Senin, 04 Desember 2017

McDonald's Ini Akhirnya Minta Maaf Telah Melarang Pembeli Berjilbab


Pembeli adalah raja, demikian salah satu kaidah marketing yang terkenal. Seperti apa pun pembeli, ia harusnya dihormati.

Namun, tidak demikian dengan McDonald's satu ini. Seorang gadis berjibab yang akan membeli di restoran cepat saji itu justru dilarang masuk karena mengenakan jilbab. Ketika ia bertanya kepada satpam mengapa dilarang masuk, satpam menjawab ia boleh masuk setelah melepas jilbab.

Insiden itu terjadi di salah satu restoran McDonald's di London utara, Kamis (30/11/2017) malam waktu setempat.

Gadis berjilbab berusia 19 tahun itu menjelaskan, ia dihentikan oleh seorang satpam saat akan masuk ke McDonald's. Satpam itu berulang kali memintanya untuk melepas jilbab. Jika tidak mau, ia diminta untuk meninggalkan restoran tersebut.

Ia pun merekam pelarangan itu dengan kamera Smartphone-nya dan kemudian diunggah salah seorang teman di Twitter.

Satpam itu mengatakan "ini hanya masalah melepas jilbab, dan kau akan diijinkan masuk."

Gadis itu pun membalas dengan tegas. "Ini bukan hanya masalah melepasnya. Saya memakai jilbab karena alasan agama!”

Setelah video tersebut tersebar, akhirnya McDonald's meminta maaf.

Seorang juru bicara McDonald's mengatakan restoran cepat saji tersebut tidak memiliki kebijakan membatasi atau mencegah orang berjilbab atau pakaian religius lainnya untuk memasuki restorannya.

"Kami menyambut pelanggan dari semua agama dan ingin meminta maaf kepada pelanggan karena situasi ini seharusnya tidak terjadi,” kata juru bicara McDonald's seperti dikutip Guardian, Sabtu (2/12/2017).

Lebih jauh, juru bicara McDonald's menyatakan bahwa insiden itu merupakan masalah sangat serius. Dan pihaknya akan menangani satpam tersebut. [Ibnu K/Tarbiyah.net]


Artikel Terkait

loading...