Selasa, 20 Juni 2017

Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina

Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina

Pada 70 tahun silam, Palestina masih dihuni 1,3 juta Arab, dan 630.000 Yahudi non Arab. Saat PBB menawarkan pembagian wilayah menjadi Israel dan pada 1947, komposisi penduduk Yahudi mencapai 31% dari populasi Palestina.

Kamu mungkin belum lahir, aku pun demikian, tapi kejahatan dan kekejian sudah terlebih dulu lahir di sana. Deir Yassin. Desa lambang kepedihan rakyat Palestina. Di sini, pembantaian kejam terjadi. Pada 9 April 1948, Komando Lehi dan paramiliter Irgun "membersihkan" Dei Yassin dengan brutal, hanya beberapa minggu sebelum Israel dibentuk, kawan.

Satu per satu desa diserang, penduduknya dibantai. Pembunuhan dimaksud juga untuk mengusir penduduk agar mereka keluar dari daerah tersebut.

Tapi, ini bukan pengusiran biasa. Bukan semacam pengusiran kecoa pakai sapu yang cuma di dorong-dorong. Bukan kawan.

Ini GENOSIDA!

Para militer Irgun membantai 254 laki-laki, wanita, dan anak-anak. Orang-orang Arab terus ditangkapi dan dibunuh secara sadis.

Kemaluan dikerat, dan perut wanita-wanita hancur. Mereka menembaki semua orang yang berada di rumah, perempuan dan anak-anak. Tak ada pilihan lain kecuali lari ... lari ... dan lari .... Sekitar 25 laki-laki diseret dari rumah mereka, dinaikkan ke sebuah truk. Mereka dibawa ke satu tambang batu antara Giv’at Shaul dan Deir Yasin. Di sana, mereka dieksekusi dengan sadis. Pun perempuan dan anak-anak, dibawa ke Gerbang Mandelbaum. Dari sekitar 800.000 orang Arab yang tinggal di sana saat itu, hanya tersisa sekitar 165.000. "Mereka masuk rumah dan menembaki orang-orang di dalam. Mereka membunuhi siapa saja yang mereka lihat; wanita dan anak-anak," jelas Zidain, seorang korban yang kehilangan empat keluarga, termasuk ayah dan dua saudara.

Walau usianya sudah 84 tahun, Zidain mengingat dengan jelas keperihan kehilangan paksa itu. Zidain kini tinggal di desa Tepi Barat.

Tercatat, sebelum Israel terbentuk, militer Irgun dan Haganah merampas ¾ tanah dan mengusir hampir semua penduduknya.

Pada 1948, terdapat 475 kota dan desa di Palestina. Di antara jumlah tersebut, 385 di antaranya telah rata dengan tanah, berubah menjadi puing, sedang 90 desa lainnya ditinggalkan penduduknya. "Ah, masa sih?" Kawan, puluhan veteran tentara Israel telah mengakui keterlibatan mereka dalam pembantaian terhadap warga sipil Palestina itu.

Salah satunya Amnon Neumann yang kini berusia 82 dan tinggal di Haifa. Dia merupakan anggota Palmach, tentara bawah tanah komunitas Yahudi Yeshuv selama penjajahan Inggris atas Palestina.

Neumann bergabung dengan Palmach pada 1946 saat baru saja mendarat di Palestina dari Polandia pada usia 16 tahun. Neumann mengaku, ia mengambil bagian dalam menggusur warga Palestina dari desa Simism, Najd, Kawkaba, Burayr, dan tempat-tempat lainnya.

Pada pembantaian terhadap warga Burayr, Neumann mengaku, Pasukan Haganah mengelilingi desa di tiga sisi, dan menembak ke udara sebelum masuk dan mengusir orang-orang.

Rumah-rumah dibakar, sesuai perintah pimpinan. Neumann mengatakan ia pernah mendengar kisah tentara Haganah yang menembak seorang gadis Palestina di kepala setelah memperkosanya.

