Sabtu, 01 Juli 2017

Ini Alasan Mengapa Wanita Harus Pilih Suami Shalih


Saya sering merasa geli dan tersenyum-senyum sendiri saat Mamah Dedeh, muballighah favorit saya, menjawab dengan lugas dan tegas setiap pertanyaan ibu-ibu majlis taklim yang hadir dalam acara live di televisi.

Mamah, suami saya orangnya sangat temperamental. Dia sangat galak dan pemarah. Saya sering dipukul dan dimarahi. Hampir setiap hari ada pukulan dan kemarahan.

Itu contoh curhat seorang ibu rumah tangga di forum bersama Mamah. “Ibu salah memilih suami. Makanya pilih suami yang bener.....”, demikian Mamah mengawali jawaban.

Jawaban yang sangat lugas, tepat dan tegas. Memberikan pelajaran dan peringatan kepada setiap perempuan lajang, agar tidak salah dalam memilih calon suami.

Pilihlah calon suami yang salih, yang akan mencintai, memuliakan, menjaga dan membimbing anda hingga ke surga.

Hanya lelaki salih yang akan bisa memuliakan dan menghormati perempuan, tidak akan menyakiti, mentelantarkan atau menyia-nyiakan istrinya.

Kadang penampilan seorang laki-laki sedemikian menarik dan tampak terhormat, akan tetapi kepribadiannya tidak bisa ditebak hanya oleh penampilan fisik semata-mata.

Ketertipuan oleh casing atau penampilan memang sangat mungkin terjadi oleh karena sikap keberpura-puraan, atau asesoris dan atribut yang melekat pada diri seseorang.

Atribut yang melekat pada diri seseorang, bahwa dia direktur, bahwa dia pejabat, bahwa dia pemimpin perusahaan besar, telah menimbulkan persepsi awal bahwa ia layak dipercaya.

Padahal atribut seperti itu tidak bisa dengan sendirinya menjadi jaminan kebaikan seseorang.

Casing bisa saja direkayasa, atribut dan asesoris itu bisa saja imitasi. Apalagi di zaman cyber sekarang ini. Sangat mudah melakukan rekayasa image dan citra.

Maka jangan terjebak dalam hal-hal yang bercorak fisik atau materi semata-mata, karena memilih calon suami akan berdampak sangat panjang dalam kehidupan anda, baik dunia maupun akhirat.

Pertimbangkan masak-masak, pikirkan dengan jernih, lakukan upaya spiritual dengan istikharah, upayakan meminta nasihat dan pertimbangan dari orang-orang yang terpercaya agar tepat dan selamat dalam menentukan calon suami.

Banyak perempuan terpedaya oleh sesuatu yang masuk melalui perasaan dan hatinya, bukan oleh sesuatu yang masuk melalui penglihatan matanya.

Misalnya laki-laki yang pandai merayu, memberikan perhatian secara serius, menampakkan pengertian dan sikap care, menunjukkan kebaikan dalam perilaku, akan lebih menggoda bagi kaum perempuan.

Mengingat ketertipuan sangat mungkin terjadi, hendaknya para perempuan jomblo menjadikan pertimbangan kebaikan agama sebagai landasan utama pemilihan suami.

Adalah sah bagi prempuan untuk memilih calon suami yang kaya, tampan, memiliki status sosial yang bagus, berpangkat, berpendidikan tinggi, dari keluarga yang baik, macho, atletis, dan ribuan sifat lainnya, tetapi landasan kebaikan agama tetap harus dinomorsatukan.

Dengan kebaikan agama, menjadikan ia lelaki shalih yang akan memuliakan dan membimbing istrinya ke surga dunia maupun surga akhirat.

Suatu ketika ada seorang laki-laki menghadap Hasan bin Ali, sembari bertanya, “Ya Hasan, puteriku akan dipinang, kepada siapakah aku harus menikahkannya?

Hasan bin Ali menjawab, “Nikahkan puterimu dengan orang yang bertakwa. Sebab bia ia mencintainya pasti akan menghormati dan memuliakannya, dan bila ia tidak mencintainya pasti tidak akan menzhalimi puterimu” Inilah landasan memilih suami bagi para perempuan lajang.

Jangan sampai salah pilih, jangan sampai terjebak casing, jangan tertipu penampilan semu.

Pilih dengan hati, dengan pikiran yang bening, dengan istikharah, dengan musyawarah kepada orang-orang yang dipercaya kebaikannya. []

Judul Asli: Pilih Suami Salih
Penulis: Cahyadi Takariawan


Artikel Terkait