Rabu, 28 Juni 2017

Hasil Survey: Mayoritas Pelaku Terorisme di AS Bukan Muslim


Berdasarkan survey dari sebuah studi terbaru yang dikutip dari media Amerika Serikat bernama Independent beberapa waktu lalu menyimpulkan bahwa ternyata mayoritas pelaku terorisme di AS adalah berasal dari kelompok esktrem kanan dan bukan berasal dari muslim.

Studi yang merupakan proyek antara Investigative Fund di Nation Institute dan Reveal from the Center for Investigative Reporting tersebut mengambil sejumlah sampel dari beberapa aksi terorisme pada tahun 2008 hingga 2016.

"Dan hasil dari studi tersebut ternyata mayoritas kelompok ekstrim kanan berada di balik hampir semua teror. Dan jumlahnya hampir dua kali lipat dari aksi yang dituduh dilakukan oleh kelompok yang mengaku muslim," tulis laporan yang dilansir The Independent pada Sabtu (24/6).

Dalam laporan lengkap tersebut, turut disertakan bukti yang diambil dari 63 insiden terorisme yang bermotif ideologi politik yang mirip seperti gerakan ISIS.

Namun aksi terorisme yang dilakukan oleh kelompok ekstrimis kanan berjumlah 115 serangan yang dilakukan pada periode yang sama.

Ironinya, dalam studi tersebut juga mencantumkan reaksi polisi atas teror yang melibatkan kelompok ekstremis yang mengaku Islam mencapai 76 persen. Namun reaksi terhadap kelompok ekstrimis kanan hanya sebesar 35 persen.

bahkan survey lainnya menyebutkan 36 orang tewas setiap harinya karena kejahatan biasa

Reaksi polisi disebutkan lebih tegas bila pelakunya mengaku beragama Islam. Reaksi tersebut lebih besar empat kali lipat dibanding operasi terhadap penumpasan ekstremis kanan.

Dan tertulis dari persentase aksi teror yang menyebabkan kematian, kelompok ekstremis kanan mencapai 33 persen lebih besar dibanding teroris yang mengaku Islam yang hanya 13 persen.

Sehingga laporan tersebut dianggap telah membantah kebijakan Presiden Trump yang semakin menyuburkan aksi Islamophobia di negara tersebut. [bersamaislam/berdakwah]


Artikel Terkait