Jumat, 15 Desember 2017

Ini 3 Alasan Mengapa Zionis ingin merebut tanah Syam


Mengapa Zionis ingin merebut tanah Syam? Berikut ini tiga hal yang menjadikan Tanah Syam diperebutkan

1. Bukit Golgota yang diyakini tempat penyaliban Yesus.

Lokasi tersebut diperkirakan ada di sebelah utara tembok barat laut Yerusalem, di mana di sana ada bukit yang disebut Golgota dan bukit lain tempat Yesus dikuburkan di kubur milik Yusuf dari Arimatea. Kubur itu merupakan gua, yang merupakan tempat umum untuk mengubur dalam tradisi Yahudi.

2. Cenacle diyakini tempat perjamuan terakhir.

Cenacle terletak di kawasan Gunung Sion, Yerusalem Timur. Cenacle—dari bahasa Latin cena, yang berarti makan malam—terletak langsung di atas tempat yang disebut Makam Raja Daud—banyak orang Yahudi percaya bahwa Raja Daud dimakamkan di sini.

3. Tanah terjanji Yahudi

Atas klaim sepihak, kaum Zionis mengatakan bahwa di bawah tanah Masjidil Aqsha inilah Haikal Sulaiman berdiri. Sebab itu, mereka mengatakan tidak ada pilihan lain kecuali menghancurkan Masjidil Aqsha dan kemudian membangun kembali Haikal Sulaiman di atasnya.

Bagi kaum Zionis, Haikal Sulaiman merupakan pusat dari dunia. Bukan Makkah, bukan pula Vatikan. Haikal Sulaiman-lah pusat seluruh kepercayaan dan pemerintahan segala bangsa. Keyakinan ini bukanlah berangkat tanpa landasan.

Dalam keyakinan Yudaisme yang sesungguhnya telah bergeser jauh dari Taurat yang dibawa oleh Musa a. S., bangsa Yahudi meyakini bahwa di suatu hari nanti seorang Messiah (The Christ) akan mengangkat derajat dan kedudukan bangsa Yahudi menjadi pemimpin dunia.

Kehadiran Mesiah inilah yang menjadi inti dari semangat kaum Yahudi untuk memenuhi Tanah Palestina. Namun hal ini menjadi perdebatan utama di kalangan Yahudi yang pro-Zionis dengan yang anti-Zionis.

Bagi yang pro-Zionisme, mereka menganggap Kuil Sulaiman harus sudah berdiri untuk menyambut kedatangan Messiah yang akan bertahta di atas singgasananya. Sedangkan bagi kaum Yahudi yang menolak Zionisme, bagi mereka, Messiah sendirilah yang akan datang dan memimpin pembangunan kembali Haikal Sulaiman yang pada akhirnya diperuntukkan bagi pusat pemerintahan dunia (One World Order).

Mengenai benar tidaknya lokasi bekas reruntuhan Kuil Sulaiman tepat berada di bawah Masjidil Aqsha, para sejarawan masih berbeda pendapat. Beberapa peneliti bahkan meyakini bahwa wilayah bekas berdirinya Kuil Sulaiman tersebut sesungguhnya berasa di luar kompleks Masjidil Aqsha sekarang ini. Wallahu'allam bisshowwab.

Yahudi merebut Al-Aqsha dengan dalil dan keyakinan mereka, yang itupun tidak pasti kebenarannya. Namun semangat mereka membara luar biasa.

Sedangkan kita, jelas dalilnya Allah memerintahkan kita untuk memuliakan, mencintai, dan mempertahankan Baitul Maqdis. Tapi mengapa masih banyak yang diam saja?

Semoga secuil tulisan ini dapat menambah semangat kita dalam mencintai dan mempertahankan Al-Aqsha. #BelaAlAqsha

Ketahui Sejarahnya:
Sejarah Penjajahan Palestina, "Yang Memiliki Yang Pergi"
Kejahatan Perang Israel, Kekejian Sudah Terlebih Dahulu Lahir di Palestina
Inilah Tujuh Keistimewaan Bumi Palestina
- Wajib Baca! Sejarah Singkat Palestina
- Masa Kelam Masjidil Al Aqsa
Shalahuddin al-Ayyubi, Macan Perang Salib Sang Pembebas al-Quds
- Masih Kudet Dengan Makna Bendera Israel? Ini Penjelasannya




Artikel Terkait