Kamis, 27 Juli 2017

Pernah Pakai Baju Palu Arit, Model Ini Jadi Juru Bicara Kemenpora


Salah seorang model gadis sampul (covergirl) majalah Gadis bernama Anindya Kusuma Putri (25 tahun) ditunjuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjadi juru bicara baru.

Walaupun sudah berkantor di Kemenpora sejak bulan Mei lalu, gadis yang merupakan pemenang kontes Putri Indonesia 2015 yang mewakili Jawa Tengah tersebut dianggap sejumlah pihak tidak pantas menjadi juru bicara Kemenpora karena pernah dihebohkan dengan kasus kontroversial saat ia memakai kaos palu arit yang diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia. Namun ia menyanggah pendapat tersebut.

Menurutnya ia memakai kaos tersebut karena itu adalah hadiah dari salah seorang temannya dari Vietnam. Anindya ditunjuk menjadi juru bicara Kemenpora setelah pejabat sebelumnya bernama Gatot S. Dewa Broto naik jabatan menjadi Sekretaris Menpora.

Pihak Kemenpora menyebutkan bahwa mereka memilih Anindya karena selain sebagai seorang yang sudah terkenal dengan predikat Putri Indonesianya, ia juga pernah menekuni olahraga bulutangkis dan bergabung dengan sejumlah mantan atlet bulutangkis.

Penunjukan gadis yang pernah dikecam karena menggunakan pakaian "two piece" saat ajang Miss Universe 2015 tersebut diinisiasi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi. Saat berbincang dengan Anindya yang saat itu menjadi juri Putri Indonesia, Imam menawarkan jabatan juru bicara Kemenpora kepada Anindya.

Sejumlah warga dunia maya mengecam penunjukan tersebut karena mereka menganggap tidak etis bila salah satu badan pemerintah melantik salah seorang yang pernah memakai baju palu arit sebagai juru bicara.

"Nah, yang begini nih yang mereka mau!! Semua dimasukin jadi pengurus. Lagaknya NKRI banget, ujung-ujungnya semuanya udah merah. Yang putih dicampakkan, plang kuning disematkan. Alhasil, NKRI tinggal cerita...Waspadalah saudaraku!!!," tulis salah satu netizen bernama Saifuddin Zakaria.

"Saya baru tahu kalau Anindya Putri yang pernah viral pakai kaos PKI jadi jubir Menpora Nahrowi," ujar Budi Hidayat.

"Rezim Komuniskah?," tanya Adi Supriadi

"Makin parah saja bangsa ini, dimana mana ada simbol PKI," seru Bahrum Zain.

"HAYO YANG BELA PKI SIAP2 KENA BANTAI .... TUNGGU TANGGAL MAINNYA ENTE2 SEMUA KOMUNIS..UDAH SERING DI BILANG BAHAYA LATEN KOMUNIS TELAH LAHIR KEMBALI NEO PKI. BARANGSIAPA YANG BILANG PKI TIDAK ADA BERARTI DIALAH TERMASUK DARI PKI ITU. ENTE SEHAT MAU LAGA ARGUMEN PARA PKI????," sebut Rizki Kiki Nauval. [bersamaislam]


Artikel Terkait

loading...