Senin, 19 Juni 2017

Kepung Masjid Baiturrohim, Aparat Bubarkan Kajian Muallaf dan Aktivis Anti Pemurtadan


Acara Bedah buku sekaligus Buka Puasa bersama para muallaf dan Aktivis Anti Pemurtadan dengan pemateri Ust. Bernard Abdul Jabbar mendapat penolakan dan tekanan dari aparat Ahad, (18/6/ 2017).

“Semula acara ini bertempat di masjid  Pertamina Klayan namun di pindah ke masjid Baiturrohim kota Cirebon akibat adanya penolakan dari Presdir Pertamina, pihak Kristen terutama para Pendeta dan Polda, namun setelah di pindah tempat, ternyata tetap masih ada intervensi dari aparat yang arogan meminta agar acara dibatalkan.” Ujar rifai Iwan, dari forum silaturahmi umat & Alumni 212 Se-Cirebon Raya.

Bila tetap dilaksanakan maka mereka akan mengerahkan seluruh pasukan dan akan memproses seluruh orang yang ada di dalam masjid, hingga saat ini masih diupayakan untuk negosiasi dengan Kapolres agar acara tetap terlaksana namun dengan format yang berbeda, bukan bedah buku akan tetapi hanya santunan dan buka puasa bersama.

Namun pihak aparat tetap tidak mau bernegosiasi, dan tepat pukul 12.43 WIB banyak anggota polisi disertai Ormas GMBI dan Macan Ali datang langsung membentuk formasi mengepung Masjid Baiturrohim, ketika salah satu dari jamaah (Ust. Andi Mulya) keluar pintu masjid beliau langsung ditarik dan dipaksa untuk masuk ke dalam mobil, kemudian diikuti dengan semua panitia beserta Ust Bernard Abdul Jabbar selaku pemateri juga ikut di bawa ke Polres Cirebon Kota.

“Sampai saat ini kami masih menunggu tindak lanjut/kejelasan dari pihak aparat, mengapa kami dibawa padahal kami ingin beribadah,menyantuni anak yatim, dan berbuka puasa bersama, apakah umat Islam di negara ini dilarang untuk beribadah mengadakan kegiatan keislaman? Sudah tidak adakah hak & keadilan untuk umat Islam saat ini?” pungkasnya. [fm/panjimas]

bike trails


Artikel Terkait