Sabtu, 10 Juni 2017

Jangan Terkecoh, Lailatul Qadr Bisa Terjadi Di Malam Genap


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa sepantasnya bagi seorang muslim untuk mencari malam lailatul qadar di seluruh sepuluh hari terakhir. Karena keseluruhan malam sepuluh hari terakhir bisa teranggap ganjil jika yang dijadikan standar perhitungan adalah dari awal dan akhir bulan Ramadhan.

Jika dihitung dari awal bulan Ramadhan, malam ke-21, 23 atau malam ganjil lainnya, maka sebagaimana yang kita hitung. TETAPI jika dihitung dari Ramadhan yang tersisa, maka bisa jadi malam genap itulah yang dikatakan ganjil.

Perhatikan hadits berikut, “Carilah malam Lailatul Qadr di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Bisa jadi Lailatul Qadr ada pada sembilan hari yang tersisa, bisa jadi ada pada tujuh hari yang tersisa, bisa jadi pula pada lima hari yang tersisa.” (HR. Bukhari no. 2021).

Kita tidak pernah bisa memastikan apakah bulan Ramadhan kali ini berakhir di hari ke-29 atau ke-30.
Jika bulan Ramadhan 30 hari, dengan menghitung mundur, maka kalau menghitung sembilan malam yang tersisa, maka dimulai dari malam ke-22.

Jika tujuh malam yang tersisa, maka malam lailatul qadar terjadi pada malam ke-24. Sedangkan lima malam yang tersisa, berarti Lailatul Qadr pada malam ke-26, dan seterusnya. 😉

Jadi jangan mengkhususkan giat beribadah, i'tikaf di masjid hanya pada malam-malam ganjil saja, bisa-bisa justru terjadi di malam genap dimana kita sedang asik bersantai-santai di rumah.

Ingat bahwa di bulan Ramadhan ini, Allah Ta'ala menguji ketaqwaan hamba-Nya, siapakah yang benar-benar bertaqwa?

Semoga Allah memudahkan kita bersemangat dalam ibadah di akhir-akhir Ramadhan dan moga kita termasuk di antara hamba yang mendapat malam yang penuh kemuliaan.

Yuk kita berburu malam Lailatul Qadr! [berdakwah.net]



Artikel Terkait

loading...