Rabu, 05 Juli 2017

Menghisap dan Menjual Ganja, Para Biarawati ini Menuai Kecaman


Sekelompok wanita yang mengenakan seragam biarawati di pedalaman Caifornia dikabarkan telah menjual ganja secara online. Selain itu mereka juga menghisapnya dengan alasan menjadi terapi penyembuhan berbagai penyakit.

Kelakuan kelompok suster tersebut dikecam oleh sejumlah warga Amerika Serikat yang tidak setuju dengan pemamfaatan ganja sebagai obat, karena dianggap mempunyai efek buruk yang lebih besar dibandingkan manfaatnya.

Kelompok biarawati yang menamakan dirinya Sisters of the Valley tersebut mempunyai tempat pengolahan ganja di sebuah rumah sederhana di pinggiran wilayah Merced, California.

Di tempat tersebut selain membungkus barang kiriman yang masih terlarang tersebut, mereka juga menerima pelanggan offline atau berbelanja ke tempat. Saat ada pengunjung yang datang dan mengetok pintu, salah seorang suster yang bernama Kate langsung melayani transaksi daun terlarang tersebut. Suster Kate tinggal di tempat itu bersama dengan kedua saudara perempuannya yaitu Sister Darcy beserta putra bungsunya.

Seperti dilansir NBC News pada Jumat (21/4), para biarawati tersebut mengatakan bahwa ganja yang mereka tanam dan olah tidak bersifat adiktif.

Selain dijadikan bahan dasar rokok, ganja yang sudah kering tersebut juga diolah menjadi balsem, salep dan obat-obatan lainnya. Mereka menjual barang dagangan tersebut secara online melalui toko Etsy secara luas ke seluruh dunia.

Para suster saat mengepak ganja untuk dikirim


Saat mengolah ganja, para biarawati tersebut tetap mengenakan seragam khas biarawati tanpa canggung. Namun kelakuan mereka tersebut dikecam oleh penganut agama Kristen lainnya karena dianggap melegalkan ganja yang merupakan barang illegal dan dapat merusak generasi muda.

"Kalau ini dibiarkan maka agama kristen akan dibenci karena membiarkan kebebasan pribadi secara berlebihan," ujar salah seorang warga bernama Lenner Witron.

"Karena mereka mengenakan pakaian itu makanya mereka tidak diapa-apakan. Kalau orang lain yang melakukan ini pasti akan ditangkap," tulis salah satu akun yang bernama NoMoreMissNiceGirl.

"Para biarawati ini harus dihukum karena penodaan agama! Mereka telah menentang ajaran Gereja Katolik dan Paus," tegas akun Fadds33. [bersamaislam/berdakwah]


Artikel Terkait