Jumat, 25 Agustus 2017

Nyai Ahmad Dahlan: Perintis Pendidikan Usia Dini di Indonesia


Pendidikan Dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan bermula (jauh sebelum indonesia merdeka, yaitu di awal 1900-an) karena saat itu banyak anak-anak balita pribumi yang bermain tanpa bimbingan orang tua karena harus bekerja sebagai buruh di perusahaan batik di sekitar Kauman

Melalui organisasi 'Aisyiyah, Nyai Ahmad Dahlan mengumpulkan anak-anak balita tersebut untuk diajak bermain dan belajar. Tidak hanya anak laki-laki yang diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan ini, anak perempuan pun diberikan akses yang sama oleh Nyai Ahmad Dahlan. Padahal saat itu pendidikan masih menjadi “milik” laki-laki.

Selanjutnya pendidikan usia dini yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan itu diberi nama Froebel Kindergarten 'Aisyiyah. Nama Froebel Kindergarten 'Aisyiyah kemudian berubah nama menjadi 'Aisyiyah Bustanul Atfal yang artinya taman bermain anak ‘Aisyiyah.

Hingga saat ini, 'Aisyiyah telah memiliki Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Atfal (TK ABA) dan PAUD hingga 23.435 ribu lebih, dan tercatat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI sebagai lembaga pendidikan dini terbesar di Indonesia.

Selain memiliki TK ABA dan PAUD, ‘Aisyiyah juga merintis Taman Pendidikan Qur'an (TPQ), dan pendidikan sejenis yang berjumlah puluhan ribu yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia. Keberadaan TK ABA juga menginspirasi organisasi lainnya untuk mendirikan pendidikan sekolah sejenis.

Melalui TK ABA yang dirintis Nyai Ahmad Dahlan, bangsa Indonesia telah berhasil menyiapkan generasi balitanya menyongsong masa depan yang lebih baik. Pendidikan usia dini seperti TK ABA menjadi pondasi yang penting bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Dari TK ABA inilah banyak yang akhirnya bisa membaca Al Qur'an sebelum memasuki jenjang SD

Semoga Allah memberikan amal jariyah kepada beliau.

#muhammadiyah #nyaidahlan #pendidikandini #tokoh #inspirasi #tkaba #aisyiyah



Artikel Terkait

loading...