Senin, 18 Desember 2017

Terlambat Atasi Difteri Sebabkan Kematian, Manfaatkan 4 Bahan Alami untuk Menyembuhkannya


Difteri, penyakit menular akibat kuman Corynebacterium Diptheriae kembali mewabah, sedikitnya 32 kasus kematian dikarenakan wabah ini.

Seperti yang dikutip dari lengkapi.com, Kementrian kesehatan mencatat setidaknya ada 95 kab/kota 20 di provinsi yang melaporkan terjadinya kasus Difteri, Kondisi ini mengkhawatirkan karena ditengarai penyebabnya kengganan orangtua memberikan imunisasi pada anak.

1. Gejala terkena difteri

Gejala yang kentara bagi penderita difteri adalah jika mendapati ada selaput putih tebal di tenggorokan atau di hidung, apalagi disertai leher bengkak. Bisa jadi itu difteri, dan walaupun belum tentu, akan lebih baik diperiksa dulu untuk dibuktikan. Jika mendapati gejala itu, ada baiknya segera bawa ke puskesmas, atau RS terdekat.

2. Risiko meninggal dunia

Rentang waktu setelah kena diagnosa hingga meninggal dunia beragam. Ada yang 5 hari, ada juga yang satu minggu tergantung derajat keparahan. Semua yang meninggal rata-rata yang tidak diimunisasi atau imunisasi tak lengkap. Faktor lainnya, adalah terlambat dibawa ke RS, otak kurang oksigen meninggal atau kuman mengeluarkan racun sehingga menganggu fungsi jantung.

3. Ciri Anak Terkena Difteri

Jika anak terkena bakteri difteri, ciri-ciri yang mudah dikenali adalah sakit tenggorokan, demam, dan lemas.

"Kelihatannya lemas, tulang-tulang yang ada di dalam tubuh tidak berfungsi menopang berat tubuh, demam tinggi," kata Ruskan, petugas Dinas Kesehatan Puskesmas Sukamaju Baru, Depok, Jawa Barat.

Ciri difteri yang paling khas adalah munculnya pseudomembran atau selaput berwarna putih keabuan di bagian belakang tenggorokan yang mudah berdarah. Hal itu yang menyebabkan rasa sakit saat menelan, kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening dan pembengkakan jaringan lunak di leher yang disebut bullneck.

Sumbatan ini bisa menghalangi jalan napas, menyebabkan anak atau penderita harus berjuang untuk bisa bernapas. Lebih bahaya lagi, difteri dapat merusak jantung, ginjal, dan sistem saraf, bahkan difteri bisa mematikan.

Difteri banyak menyerang mereka yang tidak pernah mendapatkan imunisasi. Karena itu, imunisasi difteri penting dilakukan sebagai upaya pencegahan.

"Imunisasi difteri penting untuk mencegah, lebih baik mencegah, toh, daripada mengobati," kata Ruskan.

Namun, perlu diperhatikan juga syarat-syarat yang harus dipenuhi saat melakukan imunisasi difteri. Anak yang akan diimunisasi misalnya harus dalam keadaan sehat. Jika anak tersebut sedang mengalami demam, anak boleh dilakukan imunisasi, tetapi dengan catatan suhu tubuhnya tidak lebih dari 37 derajat.

"Demam di bawah 37 derajat masih boleh dan batuk pilek biasa juga masih boleh," ujarnya.

Baca jugaPro Kontra Hukum Imunisasi dan Vaksinasi Menurut Agama Islam

Obat Herbal Untuk Penyembuhan Difteri

Dilansir dari Deherba.com, selain pengobatan medis dengan antibiotik dan antitoksin, difteri dapat diobati dengan alternatif lain.

Obat herbal berasal dari buah-buahan ini disebut mampu meningkatkan kelangsungan hidup dan penyembuhan penyakit difteri.

1. Jus Nanas

Buah nanas mengandung bromelein yang sangat baik untuk antiradang dan membantu mengelupas sel-sel rusak pada area tenggorokan. Nanas juga baik untuk membantu meluruhkan membran kelabu akibat difteri. Senyawa dalam nanas meningkatkan imunitas karena mengandung antioksidan cukup tinggi.

2. Bawang Putih Segar

Kandungan minyak atsiri bekerja sebagai antibakteri dan antiradang. Senyawa organosulfida secara aktif mampu meluruhkan membran kelabu. Sementara kandungan lain seperti saltivine terbukti baik untuk memperbaiki kerusakan sel dan mengembalikan fungsi sel juga jaringan di area diniding tenggorokan.

3. Jeruk Nipis dan Rosella

Campuran air rebusan bunga rosella dengan perasan jeruk nipis menghasilkan antitoksin yang mampu menetralisir racun dari bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans.

4. Mengkudu

Kandungan antitoksin xeronine dan flavonoid baik untuk mengatasi masalah tumpukan toksin dalam darah.

Kandungan antibiotik alami di dalamnya mampu bekerja aktif melawan bakteri.
Terdapat pula scolopetin dan terpenoid yang efektif meredakan peradangan dan membantu pemulihan sel pada tenggorokan.

Alternatif obat herbal tersebut dapat dijadikan pengobatan tunggal maupun pendamping pengobatan medis.

Semoga bermanfaat, dan semoga saudara-saudara kita yang saat ini terserang wabah difteri segera sehat. Aamiin. []


Artikel Terkait

loading...