Rabu, 16 Agustus 2017

Soal Demo Teriak “Bunuh Menteri”, Ini Sikap Istana


Meskipun banyak pihak mengatakan hoax, Istana menegaskan teriakan “bunuh menteri” saat demo di Jawa Timur terkait penolakan kebijakan program sekolah lima hari benar-benar terjadi. Istana pun akan mengambil sikap dengan menyerahkan kasus tersebut ke aparat.

“Sekarang ini kan semua orang mengatakan bahwa itu palsu, itu hoax, padahal kenyataannya kan ada. Dengan demikian, nanti aparat yang akan menelusuri itu,” Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/8/2017), seperti dikutip Republika.

Pramono menduga ada provokator sehingga para demonstran yang tak lain adalah pelajar meneriakkan ujaran kebencian tersebut.

Pramono mengimbau, masyarakat harus turut memberikan pendidikan kepada generasi muda untuk tidak menyebarkan ujaran kebencian dan tindakan yang berlebihan.

Sebelumnya, beredar video unjuk rasa menolak kebijakan program sekolah lima hari. Yang membuat miris, dalam unjuk rasa yang disebut-sebut terjadi di Lumajang Jawa Timur itu, sejumlah santri meneriakkan yel-yel “bun*h, bun*h, bun*h menterinya, bun*h menterinya sekarang juga.” Tak hanya sekali, yel-yel itu diteriakkan beberapa kali.


Artikel Terkait

loading...