Minggu, 21 Mei 2017

Ternyata Islam Sudah Masuk Papua Sejak Tahun 1224 Masehi


Islam masuk ke Papua sejak 17 Juli 1224 Masehi dibawa oleh Syaikh Iskandar Syah atas mandat Syaikh Abdur Rauf dari kerajaan Pasai. Hal ini terungkap dari pernyataan tokoh Muslim Papua bernama H. Ahmad Iba yang merupakan raja Patipi ke XVI.

“Syaikh Iskandar Syah melakukan perjalanan dakwah dan tiba di Messia atau Mes kerajaan Patipi awal ketika itu bertemu dengan orang bernama Kris Kris,” Ujar Haji Ahmad dikediamanya Fakfak Papua, seperti dilansir kiblat, jum'at(28/4/2017).

Haji Ahmad memaparkan bahwa Syaikh Iskandar Syah oleh bapak Kris kris tiga bulan kemudian dia diangkat menjadi imam pertama. Dan Kris Kris menjadi Raja Patipi awal. Namun, beberapa tahun kemudian di Messia terjadi tsunami dan melenyapkan masjid serta beberapa warga sekitar.

“Dan beberapa tahun kemudian, terjadi tsunami maka seluruh Masjid dan isinya beserta penduduk sebagian ditelan bumi kecuali Kitab Al-Quran dan beberapa kitab fiqih, tauhid yang diselamatkan oleh Syaikh Iskandar Syah,” papar Haji Ahmad.

Salah satu peninggalan masuknya Islam berupa Al-Quran kuno dan beberapa kitab lain masih tersimpan di rumah Ahmad Iba. Meski sudah terlihat lusuh, ia tetap menjaganya dengan menaruh di lemari kaca.

“Saya pakai lemari kaca, kasih masuk. Baru kasih masuk obat. Supaya jaga tidak ada rayap makan,” ujar Haji Ahmad dengan logat Papua.

Hal senada juga disampaikan Dai asal Papua, Ustadz Fadlan Garamatan bahwa Islam sudah masuk ke bumi Papua sejak ratusan tahun yang lalu, namun informasi ini kurang tersebar dengan luas.

“Ini bukti autentik yang menunjukkan pada dunia dan bangsa Indonesia bahwa Islam itu berada di Nuu waar (Papua). Tetapi karena kurangnya dai, kurang guru seakan di negeri itu tidak ada Islam. Alhamdulillah, AFKN bagian daripada dakwah terus melanjutkan sampai Allah membuka tabir baru bagi perjalanan dakwah di negeri ini,” tutur Ustadz Fadlan. [islamedia/berdakwah]


Artikel Terkait