BIADAB! Veteran lainnya, Arhamel Khnovitc, berusia 83 tahun dansekarang tinggal di pemukiman Daghania. Dia mengaku mengambil bagian dalam pembantaian di Masjid Dahmash di Al-Lydd pada Juli 1948. Ia juga mengambil ikut dalam pembersihan etnis dari desa Jamzu dan Dan'el. “Saya menuju ke masjid, sesuai perintah perintah. Saya diam-diam membuka pintu,” tutur Khnovitc. “Lalu saya menembakkan rudal Fiat, mengikuti perintah. Banyak mayat terbang dan tertanam ke dinding karena beratnya ledakan,” tambahnya.

Meski 70 tahun telah berlalu, kekejian tentara Israel menurun ke penerus-penerusnya. Tahun 2009, terjadi pembantaian 21 anggota keluarga Samouni, penduduk Palestina di Gaza.

PBB sempat melakukan penyelidikan atas kasus ini. Namun pihak Israel menutup kasus tersebut dan mengklaim tuduhan kejahatan perang atas pembantaian satu keluarga Palestina itu tidak benar dan tidak berdasar.

Lagi. Pada 2014, dua pemuda Israel dinyatakan bersalah dan didakwa atas kasus pembunuhan sadis seorang remaja Palestina di Tepi Barat. Muhammad Abu Khdeir, pemuda 16 tahun yang diculik dan menjadi bulan-bulanan para pelaku. Muhammad tewas setelah dipukuli lalu dibakar hidup-hidup.

Namun, kasus seperti ini hilang di tengah jalan tanpa ada dakwaan dan hukuman. pengadilan Israel menunda dakwaan karena pelaku harus menjalani pemeriksaan kejiwaan. Pengacaranya mengatakan bahwa pelaku mengalami gangguan jiwa sehingga tidak bisa dihukum. Cih! Alasan klasik! "Pengadilan tidak jujur, mereka simpati para penjahat. Setiap kali datang ke pengadilan dan melihat pelaku pembakaran putra saya, hati saya terbakar," kata Abu Khdeir, ayah Muhammad.

Kelompok HAM Israel, Yesh Din tahun lalu melaporkan, 85 persen penyelidikan kejahatan yang dilakukan oleh warga Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat biasanya menguap, atau kasusnya ditutup tiba-tiba tanpa ada yang diadili. *** Aku kira hal seperti itu hanya terjadi pada zaman penjajahan di Indonesia.

Nyatanya, di abad 21 ini masih ada kejadian sekeji itu? Bukankah penjajahan di atas dunia harus dihapuskan?

Atau.. itu hanya sebuah wacana? Sebuah kalimat yang dirajut agar terdengar heroik? Toh, sekarang saja masih banyak hati orang yang kosong untuk mengkongkritkannya, semacam.. sudah tidak peduli. [smart171/berdakwah]


#UntoldStory
#SMART171
#RevealTheHiddenTreasure

Sumber:
  • http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/12/05/02/m3doz5-pembantaian-keluarga-palestina-israel-tuduhan-kejahatan-perang-tak-berdasar
  • https://news.detik.com/internasional/d-3387925/tembak-mati-pria-palestina-tentara-israel-bersalah-atas-pembunuhan
  • http://www.cnnindonesia.com/internasional/20151201014155-120-95081/dua-pria-israel-didakwa-atas-pembunuhan-sadis-warga-
  • http://www.cnnindonesia.com/internasional/20151201014155-120-95081/dua-pria-israel-didakwa-atas-pembunuhan-sadis-warga-palestina/
  • http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/a-massacre-of-arabs-masked-by-a-state-of-national-amnesia-1970018.html
  • https:// www.middleeastmonitor.com/20140217-israeli-army-veterans-admit-role-in-massacres-of-palestinians-in-1948/
  • Schoenman, Ralph. 2013. Di Balik Sejarah Zionisme. Yogyakarta. Mata Padi Pressindo


Artikel Terkait