seenaknya hingga tagar #BandungTeuPaduli menjadi viral .

"Ahoker : "Persib intoleran" Bobotoh : "toleran-intoleran ndasmu, lha wong ada suara adzan aja kalian tereak2," tulis salah satu netizen bernama Mafija Poetih  di laman facebook-nya.

"Ini Semua Akibat Ulah Si Penista Agama dan Para Antek-Anteknya... Negara Ini Jadi Kacau," kecam Suci Yhani.

"Nobar persib di hina ahoker? Ganggu ke asyikan orang Bandung yang Cinta persib? punten weh jang...iyeu mah rada beurat kasusna. Persib nu aing !!!! Tambah lagi yang ga simpati dengan aksi bakar lilin.. Hoker... Yang Marah pada Kalian Jadi nambah berapa orang lagi ya ???
Halah...ini mah susah ngitungnya...," ujar Wawa M. Fahmi.

"Karena sepakbola kami diusik oleh aksi yang sebetulnya bukan urusan kami, #BandungTeuPaduli," tulis akun @fanjigrushka di laman twitternya.

Selain itu, akun resmi pendukung resmi Persib bernama Viking memberi sindiran kepada aksi bakar lilin tersebut.

"Ini Bandung, jgn samakan dengan kota lain karna kami adalah penjaga tradisi. Much love untuk yang malam ini candle light dinner," sindir akun Viking yang mempunyai follower lebih dari 408 ribu itu. [bersamaislam/berdakwah]


Artikel Terkait