Minggu, 11 Juni 2017

Muslimah Amerika Bercadar Ini Belajar Beladiri untuk Hadapi Islamophobia


Seorang muslimah Amerika bercadar bernama Rimsha Ganatra dikabarkan mulai mengikuti les beladiri untuk menghadapi pelecehan terhadap muslimah akibat maraknya efek islamophobia di Amerika Serikat.

Gadis yang mendapat nilai Grade Point Average (GPA) sebesar 4.64/5.0 di kampusnya tersebut memposting foto dirinya sedang mengikuti latihan beladiri di kota Chicago.

Gadis beretnis Pakistan-Amerika tersebut menjelaskan bahwa konsekuensi hidup di negara besar dan liberal seperti Amerika harus mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk.

"Saya akan jujur dalam hal mengenakan cadar dan barang bawaan saya. Saya telah menjalani kehidupan yang sangat bahagia. Saya tinggal di daerah yang beragam dari kota yang sudah beragam, kemudian pindah ke negara yang liberal. Perguruan tinggi tempat saya belajar tidak pernah membuat saya mempertanyakan keselamatan saya. Saya naik kendaraan umum setiap hari dan terkadang saya dipanggil dengan panggilan yang kurang mengenakkan (ya, saya tahu, terkadang pria masih bisa mengganggu walaupun yang bisa mereka lihat hanya bagian wajah). Saya belum pernah menghadapi insiden yang parah, namun bukan berarti itu akan menenangkan hati saya. Terkadang saya masih merasa gugup saat ada yang memandang saya terlalu lama. Dan saya juga mengikuti kelas beladiri. Saya sadar sepenuhnya bahwa hal ini mungkin saya butuhkan di masa depan. Sementara itu, saya akan terus bersyukur atas lingkungan yang beragam ini. Dan saya juga mengingat mereka dalam doa-doa saya," tulis pemenang lomba Tafsir Qur'an MIST Chicago tersebut seperti dilansir laman facebook Muslim Public Affairs Council (MPAC) pada Sabtu (10/6).

Postingan tersebut mendapat respon dari sejumlah netizen.

"Saudari yang terkasih, saya tidak memberi tahu Anda apa yang harus dipakai tapi saya pikir dalam masa-masa sulit saat Muslim banyak terbunuh karena menjadi Muslim, mengenakan niqab merupakan hal yang tidak wajib. Selain itu, tujuan utama niqab adalah membelokkan perhatian jika wanita itu sangat cantik, dan itu kebanyakan ada dalam masyarakat Muslim. Menurut saya niqab sama sekali tidak perlu di masyarakat barat dan hanya membuat wanita Muslim menjadi sasaran empuk bagi pembenci. Anda sendiri menulis bahwa Anda terus-menerus gugup saat menyadari lingkungan sekitar Anda. Mengapa menempatkan diri Anda dalam bahaya? Mengapa mengambil risiko yang tidak perlu? Dalam sebuah masyarakat di mana wanita berjalan-jalan dengan pakaian dalam mereka, mengenakan niqab terasa seperti berlebihan. Hanya itu pendapat saya," tulis salah satu netizen bernama Abdussalam Mohamed.

"Mereka akan memanggilmu dengan banyak nama tapi aku lebih suka memanggilmu "muslimah"," ujar Hassan Ishaq.

"Semoga Allah memberkahi Anda dan keluarga Anda. Amin," doa Hassan Sail Chaudhry. [bersamaislam/berdakwah]



Artikel Terkait