Minggu, 08 Oktober 2017

Bupati Kukar Rita Widyasari Ditahan KPK


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari. Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menuturkan Rita ditahan di Rutan cabang KPK di Kaveling K4 gedung KPK, Jakarta.

Tak hanya Rita, KPK juga menahan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin di Rumah Tahanan Pomdam Jaya Guntur. Khairudin sudah ditetapkan sebagai tersangka penyuap. “Keduanya ditahan 20 hari pertama,” kata Febri di Jakarta, Jumat, 6 Oktober 2017.

Rita ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap pemberian izin lokasi inti dan plasma perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, kepada PT Sawit Golden Prima.

Penahanan terhadap Rita dilakukan usai Bupati Kutai Kartanegara itu menjalani pemeriksaan di KPK. Sebelumnya, Rita mangkir saat dipanggil penyidik.

Berdasarkan pantauan, Rita tiba di gedung KPK sekitar pukul 12.20. Ia memakai kerudung dan jaket hitam. Hingga pukul 18.00, dia masih menjalani pemeriksaan.

Rita disebut menerima uang Rp 6 miliar. “Ada indikasi pemberian sejumlah uang dari salah satu tersangka, yaitu Hery Susanto Gun, kepada Bupati Rita Widyasari,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di gedung KPK, Kamis, 28 September 2017.

Basaria menyebut uang suap itu diterima Rita pada Juli atau Agustus 2010 dan diberikan untuk pemberian izin lokasi kepada PT Sawit Golden Prima. KPK juga menyita empat mobil milik Rita, yaitu Hummer tipe H3, Toyota Vellfire, Ford Everest, dan Land Cruiser. Empat mobil itu diduga merupakan hasil suap dan gratifikasi pemberian izin lahan perkebunan di daerah.

BacaJadi Tersangka Gratifikasi, Harta Politisi Golkar ini Rp236,7 M
BacaJadi Tersangka, Bupati Rita Widyasari Tulis Status Begini di Sosmed

KPK sudah memeriksa belasan saksi terkait dengan kasus yang menjerat ketiga tersangka tersebut. Selain Rita Widyasari, yang menjadi tersangka adalah Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin. Pada hari ini Khairudin juga menjalani pemeriksaan. [Kompas]


Artikel Terkait

loading...