Senin, 14 Agustus 2017

Penting, Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Berhati-Hati Saat Swafoto di Tanah Suci


Seiring dengan perkembangan teknologi, setiap orang atau jamaah saat pergi berhaji pasti sudah menyediakan berbagai peralatan untuk mengabadikan perjalanan sucinya itu. Kecanggihan teknologi telepon seluler adalah alat utama untuk merekam berbagai aktivitas jamaah, baik dalam bentuk foto maupun rekaman video.

Ibaratnya, hanya dengan mengeklik telepon seluler semua aktivitas ketika di Tanah Suci bisa langsung terlihat dan dapat segera diunggah ke media sosial yang saat ini tengah menjadi tren masyarakat Indonesia.

“Tapi ingat, hati-hati bila berfoto ria dan melakukan selfie (swafoto) ketika mengenakan pakaian ihram,’’ begitu nasihat seorang petugas pembimbing jamaah haji pada sebuah travel yang ada di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Nasihat agar berhati-hati ketika melakukan selfie saat mengenakan umrah memang terasa mengejutkan. Sebab, pada waktu kepergian umrah sebelumnya nasihat ini belum ada.

“Apa jadinya ketika tengah mengenakan ihram Anda berfoto selfie dan tanpa sadar nda’ memperlihatkan aurat yang seharusnya tak boleh terbuka. Celakanya, foto Anda mengenakan ihram itu sudah keburu diunggah ke media massa sehingga seluruh dunia bisa melihatnya. Nah, berapa besar nilai dham bila dibandingkan masa lalu, di mana aurat Anda saat itu hanya dilihat oleh beberapa orang saja?’’ ujarnya.

Kejidan ini patut diperhatikan karena kini memang banyak jamaah haji masa kini yang terkena sindrom “baper selfie” (ke mana-mana bawaan perasaannya ingin berfoto dan ber-selfie ria).

Nasihat petugas pembimbing ibadah haji/umrah itu tentu patut direnungkan. Melakukan foto selfie di kala mengenakan pakaian ihram memang bisa menjadi persoalan serius kalau ada hal-hal melanggar aturan, salah satunya adalah terbukanya aurat.

Memang untuk jamaah umrah atau haji perempuan mungkin tidak terlalu menjadi persoalan atau bermasalah karena cenderung pakaian ihramnya tertutup (hanya wajah) yang terlihat.

Namun, bagi jamaah umrah atau haji dari kalangan laki-laki bisa menjadi soal serius. Sebab, batas aurat kaum Adam adalah dari pusar hingga lutut. Faktanya, tanpa sadar banyak jamaah pria ketika mengenakan ihram, wilayah bagian bawah pusarnya kerap kali terbuka karena kain ihramnya melorot. Ini terjadi terutama pada jamaah lelaki yang berperut gendut.

Maka, kalau gambar yang terbuka auratnya itu keburu diunggah ke media sosial, entah berapa banyak viewer yang melihat (mengeklik) gambar itu. Ini belum termasuk jumlah impressi atas penayangan gambar itu yang jumlahnya bisa berlipat-lipat dari jumlah klik itu.

“Alhasil, bila dipadankan dengan besaran dam, maka entah berapa banyak dana yang harus dibayar akibat kecerobohan itu. Selanjutnya, bahkan juga berapa banyak kambing, domba, unta, atau fakir miskin yang harus dibayar untuk menggantikan dam.?’’ ujar sang pembimbing ibadah haji dan umrah itu seraya menyarankan jangan sampai soal “baper berfoto ria dan selfie” mendegradasi kegiatan dan nilai ibadah.

Astagfirullah hal’adzim. [ummatpos/berdakwah]


Artikel: Jangan Tergila-gila Foto Selfie Ketika Kenakan Ihram!
Oleh: Ahmad Subarkah
Penulis adalah kolomnis dan wartawan Senior Republika


Artikel Terkait

loading...