Jumat, 26 Januari 2018

Perawat yang Dituduh Lecehkan Pasien di Surabaya Menghilang, Ini 7 Fakta Peristiwa Tersebut


Pria terduga pelaku pelecehan seksual di National Hospital, Jn disinyalir kabur dari Surabaya. Hingga kini polisi masih mencari dan memburu Jn yang melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita, W, pasien rumah sakit tersebut.

Informasi yang dikumpulkan Surya co.id, pelaku menghilang dari rumahnya di Babatan, Surabaya Barat.

Petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya sudah mendatangi dan mencari pelaku ke rumahnya pada Kamis (25/1/2018).

Sayang, hingga pukul 17.00 WIB, polisi belum menemukan keberadaan pelaku.

"Belum, masih dicari dan dikejar," ujar seorang anggota Satreskrim Polrestabes Surabaya yang menolak disebut namanya, Kamis (25/1/2018) petang.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan membenarkan bahwa pihaknya memang belum melakukan pemeriksaan saksi pelaku.

"Secepatnya akan dilakukan pemeriksaan yang diduga pelaku, sekarang masih dalami keterangan dari korban," jelasnya.

Selain meminta keterangan saksi korban, kata Rudi, pihaknya juga melakukan klarifikasi dan meminta keterangan dari manajemen rumah sakit selanjutnya pemeriksaan saksi yang diduga pelaku.

Rudi menegaskan, pelaku akan dikenai Pasal 290 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun. Pelaku, melakukan pencabulan orang dalam keadaan korban tak sadarkan diri.

7 Fakta Pasien Cantik Dilecehkan Perawat National Hospital Surabaya

Usai viral di media sosial, kasus pelecehan yang dialami pasien cantik di Surabaya menemui titik terang.

Dirangkum TribunJatim.com, Kamis (25/1/2018), berikut kumpulan fakta terkait kejadian tersebut :

1. Korban berinisial W

Diketahui, pasien cantik tersebut berinisial W. Ia berusia 32 tahun.

2. Polisi datangi National Hospital

Tim Satreskrim Polrestabes Surabaya tiba di National Hospital Surabaya, Kamis (25/1/2018) pukul 10.00 WIB.

Tim tersebut terdiri dari dua orang laki-laki dan dua orang perempuan.

Tim tersebut dipimpin oleh Kasubnit PPA Polrestabes Surabaya, Aiptu Harun.

3. Suasana rumah sakit

Pantauan TribunJatim.com, kondisi rumah sakit yang diduga sebagai tempat kejadian pelecehan tersebut tampak normal.

Di depan pintu masuk lobi terdapat security yang berjaga.

"Biasanya kalau ramai di depan ada tiga satpam yang berjaga, tapi kalau sepi ya satu," ujar security yang berjaga di rumah sakit National Hospital, Kamis (25/1/2018).

Saat ditanya apakah ada penjagaan lebih setelah viralnya video yang diduga terjadi di rumah sakit tersebut, petugas keamanan tersebut mengatakan tidak ada pengamanan lebih atau khusus.

4. Pelecehan terjadi di ruang pemulihan

Kabar terbaru yang di dapat TribunJatim.com, Kapolrestabes Surabaya mengatakan pihak korban melaporkan dan sedang dalam pemeriksaan bersama saksi.

"Korban telah melapor, ini kerja sama yang baik dan kami akan mengusutnya. Kami mengkonfirmasi ke pelapor memang benar mengalami pelecehan seksual," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan, Kamis (25/1/2018).

Kepolisian mengkonfirmasi tempat kejadian dalam video viral itu.

"Kondisi korban saat itu setelah operasi dipindah ke ruang pemulihan. Di situlah terjadi pelecehan," papar Rudi.

Setelah mengkonfirmasi adanya pelecehan di rumah sakit National Hospital, polisi memeriksa saksi.

5. Kondisi pasien

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima TribunJatim.com, wanita itu dirawat di National Hospital karena baru saja menjalani operasi.

Tepatnya, operasi kandungan. Peristiwa itu sendiri terjadi saat wanita itu sedang dalam pemulihan.

6. Punya suami pengacara

Informasi yang diterima TribunJatim.com, suami W berinisial YW yang bekerja sebagai advokat.

7. Kemarahan suami

YW mendampingi istrinya ke Polrestabes Surabaya. Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian yang menimpa istrinya.

"Saya nggak hanya protes, tapi mengamuk. Saya nggak bisa berbuat kasar, kan saya advokat juga. Sekarang istri saya diperiksa Unit PPA," ujar Rudi di depan gedung reserse kriminal Polrestabes Surahaya, Kamis (25/1/2018).

Ia juga membenarkan video yang beredar di media sosial itu milik istrinya, video tersebut meminta pengakuan dari pelaku.

"Di video pelaku minta maaf tapi kan tidak menghapus kesalahan. Sangat ironis ini," ujar YW.

Kejadian pelecehan tersebut terjadi saat dirinya pulang dari menunggu istrinya dan digantikan oleh saudara perempuannya.

"Pas pulang sore, esok harinya dia istrirahat dan sekarang saya lapor. Pertama nggak mengaku tapi managemen (rumah sakit) saya panggil," ucap YW. [tribun]




Artikel Terkait

loading...