Rabu, 18 Oktober 2017

Kini Para Dhuafa Bisa Ambil Beras Melalui "ATM Beras"

Seorang ibu dengan riang sedang mempraktikkan pengambilan beras melalui ATM Beras di depan Kantor BAZNAS, Jl Kampung Melayu Besar 53, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2017)

Kaum dhuafa, para penerima manfaat dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kini semakin mudah untuk memenuhi kebutuhan pokok mereka. Betapa tidak, BAZNAS telah menyiapkan mesin Anjungan Terima Mandiri (ATM) yang berisi beras dan dapat diambil oleh mereka-mereka yang berhak.

Satu unit mesin ATM Beras itu ditempatkan di depan Kantor BAZNAS, Jl Kampung Melayu Besar 53, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Hal ini mengingat para penerima manfaat bantuan pangan berupa beras adalah warga kawasan Bukit Duri dan Kampung Melayu.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Zakat Nasional BAZNAS Mohd Nasir Tajang mengatakan, program bantuan pangan yang diluncurkan pihaknya ini merupakan upaya mendukung pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan melalui pemberian bantuan bagi penerima manfaat. Kebetulan hari ini bertepatan pula dengan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-37.

Pada bulan ini, BAZNAS juga memperoleh bantuan dari Lotte Mart yang telah mengumpulkan donasi dari pelanggannya selama dua bulan senilai Rp84 juta. Donasi dari para pelanggan Lotte Mart inilah yang disalurkan kepada para dhuafa dalam bentuk beras.

"Ini patut kita apresiasi dan syukuri. Karena Lotte Mart sebagai salah satu perusahaan multinasional mempercayakan penyaluran bantuannya melalui BAZNAS," ungkap Nasir kepada sejumlah media di depan Kantor BAZNAS, Jl Kampung Melayu Besar 53, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Senin(16/10/2017).

Terkait distribusi beras kepada para penerima manfaat melalui ATM Beras, Nasir menjelaskan bahwa mesin tersebut merupakan hasil karya alumni ITB. BAZNAS membelinya senilai hampir Rp30 juta.

Bagi para dhuafa penerima bantuan beras, mereka diberi sebuah kartu semacam kartu ATM. Tinggal melakukan pengetapan, jika tidak ada masalah lima liter beras akan segera mengucur keluar. Penerima manfaat tinggal menadahinya dengan kresek atau plastik.

ATM Beras untuk kaum Dhuafa


Menurut Nasir, para pemegang kartu ATM Beras itu diberi bantuan selama satu tahun dengan jatah pengambilan seminggu sekali.

"Ini pemegang ATM Beras jadwal pengambilannya beda-beda. Jika mereka mengambil tidak pada hari sesuai jadwal, beras tidak keluar," jelasnya.

Untuk saat ini, ATM Beras siap untuk melayani pengambilan dari 50 orang per hari. Ke depannya, kata Nasir, pihaknya ingin sampai 150 orang per hari. Ia juga mewanti-wanti agar semua penerima manfaat menjaga dengan baik mesin tersebut supaya tidak cepat rusak. [suara-islam/berdakwah]


Artikel Terkait

loading...