Minggu, 10 September 2017

Sodomi Pertama Ajaran Iblis dan Pemusnahan Kaum Nabi Luth

foto: aroundrometours.com

Kisah lain menyebutkan, bahwa perbuatan sesat kaum Nabi Luth bermula dari kedengkian Iblis. Sebab, mereka mendapati, kaum Nabi Luth atau kaum dari desa Sodom itu, memiliki banyak kelebihan.

Tentang perbuatan sesat kaum sodom disebutkan dalam Al-quran. Sementara dalam kisah lain, sebelum tersesat dalam perilaku homoseksual dan lesbian, kaum Nabi Luth disebut-sebut dianugerahi keistimewaan. Terutama kerjasama yang amat baik, suka bergotong royong dan bersatu padu. Singkat cerita apapun pekerjaan mereka lakukan baik, rapi, tuntas dan cermat.

Inilah yang membuat Iblis iri. Ia melancarkan aksi sesatnya. Dengan licik menjelma menjadi seorang pemuda manis dan berwajah mirip perempuan. Sodom atau Gomora seperti dilansir dari wikipedia, adalah kamu nabi Luth yang tersesat dalam prilaku menyukai sesama jenis.

Sodom nama sebuah desa atau kota yang terletak di Yordania. Nabi Luth merupakan anak dari salah satu saudara kandung Nabi Ibrahim yang diutus untuk meluruskan. Kembali kepada kelicikan Iblis. Dengan wujud inilah dia merusak setiap pekerjaan kaum Luth, hingga mereka kesal dan mendapati pemuda jelmaan iblis inilah pelaku pengerusaknya.

Sang pemuda ditangkap dan dikurung, inilah skenario yang diinginkan Iblis. Malam itu juga, dia berakting pura-pura menangis sedih.Sang Penjaga kasian. Begitu dialognya: ''Ada apa denganmu...?"

Si pemuda menjawab:''Ayahku selalu memelukku waktu aku mau tidur'',jawab anak itu. Penjaga itu tak tega kemudian memeluk si pemuda.

Dari sinilah akal bulus si Iblis berjalan. Dengan kekuatannya sang Iblis membangkit nafsu si penjaga, terus menerus hingga syahwat orang itu menggelora.

Si penjaga terpancing dengan nafsu iblis dan mulailah si pemuda mengajarkan si penjaga melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan peradaban manusia yakni sodomi. Malam terjadi perbuatan sesat dan prilaku penyimpang untuk pertama kalinya. Demikian seperti dilansir dari suaranetizen.com.

Sementar dari wikipedia Islam mengungkapkan, setelah itu, dia Iblis menghasut kamu wanita, dengan menunjukkan prilaku para suami dan kaum pria yang menyeleweng sesama jenis. Mengapa para wanita tidak membalasnya. Sehingga terjadi prilaku lesbian.

BacaKota Sodom Ditemukan, Maukah Kaum Pecinta Sesama Jenis Mengambil Pelajaran?

Ketika Perintah Allah Datang

Dilansir dari kisah para nabi, Allah Subhanahu Wa Ta'ala kemudian meminta Nabi Luth untuk mengembalikan kaum Sodom ke jalan benar.

Nabi Luth berkata kepada kaumnya.“Sesungguhnya aku adalah seorang Rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam."

"Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia dan kamu tinggalkan isteri-isteri yang dijadikan oleh Tuhanmu untukmu. Kalian adalah orang-orang yang melampaui batas”.

Mereka menjawab, “Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, kami akan benar-benar mengusirmu”. Luth berkata, “Sesungguhnya aku sangat benci pada perbuatanmu”.

Nabi Luth meminta kaumnya untuk bertaubat. Dia pun memberikan gambaran bagaimana pedihnya azah Allah, tapi mereka menantang. Allah mengabulkan doa Nabi Luth, Allah mengutus dua Malaikat dalam wujud dua pemuda yang sangat tampan.

Sebelum sampai di wilayah Sodom, kedua Malaikat ini mengabarkan kelahiran Ishaq kepada Nabi Ibrahim dan isternya. Ketika sampai di Sodom, kedua lelaki tampan itu bertamu di rumah Nabi Luth. Nabi Luth berpesan kepada isteri dan putri-putrinya untuk merahasiakan kedatangan dua lelaki tampan tersebut.

