Minggu, 18 Juni 2017

Tolak LGBT di Kampus, Aktifis Kaum Pendubur ini Sebut UPI Sarang Teroris


Keputusan pihak Rektorat Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang menolak menerima mahasiswa yang terlibat Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT) ditentang oleh aktifis pembela gay bernama Hartoyo.

Menurutnya, pelarangan mahasiswa untuk terlibat LGBT baik perseorangan atau komunitas menunjukkan kampus tersebut mulai mengembangkan nilai yang intoleran dan bisa menjadi tempat berkumpulnya teroris.

Pendukung terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tersebut juga mengharap kepada Presiden Joko Widodo dan Menristekdikti untuk memperingatkan UPI terkait syarat penerimaan calon mahasiswa yang dianggap intoleran tersebut.


Dalam cuitan di akun twitter pribadinya pada Selasa (13/6), ia menyebut isu sensitif tersebut dimainkan untuk mendapat dukungan dari publik. Ia juga berharap Jokowi dan Menristekdikti waspada akan hal tersebut.


Ia juga menuduh bahwa persyaratan kampus tersebut sudah memudahkan berkembangnya bibit-bibit teroris.



Tuduhan Hartoyo tersebut dikecam oleh sejumlah netizen. Menurut mereka malah LGBT ancaman sebenarnya bagi generasi Indonesia karena akan mengundang azab bagi semua warga.

"Alhamdulillah LGBT ditolak karena bibit kehancuran umat pengundang azab," tulis salah seorang netizen bernama Cecep M Assobar.

"Orang gila tuh yang cuit2 minta di perhatian krn gak lulus upi kali," tulis Catherine Fauziah Jamela.

"Manusia purba ya lgbt, seperti bangsa pompey. Jangan sampai kampus diracuni kaum lgbt," ujar Jajang W Mahri.

"Gila ... kampus mana yang ingin mahasiswa nya bejad , UPI tetaplah UPI dgm seluruh budaya nya yg islami. Jangan dibanding2 kan dgn kampus luar negeri (london) yg jelas kulturalnya berbeda. Bersaing itu dlm segi IPTEKnya bukan dalam budaya daerah, setiap wilayah budayanya berbeda tdk bisa disamakan," ungkap Zakki Mubarak.

"Tidak Ada Yg Salah Dg UPI, titik! Sy akan turut dukung penuh atas kebijakan UPI trhdp LGBT..!!," seru Rudi Rusnadi.

"Jika dengan menjalankan mencintai Islam dan menolak LGBT kampus UPI di sebut sarang intoleran dan bibit teroris, maka ketahuilah saya bangga sebagai mahasiswa UPI," tegas Tatang Hidayat.

"LGBT itu tidak normal karena bertentangan dengan agama dan alam alias anomali.Lalu kenapa anda mengatakan yg menentang LGBT itu sumber/sarang teroris ???hubungan nya apa ???," tanya Ediputra.

"Kampus UPI itu sumber lahirnya guru di masa depan, yang perilaku Guru adalah di Gugu dan di tiRu. apa jadinya kalau gurunya LGBT? rentan di gugu dan di tiru atau bahkan bisa jadi korbannya adalah muridnya seperti kasus sekolah internasional kemarin kemarin? naudzubillah..TolakLGBT," jelas Desy Nuryanti. [bersamaislam/berdakwah]



Artikel Terkait