Kamis, 27 Juli 2017

Jin Penglaris dan Tanda-tanda Keberadaannya di Warung Makan

Ilustrasi

Seorang ayah mengajak keluarganya makan di sebuah tempat makan. Sesampainya di rumah makan itu, ayah ke kamar mandi untuk buang air kecil. Sekeluarnya dari kamar mandi, sang ayah salah jalan menuju ruang utama. Ia malah masuk pintu dapur. Di dapur itu ia melihat pemandangan yang aneh, kental dengan unsur magis. Tak berapa lama, ia mengajak anak-anak dan istrinya untuk angkat kaki lalu pindah rumah makan.

Hal magis itu apakah pernah Anda temui di sebuah warung? Yang selanjutnya kita menyebutnya sebagai penglaris.

Penglaris melalui sosok halusnya (jin) ini memang mafhumnya memiliki kaitan yang erat dengan bidang usaha makanan santap atau kuliner. Tidak bisa dipukul rata semua usaha makanan menggunakan itu, namun tidak sedikit warung atau tempat makan yang ramai itu menggunakan jasa jin penglaris. Sekali lagi, tidak semua warung makan yang laris menggunakan jin penglaris. Tapi warung yang dicurigai sebagai user jin penglaris memang patut diwaspadai. Berikut ulasannya.

1.  Lezat Tapi Kok...

Tak hanya bertugas menjaga dari gangguan, tapi jin penglaris juga harus menjaga soal rasa. Jin penglaris harus memperhatikan makanan-makanan yang disajikan rasanya menggoda selera. Meski sebenarnya yang enak ini sebatas alam imajinasi.

"Kadang diludahi jinnya," kata seorang teman.

Tanda-tandanya ketika makan di tempat, mereka menyajikan makanan yang tampaknya enaknya tak karuan. Tapi, ketika diibungkus lalu dimakan di rumah, rasanya jadi berubah bahkan cenderung biasa. Bahkan ada yang cepat basi. Memang ada faktor ilmiah karena gangguan di perjalanan atau memang sudah mendekati masa tenggang waktu makanannya.

2. Semua berubah ketika berdoa

Tanda-tandanya ketika makan di satu tempat dan langsung kita icip, rasanya benar-benar enak bahkan cenderung maknyus. Namun ketika berdoa, rasanya tiba-tiba berubah jadi tak karuan.

Hal tersebut memang patut diwaspadai sebagai indikator sebuah tempat itu ada jin penglaris.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: “Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”.” (HR. Abu Daud)


3. Tengoklah  Tempat Cuci Piring

Pengalaman beberapa rekan, warung  makan yang diduga memakai jasa jin penglaris biasanya punya satu tempat yang terpisah dari bangunan utama. Tempat tersebut biasanya digunakan untuk mencuci piring. Hal ini diketahui sebagai cara supaya jin penglaris bisa bekerja dengan baik.

Konon menurut masyarakat, di tempat cuci piring inilah jin dinas dengan cara menjilati semua piring-piring yang ada. Hal tersebut dilakukana agar makanan jadi makin enak. Tapi tak semua tempat makan yang tempat cuci piringnya jauh bisa diindikasikan adanya jin penglaris.

4. Satu Ruang Khusus

Tempat ruang khusus di warung  ini katanya tidak boleh boleh dibuka oleh siapa pun serta alasan apa pun. Tempat tersebut konon biasanya bakal dipakai si jin untuk tinggal, atau mungkin sebagai ruang bagi si empunya melakukan jampi-jampi.

Fenomena seperti ini memang sudah lama, tapi memang percaya atau tidak, kita hidup tidak sendiri karena ada mahluk lain bernama jin--apapun tugas mereka.  Paling aman memang makan di tempat yang tidak meragukan dan jangan lupa untuk membaca doa atau basmalah. [Paramuda/BersamaDakwah]


Artikel Terkait