Namun, isteri Nabi Luth, yang sehaluan dengan penduduk Sodom, memberitahukan para lelaki Sodom tentang dua lelaki tampan di rumah Nabi Luth. Tidak lama kemudian, para lelaki Sodom beramai-ramai mendatangi rumah Nabi Luth. Mereka berteriak memanggil Nabi Luth.

Mereka meminta agar Nabi Luth melepaskan kedua tamunya untuk mereka. Nabi Luth tidak mau membuka pintu rumahnya. Nabi Luth menasehati kaum Sodom untuk kembali ke rumah masing-masing dan tidak mengganggu tamunya. Nabi Luth juga meminta kaum Sodom untuk meninggalkan perbuatan homoseksual karena hal itu bertentangan dengan fitrah manusia dan kodrat alam.

Nabi Luth mengingatkan adanya azab yang dahsyat dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Kaum Sodom bukannya sadar, mereka justru hendak membuka pintu rumah Nabi Luth.

Nabi Luth berkata, “Sesungguhnya aku tidak berdaya menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam rumahku. Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka,"
"Aku juga tidak mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku minta pertolongan. Aku merasa sangat kecewa karena sebagai tuan rumah aku tidak dapat menjaga keamanan tamu di rumahku sendiri”.

Mendengar keluh kesah Nabi Luth, kedua lelaki tampan itu memberi tahu yang sebenarnya. Mereka mengatakan bahwa mereka adalah Malaikat yang diutus Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menurunkan azab kepada kaum Sodom. Dalam surat Ash-Shaaffaat ayat 171-172, Allah berfirman bahwa hamba-hamba-Nya yang Rasul pasti akan mendapat pertolongan. Pada akhirnya, para Rasul itu akan mendapatkan kemenangan.

BacaFoto dan Video Hancurnya Kota Pecinta Sesama Jenis Pompeii

Kisah Nabi Luth Di Dalam Al-Quran

Kisah Nabi Luth dalam Al-Quran terdapat pada 85 ayat dalam 12 surah diantaranya surah "Al-Anbiyaa" ayat 74 dan 75 , surah "Asy-Syu'ara" ayat 160 sehingga ayat 175 , surah "Hud" ayat 77 sehingga ayat 83 , surah "Al-Qamar" ayat 33 sehingga 39 dan surah "At-Tahrim" ayat 10.(dikutip dari suaranetizen.com)

Baca: Dosa-Dosa Besar, Kaum Pencinta Sesama Jenis

Azab Kemudian Datang

Dengan langkah sangat cepat dan mantap Nabi Luth keluar dari kediamannya selepas tengah malam.
Dia memboyong seluruh keluarganya yakni seorang istri yang ia cintai, dua puterinya. Tanpa menoleh dan berjalan cepat menuju keluar kota, bahkan sekalipun tidak melirik ke kiri atau ke kanan.

Dia sudah membulatkan tekad meninggalkan kampung Sodom, umatnya yang kini tersesat dalam prilaku menyukai sesama jenis itu.

Namun, Luth tidak pernah tahu, sang istri yang setia menemaninya dalam suka dan duka selama ini ternyata berlaku khianat dan menjadi musuh dalam selimut. Sang istri selalu menoleh ke belakang dan tertinggal jauh.
Ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya, seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri.

Bahkan kampung kaum Sodom akan dihacurkan oleh Malaikat yang marah karena murka Allah kepada hambanya sudah tergoda dan tersesat oleh Iblis.

Begitulah ketika fajar menyingsing, bergetarlah bumi dengan dahsyatnya menggoncang kota Sodom, tidak terkecuali isteri Nabi Luth yang munafiq itu tenggelam bersama luluh lantanya negeri atau lebih tepatnya sebuah desa.

Getaran itu didahului dengan gemuruh dahsyat gempa bumi disertai angin yang kencang dan hujan batu api yang menghancurkan dengan serta-merta kota Sodom berserta semua penghuninya. (*)


Pranala luar:
1. http://palembang.tribunnews.com/2015/09/04/sodomi-pertama-ajaran-iblis-dan-pemusnahan-kaum-nabi-luth?page=all


Artikel Terkait

loading...