Jumat, 12 Januari 2018

Soal Lawakan Ge dan Joshua, Mamat Alkatiri: Jika Tak Paham Jangan Disampaikan


Komika asal Papua, Mamat Alkatiri memberikan komentar soal aksi stand up comedy Ge Pamungkas dan Joshua Suherman yang ramai diperbincangkan. Ia mengklaim bahwa kedua komika tersebut tidak menghina agama.

“Menurut saya apa yang disampaikan Ge dan Joshua itu tidak dalam konteks menyerang agama, tapi lebih kepada melihat manusianya, ini lebih kepada sesuatu sosial daripada agama. Saya tidak percaya Ge dan Joshua resah terhadap suatu agama, dan bahkan kalo dicermati baik-baik memang tidak. Tapi resah kepada manusianya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Jumat (12/01/2018).

Meski demikian, ia menekankan bahwa seorang seniman, dalam hal ini komika harus bertanggungjawab atas apa yang ia sampaikan di panggung. Maka, komika harus menguasai sepenuhnya materi yang dia bawakan.

“Jika tidak paham akan sesuatu mending jangan disampaikan, karena seniman itu bertanggung jawab sepenuhnya atas dirinya sendiri, terutama stand up comedian, karena apapun opini kita kita harus bertanggung jawab atas itu,” terangnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa agama menjadi isu yang sensitif di Indonesia. Sebab, masyarakat sangat mudah tersinggung dengan perkara tersebut.

“Tema agama memang sensitif di Indonesia, terutama dalam keadaan sekarang yang orang mudah tersinggung dan cepat sekali menghakimi sesuatu yang berasal dari medsos tanpa dicermati baik-baik,” tuturnya.

Sebagaimana diketahui, komika Ge Pamungkas dipolisikan karena dinilai menghina agama. Yaitu mempertanyakan cinta Allah kepada hambanya. Dalam hal ini pun, Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain mengatakan bahwa kedua komika tersebut melecehkan agama Islam.

“Sepertinya kami orang Islam ini dipancing terus supaya melakukan gerakan yang di luar hukum. Dengan adanya insiden penistaan agama ini, lagi. Nanti orang Islam akan disudutkan, ini kan seperti ada unsur kesengajaan,” ucap Tengku

Sementara itu, pelawak senior Opi Kumis menegaskan bahwa seorang komedian juga harus mengerti agama. Sebab, dengan bekal agama yang cukup bisa membatasi lawakannya.

“Sebagai komedian harus cerdas, belajar agama agar mengerti batas-batas yang harus kita lontarkan dalam lucuan. Kan, banyak teknik dalam melucu. Kalau menurut gue sih, emang orangnya yang kurang pinterlah, kurang cerdas,” ujar pria dengan nama asli Muchtar Lutfi ini. [kiblat.net]

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy


Artikel Terkait

loading...