Jumat, 25 Agustus 2017

Video Detik-Detik Mobil Teroris Barcelona Tabrak 120 Warga di Pusat Keramaian


Spanyol mendapat serangan teroris terburuk dalam lebih dari satu dekade pada hari Kamis lalu (17/8), saat seorang supir mobil van menabrak ratusan orang di kawasan ramai di pusat kota dimana semua orang sedang sibuk menikmati sore yang cerah. Kejadian tersebut terjadi di salah satu jalan paling terkenal di Barcelona hingga menewaskan sedikitnya 13 orang dan membuat 80 orang lainnya terluka.

Beberapa jam kemudian, polisi wilayah Catalan mengatakan bahwa mereka berhasil menggagalkan serangan kendaraan kedua, di kota pantai Cambrils, sekitar 70 mil ke arah selatan, yang menewaskan empat orang secara fatal. Para tersangka didapati memakai sabuk peledak yang ternyata perangkat tersebut kemudian diketahui adalah palsu. Selain itu, enam warga sipil dan satu petugas polisi terluka dalam kejadian naas tersebut.

Serangan tersebut merupakan yang keenam kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Pihak berwenang menyebutkan bahwa dalam sejumlah kejadian didapati para penyerang menggunakan kendaraan sebagai alat mematikan untuk menyerang kota-kota di Eropa. Polisi akhirnya mengepung lokasi Plaza de Cataluña dan Las Ramblas yang terletak di jantung kota Barcelona. Kedua lokasi tersebut merupakan tujuan wisata yang selalu ramai sehingga dianggap lokasi yang tepat untuk diserang.

Dari tiga orang yang ditangkap polisi, seorang diantaranya merupakan pria berkebangsaan Maroko yang diidentifikasikan sebagai penyewa mobil van tersebut. Polisi Barcelona mengatakan bahwa tidak ada yang mengaku menjadi supir. Menurut pengakuan mereka, sang supir sempat melarikan diri dan membaur dengan warga yang berlari.

Sejumlah pemimpin negara di dunia mengutuk serangan tersebut, salah satunya Presiden Trump. Ia bersama para pemimpin Barat lainnya dengan cepat mengutuk serangan tersebut dan menjanjikan kerja sama untuk penyelesaiannya.

Sebelumnya, sejumlah televisi setempat melaporkan bahwa salah satu penyerang, membawa sepucuk senapan dan menyerbu ke dalam sebuah restoran. Namun polisi mengatakan bahwa seluruh versi berita dari televisi adalah salah. Yang benar menurut pihak berwajib menurut saksi mata adalah orang-orang berteriak dan kabur saat pengemudi mobil van menabrak ratusan orang pada pukul 17.30. Ia terlihat berusaha menabrak sebanyak mungkin orang yang di depannya.

Petugas polisi kemudian berhambur ke daerah dekat Las Ramblas, sebuah lokasi wisata yang luas dengan bagian pejalan kaki yang besar. Kemudian mereka menyuruh orang-orang keluar dari daerah tersebut.
Video yang rekam oleh saksi dan diposting online menunjukkan bahwa pria, wanita dan anak-anak tegeletak di tanah di tengah payung dan kursi yang rusak, di bawah pepohonan dan banyak darah berceceran. Petugas paramedis dan para warga setempat segera melindungi korban hingga tibanya polisi.

Salah seorang warga bernama Fleming mengatakan bahwa sekarang jalanan tersebut sepi, yang ada hanya petugas polisi berjaga dengan senjata lengkap dan dengan peralatan anti huru hara.

"Ini situasi yang sangat menegangkan," katanya seperti diberitakan media setempat.

Salah seorang pejabat polisi senior di wilayah Catalonia Spanyol Mayor Josep Lluis Trapero mengatakan pada sebuah konferensi pers bahwa polisi sedang menyelidiki kemungkinan adanya hubungan antara serangan mobil van dan ledakan gas pada malam sebelumnya di Alcanar, sebuah kota di sebelah selatan kota tersebut, yang menyebabkan satu orang tewas dan melukai beberapa lainnya.

Berikut video amatir yang direkam oleh warga setempat saat kejadian. [bersamaislam/berdakwah]


Artikel Terkait

loading...