Jumat, 13 Oktober 2017

Sejarah Terpendam Antara Bangsa Viking dan Agama Islam


Tahun 921 M, Ahmad bin Fadlan atau juga disebut Ibnu Fadlan diutus oleh Khalifah al-Muqtadir, penguasa Dinasti Abbasiyah di Baghdad, untuk pergi ke kerajaan Bulghar (cikal bakal dari Bulgaria) di hulu sungai Volga di Kazan, wilayah Tatarstan saat ini.

Orang Arab ketika itu menyebut bangsa kulit putih berambut pirang ras Jermania dari wilayah utara sebagai orang-orang Russiyah atau Rus. Fakta ini menimbulkan kontroversi mengenai keterlibatan orang-orang Viking dalam pembentukan Rusia.

Kitab yang berisi catatan perjalanannya sekaligus laporan untuk Khalifah al-Muqtadir telah membantu para ahli sejarah memahami kondisi masyarakat proto-Rusia saat itu. Kitāb ilā Mulk al-Saqāliba ( ﻛﺘﺎﺏ ﺇﻟﻰ ﻣﻠﻚ ﺍﻟﺼﻘﺎﻟﺒﺔ ) (The Owners of Scalivia)

Ahli sejarah Rusia dari Universitas Minessota, Thomas S Noonan, mengakui bahwa Ibnu Fadlan adalah sumber sejarah unik karena dia menyaksikan sendiri adat istiadat bangsa Rus dan menceritakan segalanya secara detail.

Ibnu Fadlan juga menyebut bangsa Rus sebagai bangsa yang jorok. “Mereka adalah yang terjorok di antara semua makhluk. Mereka tidak bersuci setelah buang air kecil dan tidak cuci tangan setelah makan.”

Para penulis Islam lainnya menemukan beberapa ciri bangsa Rus yang patut dipuji, terutama keberanian mereka di dalam pertempuran. Ahli filsafat dan sejarawan Miskawayh menguraikan mereka sebagai orang-orang “berbadan dan keberanian besar” dengan keahlian senjata yang mengesankan, menggunakan pedang, tombak, perisai, golok, kapak dan palu.

Kontak mereka dengan Islam membuat sebagian dari bangsa Rus memeluk agama Islam, meskipun demikian Ibn Fadlan dengan detail mencatat bahwa kebiasaan-kebiasaan kuno masih mempengaruhi mereka:
“Mereka sangat menggemari daging babi dan banyak di antara mereka, yang sudah memeluk islam merasa sangat kehilangan kebiasaan tersebut karena pelarangan akan daging babi".

Orang Rus juga menikmati nabith, suatu minuman fermentasi dimana Ibn Fadlan sering menyebutnya sebagai bagian dari makanan sehari-hari bangsa Viking.

Wallahu A'lam Bishawab. [Sumber Islampedia Trans7]



Artikel Terkait

loading...