Selasa, 29 Agustus 2017

Amalkan Ini! Untuk Meraih Pahala Haji dan Umroh Sempurna


Maksimalkan hari-hari terbaik di awal Dzulhijjah dengan amalan ini:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian dia duduk – dalam riwayat lain: dia menetap di mesjid – untuk berzikir kepada Allah sampai matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah, sempurna sempurna sempurna“ (HR at-Tirmidzi no. 586, dinyatakan hasan at-Tirmidzi & syaikh al-Albani)

Hadits yg agung ini menunjukkan besarnya keutamaan duduk menetap di tempat shalat, stlh shalat shubuh berjamaah, untuk berzikir kpd Allah sampai matahari terbit, kemudian melakukan shalat 2 rakaat.

FAIDAH-FAIDAH PENTING YANG TERKANDUNG DALAM HADITS INI:

1. Shalat 2 rakaat ini diistilahkan para ulama dgn shalat isyraq (terbitnya matahari), yg waktunya di awal waktu shalat dhuha.

2. Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “… sampai matahari terbit“, artinya: sampai matahari terbit & agak naik setinggi satu tombak, yaitu sekitar 12-15 menit setelah matahari terbit, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat ketika matahari terbit, terbenam & ketika lurus di tengah2 langit.

3. Keutamaan dlm hadits ini lebih dikuatkan dgn perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri, dari Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu: bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai melakukan shalat shubuh, beliau duduk (berzikir) di tempat beliau shalat sampai matahari terbit dan meninggi”.

4. Keutamaan dlm hadits ini adalah bagi orang yg berzikir kpd Allah di mesjid tempat dia shalat sampai matahari terbit, & tidak berbicara / melakukan hal-hal yg tidak termasuk zikir, kecuali kalau wudhunya batal, maka dia boleh keluar utk berwudhu dan segera kembali ke mesjid.

5. Maksud “berzikir kepada Allah” dlm hadits ini adalah umum, termasuk membaca al-Qur’an, zikir di waktu pagi, maupun zikir-zikir lain yg disyariatkan.

6. Pengulangan kata “sempurna” dlm hadits ini sebagai penguat dan penegas, bukan berarti mendapat 3 kali pahala haji & umrah.

7. Makna “mendapatkan (pahala) seperti pahala haji dan umrah” adalah hanya dalam pahala dan balasan, dan bukan berarti orang yang telah melakukannya tidak wajib lagi untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah jika dia mampu.

TAMBAHAN:

"Amal ini memiliki banyak keutamaan dan pahala yang besar. Namun teks hadits yang ada, menunjukkan orang yang tinggal di rumah tidak mendapatkan pahala sebagaimana orang yang duduk di tempat sholatnya di masjid. Tetapi jika orang itu sholat subuh di rumah karena sakit atau karena takut, kemudian duduk di tempat sholatnya sambil berdzikir dan membaca Al-Qur’an sampai matahari meninggi (seukuran 1 tombak atau sekitar 10 atau 15 menit setelah matahari terbit) kemudian sholat dua rakaat, maka orang ini mendapatkan pahala (Haji dan Umroh) sebagaimana yang disebutkan dalam hadist. Karena orang ini memiliki udzur (alasan syar’i) untuk sholat di rumahnya. Demikian pula WANITA. Jika seorang WANITA sholat subuh (di rumahnya) kemudian duduk berdzikir di tempat sholat di dalam rumahnya sampai terbit matahari, maka dia juga mendapat pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadits…”.
(Dapat dilihat di dalam Majmu’ Fatawa wa Maqalat Syaikh Abdul Aziz bin Bazz, XI/218).

Silakan disebarkan dan selamat mengamalkan!

👤 Ustadz Abdullah Taslim, MA & Ustadz Muhammad Wasitho, Lc, MA
🌐 Muslim.or.id, bbg-alilmu.com


Artikel Terkait

loading...