Kamis, 05 Oktober 2017

Soal Polemik Senjata Impor, DPR RI akan ‘Kejar’ Kapolri

Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) 40x46 mm . (Foto: Arsenal JSCo)

Pengiriman senjata impor yang tertahan di Bandara Soekarno Hatta menjadi polemik. Terlebih, tertahannya senjata impor itu setelah beredarnya video pidato Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menyinggung 5000 senjata ilegal.

Anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil menilai pengiriman senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) Kal 4046mm sebanyak 280 pucuk dan 5.932 butir peluru itu harus diusut. Terutama berkaitan kejelasan pihak perusahaan pengimpor yang disebut-sebut PT Mustika Duta Mas.

"Mungkin menurut saya memang harus ada kejelasan PT Mustika itu siapa pemiliknya lalu kemudian kenapa dia bisa melakukan pekerjaan itu dan bisa lelang," kata Nasir di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/10/2017), seperti dikutip Republika.

Menurut Nasir, kejelasan perusahaan pengimpor tersebut merupakan bagian dari transparansi kepada publik. Karena pengiriman senjata itu telah menimbulkan polemik di masyarakat. Belum ada kejelasan apakah senjata itu untuk Brimob atau lainnya.

Jika untuk Brimob, Nasir memahami bahwa unit itu memang butuh peralatan persenjataan untuk membantu TNI. Demikian pula pasukan pemukul dan gegana. Ia merujuk Tap MPR nomor 7 atau 6 tahun 99.

Oleh karena itu, Nasir melanjutkan, Komisi III DPR akan mempertanyakan hal tersebut kepada Kapolri.

Menurut kalian?


"Mungkin nanti dalam rapat kerja bersama Kapolri, kita akan mengejar soal ini. Saya pikir memang tidak ada jalan lain kecuali memang harus disampaikan secara transparan sehingga kemudian publik yakin bahwa impor itu memang dipergunakan untuk kepolisian bukan untuk yang lain lain," tandasnya.

Seperti ramai diberitakan, kargo senjata berisi 280 pucuk senjata Arsenal Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46 milimeter di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (29/9/2017) lalu, pukul 23:30 WIB. tiba dengan pesawat Maskapai Ukraine Air Alliance dengan nomor penerbangan UKL 4024, Jumat 29 September 2017, pukul 23.30. Selain itu juga ada amunisi sebanyak 70 boks, yang berisi 5.932 butir. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


Artikel Terkait

loading...