Selasa, 16 Mei 2017

Veronica, Ahokers Pengritik Jokowi Akhirnya Dilaporkan ke Polisi


Seorang pendukung Ahok yang mengritik rezim Jokowi melalui orasinya, Veronica Koman Liau (VKL), akhirnya dilaporkan ke polisi. Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengaku tersinggung atas orasi VKL yang menyebut rezim Jokowi lebih parah dari pada rezim SBY.

Wanita yang akrab disapa Vero itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh seorang pria bernama Kan Hiung (36). Kan mengaku melaporkan Vero atas nama perorangan.

Hal itu dilakukannya lantaran sebagai warga negara Indonesia, Kan merasa tersinggung atas orasi yang dilakukan Vero di depan Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur.

"Saya sebagai rakyat Indonesia merasa dirugikan karena presiden adalah simbol negara yang harus dihormati. Kalau semua orang bebas berorasi dan teriak-teriak menghina Presiden kita, apa kata dunia," kata Kan, Ahad (14/52017), seperti dikutip Teropong Senayan.

Dalam kesempatan membuat laporan itu, Kan tidak sendirian. Ia didampingi penasihat hukumnya yang bernama Ferry Juan.

Kan mengaku membawa beberapa barang bukti terkait pelaporannya itu. Dirinya membawa satu keping CD berisikan video orasi Vero ketika di depan Rutan Cipinang.

Selain itu, ada pula screenshot sejumlah berita pada media online tentang orasi Vero yang dianggap bermasalah tersebut.

Vero dilaporkan atas kasus kejahatan terhadap kekuasaan umum dan terancam Pasal 207 KUHP. Laporan Kan sendiri bernomor LP/2319/V/2017/PMJ/ Dit.Reskrimum, Tanggal 13 Mei 2017.

"Disitu dia (Veronica Koman) teriak-teriak, tidak ada penistaan agama, yang ada adalah peradilan yang nista, hakim yang nista, itu kan kalimat yang menyesatkan. Presiden Joko Widodo saja sudah mengumumkan bahwa seluruh rakyat Indonesia agar menghargai putusan majelis hakim soal kasus Ahok," kata dia lagi.

Diketahui, Veronica Koman Liau, salah satu orator aksi massa pendukung Ahok saat Ahok dibawa rumah tahanan Cipinang, Jakarta Timur mendadak terkenal.

Pasalnya, sebuah video ketika Vero berorasi mendadak viral. Dalam video itu, Vero mengatakan bahwa rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) adalah rezim yang lebih parah dibandingkan dengan rezim pemerintahan sebelemunya, yaitu rezim era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Akibatnya, Kemendagri pun mengaku telah mengirimkan surat kepada Vero untuk segera membuat permintaan maaf secara terbuka. Bukan hanya itu, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo pun mengancam membawa masalah ini ke jalur hukum, jika Vero dalam sepekan ini tak memberikan klarifikasi.

Terkait hal itu, Vero sendiri belum mau berkomentar banyak. Vero juga belum mau menjelaskan apa maksud orasinya yang menyebut rezim Jokowi lebih parah dibandingkan rezim SBY itu.

"Sampai saat ini aku belum berkomentar dulu ya," ujar Vero kepada, Sabtu 13 Mei 2017. [] red: farah abdillah/dbs


Artikel Terkait

loading...